Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang Mendadak Tutup Lapak Pagi-pagi, Ada Apa?

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Pasca razia penerapan protokol kesehatan (prokes) dan rapid tes antigen di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang Timur pada Sabtu (3/7) lalu, rupanya menimbulkan ketakutan bagi para pedagang lainnya.

Seperti yang terjadi pada di Pasar Baru Tanjungpinang, para pedagang mendadak tutup lapaknya pagi-pagi setelah mendengar kabar pemerintah setempat akan melakukan razia dan rapid tes antigen ditempat, Senin (5/7).

Bacaan Lainnya

Ida, salah seorang pedagang di Pasar Baru I Tanjungpinang, mengakui banyak pedagang pilih menutup lapak dagangan setelah mendapat kabar ada rapid tes antigen.

“Sepi sekali hari ini, orang pada pergi. Katanya takut di Swab, tadi ada kabar gitu, jadi orang-orang pada takut,” ujar Ida.

Tidak hanya itu, lanjutnya, para konsumen biasa memenuhi pasar untuk berbelanja juga tampak sepi. Menurutnya, jika kondisi pasar masih berlanjut sepi, hal itu dapat menjadi petaka bagi para pedagang yang mencari nafkah.

“Kasian pedagang, jadi sudah mencari uang buat makan, kita minta kebijaksanaan Pemerintah dalam memberikan solusi ini,” ungkapnya.

Sementara pedagang lain, Abdul Rohman mengatakan, sepinya pembeli disebabkan pedagang dan masyarakat takut untuk datang ke pasar.

“Ya lihat saja sendiri, sepi karena menurut berita burung entah betul atau tidak, hari ini ada swab di pasar ini,” kata Abdul.

Ia menambahkan, bahwa pada umumnya masyarakat tidak takut untuk menjalani antigen. Namun, kata Abdul lebih baik pelaksanaan test itu jangan di Pasar, melainkan ditempat lain.

“Misalnya pelaksanaan vaksin, ya kita ikut kok, coba dibikin seperti itu, kan berhasil,” tukasnya.

Pos terkait

Comment