Oknum Kelurahan Bantah Ancam Warga

  • Whatsapp

​BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Oknum Kelurahan Melayu Kota Piring membantah karena diduga mengancam salah satu warga akan mencoret nama sebagai penerima Beras Miskin (Raskin). Menurut peremuan yang tidak mau ditulis namanya ini, dirinya hanya menanyakan siapa nama orang tua.

Kelurahan menurutnya tidak memiliki wewenag untuk mencoret nama-nama penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bacaan Lainnya

“Saya hanya tanya nama orang tua, tidak pernah mengancam akan mencoret nama penerima PKH,” ucapnya saat menyampaikan klarifikasi kepada awak media, Senin (7/8).

Diakui dirinya, beras raskin dibagi menjadi dua, 15 kilogram dalam karung dan 15 Kilogram dalam kantong pelastik. “Yang dalam pelastik berasnya memang tidak bagus,” tuturnya

Namun, lanjutnya, tidak tidak bisa menukar beras yang tidak bagus. Pihaknya telah membagikan masyarakat 15 kilogram beras yang bagus dan 15 kilogram beras yang kurang bagus.

“Kalau kita bagi masyarakat tukar, nanti masyarakat lain ada yang komplain lagi,” ujarnya

Ditempat yang sama Lurah Melayu Kota Piring, Ferry Lesmana mengatakan telah memberikan teguran baik secara lisan maupun tertulis. Ia mengaku bersalah atas peristiwa dugaan ancaman ini.

“Kami pasti ada salah kalau ada masyarakat yang komplain, kami sebagai pelayan masyarakat minta maaf,” tuturnya

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin komplain terkait beras raskin bisa langsung ke Kelurahan. “Saya harap bagi yang kompalin bisa datang lagsung ke kelurahan,” tuturnya

Diberita sebelumnya, Masyarakat mengeluh Beras Miskin (Raskin) yang didapatkan tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu disampaikan Pak Lina (41) Warga RT 04/RW 5 Kijang Lama, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Ironisnya, saat dirinya mempertanyakan kelayakan beras raskin ini, malah dapat ancaman dari oknum Kelurahan Melayu Kota Piring. 

Ia menjelaskan, pada Juni 2017 dirinya mendapat bantuan Raskin yang kuponnya langsung diserahkan ketua RT kepada dirinya. Setalah mendapat kupon ini, dirinya lagsung datang ke Kelurahan untuk mengambil beras.

Menurutnya, ia mendapat beras raskin sebanyak 30 Kilogram. Namun, dibagi menjadi dua tempat, dalam kantong 15 Kilogram dan dalam kantong 15 Kilogram. 

“Setelah saya cek dalam pelastik bagus berasnya, tapi yang dalam karung tidak bagus, tidak layak untuk dimakan,” ucapnya kepada awak media, Sabtu (5/8)

Lebih lanjut ia mengatakan, meminta anaknya inisial K (15) untuk menukar beras yang lebih bagus ke Kelurahan. Namun, bukan beras yang didapatkan anaknya, akan tetapi ancaman.

“Setelah sampai di Kelurahan anak saya malah dimarahi, dan orang kelurahan bilang sama anak saya. Siapa nama Bapak kamu biar saya coret namanya, karena cuma kalian yang komplin,” ucapnya.

Ia mengaku, terpaksa mengkonsumi beras raskin tidak layak ini, karena tidak memiliki pilihan lain. “Ini sudah posisi bersih ya dek. Sebelum dibersihkan lebih parah dari sini,” tuturnya.

SAHRUL

Pos terkait

Comment