Kerusuhan 22 Mei, HMI Kecam Tindakan Refrensif Polisi

  • Whatsapp
Mahasiwa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tanjungpinang-Bintan saat menyamikan orasi di depan Tugu Proklamasi, Tanjungpinang

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tanjungpinang-Bintan mengecam tindakan reprensif kepolisian saat mengamankan aksi damai di depan Bawaslu RI.

Kencaman tersebut disampaikan saat mahasiswa menggelar aksi damai di depan Tugu Proklamasi, Tepi Laut, Tanjungpinang, Jum’at (24/5).

Aksi tersebut dimulai sekira pukul 16.00 WIB, mahasiswa membawa alat praga berupa spanduk yang bertuliskan ‘Polri Gagal Melindungi Aksi Damai, Usut Tuntas Penembakan’.

“Kami mengutuk keras aksi penembakan pada saat aksi damai di Kantor Bawaslu RI pada 22 Mei,” teriak salah satu mahasiswa saat menyampaikan orasi.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan Muhammad Arifin saat menyampaikan orasi

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan Muhammad Arifin mengatakan, pihaknya meminta usut tuntas penembakan yang menyebabkan enam orang tewas dalam aksi damai tersebut.

“Mengecam jajaran Polri untuk tidak melakukan provokasi, tindakan refrensif serta mengusut tuntas pelaku penembakan aksi damai,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, lanjut Arifin, pihaknya juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk membentuk tim pencari fakta atas meninggalnya ratusan petugas KPPS.

“Kami juga meminta masyarakat untuk ambil peduli bermusyawarah dan selalu berlandaskan pancasila demi masa depan bangsa dan negara dan meminta seluruh stake holder petinggi negara untuk segera ambil sikap demi keutuhan NKRI,” tukasnya.

Pantauan Barometerrakyat.com di lokasi, aksi damai tersebut berjalan aman dan damai mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.*

Pos terkait

Comment