Karantina Tanjungpinang Sertifikasi Komoditas Pertanian, Ekspor Babi Potong Capai Rp20,9 Miliar

  • Whatsapp
Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan babi yang akan di ekspor (Foto : Ist)

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Karantina Pertanian Tanjungpinang kembali melakukan fasilitasi sertifikat ekspor terhadap komoditas pertanian asal Pulau Bintan dan Pulau Bulan dengan nilai Rp21 miliar.

Komoditas pertanian yang diekspor (7/4) tersebut berupa babi potong tujuan Singapura, karet lempengan dan produk olahan kelapa yang siap dikirim ke berbagai negara tujuan.

Bacaan Lainnya

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyono Nugroho mengatakan, komoditas pertanian yang diekspor didominasi sektor peternakan berupa babi potong senilai Rp20,9 miliar sementara dari sub sektor perkebunan berupa karet lempengan dan produk olahan kelapa senilai Rp45 juta.

BACA JUGA: Rahma Kembali Rotasi Pejabat Eselon II Tanjungpinang, Djasman Jadi Kepala BPKAD

“Komoditas pertanian ini telah dipastikan sehat dan aman di negara tujuan, karena sebelum diekspor kami melakukan serangkaian tindakan karantina pertanian sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” kata Raden melalui keterangan persnya, Jumat (8/4/2022).

Menurut Raden, hingga kini komoditas pertanian ekspor asal Tanjungpinang laris di negara tujuan terutama hewan ternak berupa babi. Hampir setiap hari babi potong diekspor dan telah disertifikasi oleh pejabat karantina.

“Ekspor babi dari Pulau Bulan setiap hari sekitar 1000 ekor,” ucap Raden.

BACA JUGA: Kepri Salah Satu Provinsi Penerima Hibah Investasi Program Compact-2 MCC

Lebih lanjut, Raden menjelaskan, selain dari sub sektor peternakan, pihaknya juga terus mendorong dari sub sektor lain untuk terus menggiatkan ekspor, khususnya komoditas karet dan kelapa dengan memberikan pendampingan pelaku usaha untuk pemenuhan persyaratan teknis.

Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Jokowi Widodo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jambi juga melepas ekspor komoditas pertanian berupa pinang biji.

Pos terkait

Comment