Pemkab Dharmasraya Peringati HAK Sedunia

  • Whatsapp

Dharmasraya, Sumbar (BR) – Peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) sedunia yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Dharmasraya ditandai dengan pagelaran sosialisasi anti korupsi di lingkungan pejabat Pemkab Dharmasraya, Senin (14/12) di aula Kantor Bupati Dharmasraya.

Dalam acara sosialisasi anti korupsi itu, Tampil sebagai nara sumber, Dosen FH Unand Dr. Suharizal, SH., MH, Kasi Pidsus Kejari Pulau Punjung Budi Sastera, SH dan Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Lazwardi, SH.

Acara peringatan hari anti korupsi sedunia ini dibuka Kajari Pulau Punjung, Harjo, SH dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Drs. Irsyad, MM, Inspektur Daerah H. Suardi, para kepala SKPD dan kepala bagian.

Kajari Harjo dalam sambutanya menyatakan, memperingati hari anti korupsi sedunia, yang paling penting adalah membangun dan menanamkan semangat anti korupsi dalam diri masing masing.

“semua pihak yg berada dalam wilayah rawan korupsi bisa mencegah dan menutup habis peluang korupsi. Jika semua sudah menutup diri terhadap peluang korupsi dalam segala lapisan, maka angka korupsi bisa ditekan habis. Semuanya mulai dari diri kita,” kata Kajari ini.

Peringatan hari anti korupsi se dunia ini diinisiasi oleh Bagian Hukum dan Organisasi, Setda Kabupaten Dharmasraya. Menurut Ketua Panitia, Irwan Kudus, setiap tahun pihaknya selalu menyelenggarakan peringatan hari anti korupsi se dunia. Tahun ini peringatan anti korupsi ditandai dengan sosialisasi tentang korupsi dengan menghadirkan nara sumber yang berkompeten. Melalui sosialisasi ini diharapkan muncul kesadaran untuk tidak korupsi.

“Seperti dimaklumi, bahwa semua Aparatur Sipil Negara (ASN) berada dalam wikayah rawan korupsi. Mereka diberi amanah untuk mengelola keuangan negara. Oleh karena itu, mereka hidup dalam wilayah rawan korupsi. Wilayah rawan korupsi antara lain pengadaan barang dan jasa, penatausahaan keuangan daerah, pengelolaan pajak dan retribusi, penyelahgunaan wewenang dan jabatan.” paparnya..

Sementara itu, AKP Lazwardi dari Polres Dharmasraya menyebut, banyak motif seseorang melakukan korupsi. Korupsi bisa didorong oleh motif ekonomi, motiv politik, motiv sosial budaya. “Ada seseorang malu disebut miskin dan tidak malu melaksanakan korupsi. Itulah sebabnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan melalui berbagai cara, mencegah, memberantas dan membangun budaya anti korupsi.” ungkapnya.

(nofri)

Pos terkait

Comment