Pemko Siapkan Kios Bagi Mubaligh Yang Manpu Kembangkan Usaha Kuliner

  • Whatsapp

Walikota Rahma silaturahmi dengan Mubaligh dan Mubalighah.
(F istimewa)

BR TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang, Rahma melakukan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Mubaligh/Mubalighah (FKM) Kota Tanjungpinang, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, kantor walikota Tanjungpinang, Kepri, Senin (29/8).

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, Walikota Rahma mengatakan silaturahmi ini untuk membangun komunikasi antara pemerintah dengan para mubaligh/mubalighah di kota Tanjungpinang.

“Dengan komunikasi, kita bisa saling mengetahui apa yang perlu ditingkatkan, apa yang harus dilakukan, baik itu yang bersifat kegiatan FKM maupun peningkatan perekonomian,” ujarnya.

Rahma juga menyampaikan sejalan dengan penguatan ekonomi di kota Tanjungpinang, Pemko terus berbenah dan berbuat bersama-sama bangkit dari pasca pandemi covid-19.

Tahun ini, Pemko berencana akan membangun pusat kuliner yang dipusatkan di kilometer 9, mulai dari pintu gerbang depan lotus sampai bundaran naga Bintan Center.

“InsyaAllah, kita siapkan dalam bentuk kios-kios yang diisi oleh pelaku usaha IKM, UKM, UMKM, dan bisa juga para mubaligh/mubalighah yang punya keahlian dalam bidang kuliner,” ujarnya.

Konsepnya nanti dibuat kuliner syariah atau halal. Kalau sepakat, akan diberikan tempat untuk para mubaligh/mubalighah yang benar-benar siap dan kulinernya mampu mengundang orang untuk mampir membelinya.

“Kalau ini berhasil bisa jadi ciri khas kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Ketua FKM Kota Tanjungpinang, Ustadz M. Mukhsin mengaku salut dengan upaya Walikota Rahma dalam meningkatkan PAD kota Tanjungpinang.

Maka itu, FKM tentu mendukung sepenuhnya kebijakan Pemko untuk peningkatan perekonomian di kota yang kita cintai ini.

“Siapa pun pemerintahannya, FKM akan mendukung. Karena, ini juga akan berdampak pada kesejahteraan para mubaligh/mubalighah,” ujarnya.

Harapanya, Pemko ada program untuk peningkatan keahlian bagi para mubaligh/mubalighah. Misalnya pelatihan membuat kerupuk dan lain sebagainya.

“Artinya tidak semua bantuan itu berupa uang, tapi peningkatan skill juga perlu, agar kami lebih mandiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga,” tutupnya.

FIRDAUS

Pos terkait

Comment