Minim Prestasi,Mahasiswa Tolak Kedatangan Jokowi-JK

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANGl- Minim prestasi rezim Presiden Joko Widodo dan Yusuf Kala, Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Rumah Melayu Kepri (Rumpun Mahasiswa dan Pemuda Melayu Se Provinsi Kepri) menolak kedatangan presiden ke Provinsi Kepri.

Mahasiswa menuding, perwakilan yang datang ke Kepri hanya melirik sumber daya alam di Kepri, karena provinsi Kepri banyak terdapat sumber daya alam. Nanti setelah tau maka akan diekplorasi hanya untuk kepentingan para kapitalis, bukan untuk kepentingan masyarakat Kepri.

“Kami menolak Jokowi JK untuk datang di provinsi Kepri, karena pemerintah Jokowi hanya menjajikan, sampai dua tahun Jokowi belum menunjukkan prestasi,” kata salah satu orator di Jalan Pamedan, Kamis (27/10)

Minimnya prestasi pemerintah Jokowi-Jk, mahasiswa mengaku sangat kecewa, pasalnya pemerintah Jokowi hanya bisa menjanjikan namun tampa realisasi yang jelas. Selain itu, lanjut salah satu orator Jokowi harus memperhatikan provinsi Kepri, masih yang banyak kekurangan.

Saat ini, menurut orator Provinsi Kepri sedang mengalami keterpurukan, karena para pemimpin banyak yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, namun bukan untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap), Juandi disela-sela ujuk rasa mengatakan sebenarnya serumpun melayu bukan menolak kedatangan orang nomor satu di Provinsi Kepri. Kendati demikian dalam spanduk bertulisan “Dua Tahun Pemerintah Jokowi- JK, Menolak Datang di Kepri”. Namun ia mengaku tidak bisa menolak kedatangan Jokowi-JK.

“Kami tidak memiliki hak untuk menolak, yang bertulis di spanduk haya supaya aksi ini lebih terlihat garang,” katanya

Juandi mengakui menyampaikan keritik, karena kekecewaan terhadap rezim Jokowi-JK. Pasalnya sebelum menjadi presiden dan wakil presiden Jokowi-JK telah menjanjikan 10 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia.

Saat ini, menurut Juandi memang sudah ada 10 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Namun yang banyak mengisi 10 ribu lapangan kerja kebanyakan dari tenaga kerja asing.(SARUL)

Pos terkait

Comment