Berbahayanya Pornografi Bagi Kehidupan

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG – Akhir-akhir ini marak kita perhatikan berita di televisi dan internet tentang prostitusi. Telah ditemukan oleh aparat kepolisian sejumlah praktek terselubung yang melibatkan sejumlah artis dan pejabat bergumul dalam sebuah praktek prostitusi online. Memprihatinkan memang menyimak berita ini yang menjadi headline selama 2 minggu terakhir. Belum lagi tersiar kabar selebrasi para pelajar selepas ujian nasional dalam rangka menghilangkan kepenatan mereka mengadakan splash after class, berbaur dalam kolam renang dengan balutan busana yang minim. Semua kabar menyedihkan ini mendedahkan sebuah fakta bahwa sudah sedemikian memprihatinkannya kondisi moral bangsa Indonesia saat ini.

Mengutip penjelasan tentang bahaya konten ‘kotor’ dari Yayasan Kita dan Buah Hati saya jelaskan sebagai berikut, menurut Jordan Graffman, PhD seorang pakar Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison mengatakan bahwa pada otak manusia ada bagian yang didesain khusus oleh Tuhan untuk membedakan manusia dari spesies lain sebagai spesies paling sempurna, yaitu kemampuan untuk memilih dan memiliki adab atau nilai-nilai fitrah (kebenaran). Bagian itu dinamakan Pre Frontal Cortex (PFC). PFC pada otak manusia bertugas sebagai direktur yang menyimpan database dan mengarahkan manusia pada nilai-nilai kebaikan. Bagian inilah yang membimbing manusia untuk memegang teguh nilai-nilai kebenaran, berorientasi masa depan tidak didasarkan pada keputusan sesaat, mengatur emosi untuk menunda kepuasaan, mengambil keputusan berdasarkan logika. Singkatnya, PFC adalah manusia-nya dari bagian tubuh manusia.

Kabar buruknya, bagian otak ini matang pada usia 25 tahun. Sebelum mencapai usia ini sejumlah neuron pada PFC perlahan-lahan membentuk jaringan sampai menjadi pre frontal cortex yang utuh. Sayangnya, sebelum mencapai usia kematangan itu konten pornografi telah banyak menyerang anak-anak usia belasan tahun, menyerang usia remaja yang tengah berada di sekolah menengah, menyerang para pemuda yang punya semangat bergelora. Akibatnya bagian otak yang mengarahkan pada nilai-nilai kebaikan itu perlahan-lahan rusak dan punah.

Praktis ketika sang direktur ini mati maka tidak ada lagi pusat pengendali moral yang mengarahkan manusia untuk cenderung pada nilai-nilai kebaikan. Sang direktur ini mati tenggelam dalam larutan dophamine yang memberikan efek kepuasan sekaligus unsur ketagihan ketika terpapar konten pornografi. Ketika terpapar konten pornografi mata kita memberikan informasi berupa sinyal listrik ke bagian otak belakang yang bernama sistem limbik. Sistem limbik ini akan mengolah data dan menyimpan informasi serta menganggap penting segala informasi yang berkaitan dengan emosi. Nah pengalaman saat terpapar konten pornografi ini akan memberikan efek emosi seperti merasa jijik atau merasa tertarik saat melihatnya. Maka konten seperti itu akan dianggap penting oleh otak dan akan disimpan sebagai informasi. Lama kelamaan kita jadi terbiasa melihatnya dan ingin melihat yang lebih lagi karena efek dari dophamine yang selain memberikan rasa tenang sekaligus membuat ketagihan. Praktis pada saat mencapai puncaknya hormon testosteron menuntut untuk dikeluarkan. Maka jangan heran bila sudah sering terpapar konten pornografi sering kita temukan berita tentang kasus pemerkosaan di televisi. (Na’udzubillah)

Para pelaku iklan sudah mengetahui teori ini. Riset mereka lebih canggih dari yang kita bayangkan. Jaringan Yahudi internasional telah gencar menguasai media cetak dan elektronik seluruh dunia, tidak terlepas Indonesia. Melalui iklan sabun, iklan shampo, iklan parfum, iklan minuman, iklan apapun yang menonjolkan keindahan tubuh wanita maka itu tombol ‘ON’ untuk memasukkan konten ‘kotor’ selanjutnya secara bertahap dan bertingkat. Randy Hyde, seorang psikolog terapis pornografi sekaligus kolega pakar neurosains Donald Hilton mengatakan bahwa sekali tombol ON itu aktif maka tidak bisa dimatikan, kita hanya bisa mengerem mati-matian. Yang disasar oleh meraka adalah anak-anak kecil, usia remaja dan para pemuda dimana pada masa-masa itu neuron sedang melakukan sambungan-sambungan informasi. Kemudian konten ‘kotor’ itu muncul lalu masuk dalam sambungan itu.

Kaum Yahudi sangat mengerti betapa pentingnya generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas untuk mengukuhkan eksistensi mereka di muka bumi. Keluarga-keluarga mereka dijaga dari bahaya merokok dan pengaruh pornografi. Bila pengaruh ini menjangkiti generasi muda mereka maka mereka tahu tidak akan muncul generasi yang sehat. Kaum Yahudi menargetkan memerangi generasi muda Muslimah. Mereka berkeyakinan bila generasi Muslimahnya rusak maka akan rusaklah generasi muslim keseluruhan. Seorang Yahudi pernah berkata “Sibukkanlah terus umat Islam yang kini masih tertidur lelap, karena sungguh mereka adalah umat yang jika mereka telah pulih dan bangkit, niscaya dalam hitungan beberapa tahun saja, mereka pasti dapat meraih kembali kemuliaannya, yang telah terrenggut selama beberapa abad..”

Peranan orang tua dalam mendidik anak sangat utama. Jangan biasakan mencaci dan memarahi mereka. Jangan bebankan anak-anak dengan tugas atau setumpukkan PR yang membuat otak mereka overload dan jenuh. Akibatnya mereka akan mencari cara untuk melepaskan kejenuhan itu. Tanpa bimbingan dan perhatian yang serius dari orang tua sangat mungkin anak-anak kita terjerumus pada hal-hal negatif untuk melepaskan kejenuhan itu. Bimbing dan selalu dampingi anak kita yang tengah beranjak remaja. Perhatikan segala perubahan dan kebutuhannya. Karena pada masa ini remaja sedang mengalami proses pencarian jati diri yang labil. Bentengi keluarga dengan ibadah dan aqidah yang tangguh. Biasakan membaca dan mengkaji Al Qur’an bersama. Bersama anak-anak dan orang tua bekerjasama membentuk keluarga yang terhindar dari panasnya api neraka.

Artikel: penulis Apri Gunawan.

Sumber: mengkajimakna.com

Pos terkait

Comment