Panglima dan Para Hulubalang LAM Kepri yang bertugas menjaga situs sejarah di Pulau Penyengat.
(fhulubalang)
BAROMETERRAKYAT.COM,TANJUNGPINANG– Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau kembali melaksanakan kegiatan penjagaan di sejumlah situs sejarah Pulau Penyengat pada Minggu (5/7).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Hulubalang dalam menjaga marwah warisan budaya Melayu sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Sebanyak 15 orang Hulubalang diterjunkan untuk menjaga beberapa titik situs sejarah yang menjadi ikon Pulau Penyengat. Selain melaksanakan penjagaan, para Hulubalang juga menghibur para pengunjung melalui penampilan gendang silat dan silat tradisional Melayu, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati peninggalan sejarah, tetapi juga dapat menyaksikan langsung kekayaan seni dan budaya Melayu.
Kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, dengan menempatkan 15 orang Hulubalang di kawasan situs-situs bersejarah Pulau Penyengat.
Ketua Bidang Kebudayaan dan Kesenian Hulubalang LAM Kepulauan Riau, Dato’ Juandi Bin M. Taher, mengatakan bahwa kehadiran Hulubalang di Pulau Penyengat bukan hanya untuk menjaga situs sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali denyut kebudayaan Melayu di tanah yang memiliki nilai sejarah besar bagi bangsa Melayu.
“Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata sejarah, tetapi merupakan pusat peradaban Melayu yang melahirkan tokoh-tokoh besar, karya-karya agung, dan menjadi saksi perjalanan bangsa Melayu. Karena itu, situs-situs sejarahnya harus dijaga, bukan hanya bangunannya, tetapi juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.”
Beliau menambahkan, melalui penampilan gendang silat dan silat tradisional, Hulubalang ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada setiap pengunjung.
“Kami ingin setiap orang yang datang ke Pulau Penyengat tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga merasakan hidupnya budaya Melayu. Sebab budaya yang terus dipraktikkan akan tetap hidup, sedangkan budaya yang hanya dikenang perlahan akan ditinggalk,” ujar Juandi seorang hulubalang LAM Kepri yang juga penggiat budaya melayu saat di Gedung Balai Adat Pulau Penyengat.
Menurut Dato’ Juandi, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Hulubalang terhadap pelestarian budaya dan pengembangan wisata sejarah berbasis budaya di Kepulauan Riau.
Hulubalang LAM Kepulauan Riau berharap kegiatan rutin ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga situs-situs bersejarah sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu yang membanggak








Comment