BPS Kepri Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pesismis target pertumpuhan ekonomi di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri tercapai.

Dalam RPJMD tersebut Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebebsar 5,85 persen.

Bacaan Lainnya

“Mision imposible mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD,” ungkap Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar saat pemaparaan dalam Sosialisasi Indikator Makro Ekonomi dan Statistik Sektoral, Selasa (26/9).

Semester pertama tahun 2017, pihaknya mencatat angka pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 1,52 persen.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2017 ini terendah selama 6 tahun terakhir.

“Bahkan terendah sepanjang sejarah Kepri menjadi Provinsi,” kata Regar.

Baca : Harus Bisa Bedakan Ya !

Baca : DPRD Minta Gubernur Kepri Evaluasi OPD Lamban

BacaSektor Strategis Kepri Harus Dikelola Maksimal dan Profesional

Melambatnya ekonomi Kepri, lanjut Regar, disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan 3 sektor utama, yaitu sektor Industri Pengolahan yang turun 0,44 persen, sektor konstruksi turun 0,06 persen dan sektor pertambangan atau pengalian turun 4,32 persen.

“Ketiga sektor utama memiliki peran yang besar untuk pertumbuhan ekonomi Kepri, industri pengolahan perannya 36,62 persen, konstruksi 17,70 persen serta pertambangan dan pengalian perannya 14,36 persen. Kebanyakan 3 sektor ini berada di Kota Batam,” ucapnya

Fakta empiris, lanjut Regar, menunjukan perekonomian Kepri sangat di pengaruhi perekonomian Batam.

“Tampak bahwa 71 persen geliat ekonomi Kepri ditentukan geliat ekonomi Batam. Bila ekonomi Batam meningkat 1 persen, maka perekonomian Kepri akan meningkatkan 0,76 persen dan terjadi sebaliknya,” ucapnya.

Dia menyarankan Pemprov Kepri tidak memfokuskan masuknya investasi hanya di Batam. Karena, jika ekonomi Batam terpuruk maka akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi Kepri.

“Masuknya investasi bisa disebarkan ke daerah lain seperti Kabupaten Lingga, Natuna. Tapi harus perbaiki infrastruktur dulu,” kata Regar.

SAHRUL

Pos terkait

Comment