Jelang Belajar Tatap Muka, 230 Guru di Tanjungpinang Dirapid Test

  • Whatsapp
Pembelajaran Tatap Muka
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Muhammad Yasir

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUGPINANG. Dinas Pendidikan Tanjugpinang melakukan pemeriksaan rapid test kepada 230 guru dan tenaga pendidikan menjelang pembelajaran tatap muka yang direncanakan akan dimulai pada Senin (18/1) mendatang.

Sekretaris Disdik Tanjugpinang Muhammad Yasir mengatakan, rapid test dilakukan kepada guru dan tenaga pendidikan yang berada di 15 sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak mau terjadi penyebaran (COVID-19) dari unsur guru, maka kita usaha untuk antisipasi dengan cara melaksanakan rapid test guru dan tenaga pendidikan,” ujarnya, Selasa (12/1).

BACA : Warga Keberatan Bayar Iuran Lampu Jalan

Ia belum mengetahui hasil pemeriksaan rapid test para guru tersebut. Namun, jika ada ditemukan reaktif maka akan diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan swab.

Dikatakan dia, pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada wilayah zona hijau atau tidak ada kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Kemudian setiap sekolah harus mengisi aplikasi depodik daftar ceklis protokol kesehatan seperti memiliki tempat pencucian tangan, alat pengecek suhu, hand sanitizer.

Selain itu, orang tua juga harus menandatangani surat persetujuan anaknya belajar tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan dan akan selalu menasehati anaknya untuk melaksanakan 3 M, mengunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Jadi 15 sekolah yang dibuka ini sudah memenuhi persyaratan itu semua. 15 sekolah ini terdiri dari 11 SD dan 4 SMP,” ucapnya.

BACA JUGA: Pejabat Eselon II Dirotasi, Ini Daftarnya

Ia merincikan sekolah yang dibuka SMPN 9 Penyengat, SMPN 11 Kampung Bugis, SMPN 13 Dompak, SMPN 14 Senggarang, SDN 004 Senggarang, SDN 005 Kampung Bugis.

Selanjutnya SDN 006 Senggarang, SDN 007 Penyengat, SDN 008 Senggarang, 009 Penyengat, SDN 010 Senggarang, SDN 012 Kampung Bugis, SDN 008 Dompak, SDN 010 Dompak dan SDN 013 Dompak.

“Nanti akan kita evaluasi lagi, kalau tidak ada penambahan kasus COVID-19 dan Tanjugpinang semakin baik maka akan bertambah sekolah yang dibuka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran tatap muka dilaksanakan tidak sama dengan sebelum pandemi COVID-19. Saat ini pembelajaran dilaksanakan secara terbatas, setiap mata pelajaran maksimal 25 menit untuk SD dan 30 menit untuk SMP.

“Setiap kelas juga maksimal 18 siswa, jadi kalau ada 36 siswa maka dibagi menjadi dua kelompok. Misalnya kelompok A belajar setiap Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan kelompok B belajar setiap Selasa, Kamis dan Sabtu,” imbuhnya.

SAHRUL

Pos terkait

Comment