Jelang Ramadan, Pengusaha Jangan Coba Menumpuk Sembako

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasa di manfaatkan oleh pengusaha tidak bertangungjawab untuk melakukan penumpukan sembako dan barang lainya. Hal ini, menjadi harga sembako menjadi naik.

“Saya akan awasi secara ketat. Saya harap tidak ada yang melakukan penumpukan sembako dan barang kebutuhan pokok lainnya,” kata Nurdin usai menerima Penghargaan Peduli Konsumen di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/5).

Bacaan Lainnya

Nurdin juga minta instansi terkait di kabupaten kota untuk melakukan pengawasan yang sama.
Mantan bupati Kabupaten Karimun ini mengatakan, dia akan sering turun ke lapangan untuk memastikan pasokan sembako benar-benar aman.

Jika benar-benar ada kendala, dia segera mencari solusi.

“Kalau pasokan aman dan lancar, harga pasti stabil,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito juga menyebutkan dia akan berupaya agar harga sembako menjelang puasa dan lebaran sangat stabil dan tidak melonjak harganya.

Enggartiasto Lukito pada kesempatan itu memang menyerahkan Penghargaan Peduli Perlindungan Konsumen kepada Nurdin Basirun.

Dalam sambutannya, Enggartiasto mengharapkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah untuk menjaga konsumen. Caranya, jangan sampai barang yang masuk ke Indonesia tidak diawasi dengan teliti. Barang-barang yang beredar juga harus sesuai dengan aturan Indonesia.

Untuk itu, sambung menteri, bangsa Indonesia, konsumennya harus mencintai produk dalam.

“Jadilah barang indonesia sebagai kebanggaan kita,” tambahnya.

Begitu juga jika berada di luar negeri, sambung menteri, jika ketemu produk Indonesia saat belanja, hendaknya dibeli saja.

“Produk Indonesia yang diekspor keluar negeri cukup banyak, beli aja jika ketemu di toko di luar negeri,” tegasnya.

Kata Mendag, dia akan bantu dengan berbagai cara dan upaya untuk memajukan produk Indonesia.

“Agar ekonomi masyarakat terus tumbuh dan maju dengan pesat,” papar Menteri pada acara dengan tema konsumen cerdas berani bicara.

Redaksi

Pos terkait

Comment