Huzrin Hood Minta Proyek Andalan Nurdin Basirun Dihentikan

  • Whatsapp
Tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau Huzrin Hood

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) meminta Plt Gubernur Kepri untuk menghentikan sementara proyek Gurindam 12 yang berada di tepi laut, Tanjungpinang.

Ketua BP3KR Huzrin Hood mengatakan, dari awal sudah tidak setuju pembangunan proyek multiyers tersebut.

Bacaan Lainnya

Dia menilai, proyek andalan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun itu tidak memiliki dampak untuk kesejahteraan masyarakat dan merupakan pemborosan anggaran.

Baca : Huzrin Hood Akan Deklarasi Maju Pilgub Kepri

“Proyek gurindam menghabiskan ratusan miliar, sedangkan masyarakat banyak yang susah,” ujarnya kepada awak media, Selasa (17/9).

Dia mengatakan, jika pemerintah tetap ngotot ingin melanjutkan proyek tersebut diharapkan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dia mengusulkan pembangunan tersebut dengan APBN atau menggunakan pihak ketiga yang melaksanakan pembangunan.

Baca Juga : Giliran Dinas Pariwisata Digeledah KPK

“Jika proyek ini diteruskan, BP3KR dengan elemennya akan menghentikan kegiatan gurindam 12 melalui aksi-aksinya,” tegasnya.

Progres Proyek Gurindam 12

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto melakukan peninjauan progres proyek Gurindam 12, Senin (16/9) kemarin.

“Saat ini pengerjaan sudah mencapai 32 persen dan akhir tahun 2019 pengerjaan proyek sudah mencapai 50 persen” kata Isdianto.

Adik almarhum Muhammad Sani itu mengaku optimis hingga sisa waktu pengerjaan tahap awal hingga Desember 2019 mendatang mencapai 50 persen.

Sehingga proyek tersebut dapat dilanjutkan pada tahun 2020 mendatang.

“Target akhir tahun ini selesai 50 persen, kemudian dilanjutkan pada tahun 2020,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Kepri Naharudin mengatakan, sesuai dengan DED, Pemprov mengalokasi anggaran Rp 530 untuk proyek tersebut.

Menurutnya, sesuai dengan MoU DPRD Kepri proyek tersebut dikerjakan selama tiga tahun berturut-turut.

Tahun 2018 lalu dianggarkan sebesar Rp 90 Miliar, 2019 dianggarkan Rp 213 Miliar dan 2020 mendatang dianggarkan Rp 218 Miliar.

SAHRUL

Pos terkait

Comment