Tradisi Likuran Masyarakat Bintan

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Salah satu tradisi yang unik saat bulan Ramadhan dan masih cukup bertahan di tengah masyarakat yaitu likuran.

Tradisi malam likuran yang dimaksud adalah sebuah tradisi masyarakat Islam dalam meramaikan bulan Ramadan dengan Pasang pelita lampu cangkok, khataman Al Qur’an, kenduri bersama di masjid dan juga kenduri di rumah-rumah bagi yang mampu.

Bacaan Lainnya

Menurut pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan Datok M. Amin, tradisi ini memang sangat sakral yang dilaksanakan oleh masyarakat Islam kususnya di Bintan.

“Tradisi ini merupakan simbol agama dimana yang diajarkan Dato’ Ma’ Ali yang menyiarkan agama Islam dari abad 10 hingga abad 20 Masehi di Bintan,” ujarnya, Sabtu (9/5).

Ia menyebutkan tujuannya tradisi itu untuk menyemarakkan malam-malam ganjil dimana malam yang kemuliaannya melebihi seribu malam dalam setahun yang di sebut malam Lailatul Qadar.

“Dari zaman dulu, setiap malam likuran masyarakat selalu menyediakan hidangan di meja dan tidak boleh kita menyentuhnya, itu untuk para arwah yang akan kembali ke rumah dan keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, orang-orang yang memanjatkan doa di malam Lailatul Qadar kepada Allah dan memperbanyak membaca Al Quran, InsyaAllah akan memberikan petunjuk dan hidayahnya.

Pos terkait

Comment