Penjaga Sekolah Diduga Melakukan Tindak Kekerasan Kepada Siswa

  • Whatsapp
sumber foto: kompas.com

BAROMETERRAKYAT.COM, DHARMASRAYA – Penjaga sekolah SMPN 1 Pulau Punjung, Dharmasraya dilaporkan ke Mapolres Dharmasraya, Kamis (11/2) kemaren, Ia dilaporkan oleh orang tua siswa berinisial MZ (13), murid kelas 8 di sekolah tersebut.

Penjaga Sekolah itu dilaporkan oleh ibu korban DKD (50) Warga, Jorong Kubang Panjang, Pulau Punjung, Dharmasraya, karena diduga melakukan tindakan kekerasan kepada anaknya dengan cara memukul wajah bagian kiri korban hingga memar.

Laporan ini dibenarkan Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan, melalui Kasat Reskrim AKP Lazuardi, Diketahui, kekerasan yang menimpa MZ terjadi pada hari Kamis lalu, “Memang ada laporan ke kami, orang tua korban menganggap seorang penjaga sekolah telah menganiaya anaknya yang masih di bawah umur,”ungkap Lazuardi kebeberapa awak media

Lazuardi menambahkan, dari hasil visum terhadap korban positif adanya memar di wajah sebelah kiri korban. Pihak polres Dharmasraya dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak sekolah atau tersangka ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan informasi yang di himpun, peristiwa pemukulan yang menimpa siswa ini berawal saat itu sekira pukul 09.00 Wib, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berinisial IT akan memberikan pelajaran didalam kelas, sebelum itu inisial IT memerintahkan korban jemput buku absensi ke kantor majelis guru, karena korban selaku ketua kelas. Namun buku absensi tersebut tidak dapat di ambil oleh korban, dengan alasan salah seorang guru yang ada pada saat itu di dalam kantor mengatakan tidak diperbolehkan anak murid jemput buku absensi harus guru yang bersangkutan, lalu korban masuk kedalam kelas tanpa membawa buku absen.

Tidak beselang waktu beberapa menit ketika korban duduk dibangku kelasnya, antah apa sebab tiba-tiba datang penjaga sekolah menghampiri korban dan mulanya memukul korban dengan kertas mab bagian wajah sebelah kiri karena korban kaget merasa sakit, terlontar dari mulut korban kata yang tidak enak didengar sehingga tersangka menampar wajah sebelah kiri korban dengan telapak tangannya.

Karena orang tua korban tidak mau diperlakukan anak kesayangannya seperti itu, orang tua korban laporkan tersangka ke Mapolres Dharmasraya dengan harapan orang tua korban, hendaknya pelaku dapat diproses pihak hukum setempat sesuai dengan perlakuannya.

“Saya tidak senang anak saya diperlakukan tindakan kekerasan oleh salah seorang penjaga sekolah tersebut, kalau memang anak saya nakal tolong dididik dengan cara yang wajar karena itu rumah sekolah untuk menjadikan anak yang bodoh atau nakal menjadi baik dan cerdas,”kata ibu korban ke media ini dengan nada kesal disalah satu ruangan Mapolres Dharmasraya kemaren.

Ia menjelaskan, kalau memang anaknya melakukan kesalahan seharusnya bukan dihukum dengan kekerasan. Harusnya sanksi yang bersifat mendidik bukan dengan pemukulan dan kekerasan,” Saya meminta kasus ini diproses secara hukum, dan diusut tuntas,” katanya.(Afrizal)

Pos terkait

Comment