Darurat LGBT, Siswa SMP Jadi Korban Guru Les Musik

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, PADANG PANJANG – Ketika manusia diperbudak hawa nafsu, dan tak mampu mengendalikan diri dari bujukan setan, maka perbuatan laknat terasa nikmat diperbuatnya. Memang, Setan piawai membuat hal yang menjijikkan jadi tampak indah dimata manusia.

Ditengah-tengah maraknya LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) jadi topik pembicaraan hangat, pada 14 februari 2016 seorang siswa laki-laki di SMP 2 Padang panjang, jadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru les musik. Pelaku NS (35) ini melancarkan aksi pencabulan terhadap AD (15) di studio musik milik NS. di Jl. Perintis Kemerdekaan, Padang Panjang.

Menurut AD, ia ingin menjadi vokalis band. Maka dari itu, ia datang ke studio musik pelaku untuk berlatih vokal. Bejatnya, sebelum memulai latihan, pelaku memberikan sabu kepada korban. Setelah korban merasa pusing, pelaku menyuruh korban membuka pakaian dan diajak berkaraoke.

“Sebelum saya diajari berlatih vokal, saya disuruh menghisap obat, saya tidak tau itu obat apa. Tapi katanya itu untuk membuat latihan vokal jadi lancar, dan meningkatkan rasa percaya diri saat bernyanyi.” ungkap AD

Hal ini baru diketahui orangtua korban setelah korban yang pada senin, 22 februari lalu mengikuti upacara bendera. Lalu korban merasa pusing, dan gurunya merasa heran karena tak biasanya AD seperti itu. Setelah mendengar cerita korban, guru dan orangtuanya merasa marah dan pada hari itu juga langsung melapor ke Mapolres Kota Padang Panjang.

“Kasus ini cukup mengagetkan, karena pelaku tak hanya melakukan pencabulan sesama jenis, kepada anak dibawah umur, tapi juga memberi sabu kepada korban” ungkap iptu ismet.

pelaku NS dibekuk di studio musik miliknya pada selasa, 23/2 sore. Saat digeledah, dilokasi ditemukan alat isap (bong) yang masih berisi sabu, yang diduga diberikan oleh NS kepada AD.

Dihadapan penyidik satreskrim, NS mengakui perbuatannya. Dan mengatakan bahwa ia hanya mencabuli satu korban.

Meskipun begitu, penyidik tak langsung percaya pengakuan NS. Sebab, NS dikenal tak hanya sebagai guru les musik, tapi juga sebagai pelatih basket. Diduga masih ada korban lain yang pernah dicabuli oleh NS.

Sejak melapor ke mapolres kota padang panjang, hingga kini korban masih belum masuk sekolah. Korban yang merupakan siswa kelas 3 di SMP Padang Panjang ini menjadi trauma akibat perlakuan bejat NS. (RIO EFFENDI)

Pos terkait

Comment