Siswa SDN 010 Teluk Sebong Bintan usai mengikuti pelajaran ektrakulikuler Program Miing Li
(fistmw)
BAROMETERRAKYAT.COM,BINTAN– SDN 010 Teluk Sebong, Kabupaten Bintani resmi meluncurkan program ekstrakurikuler unggulan bertajuk Ming Li, yang menggabungkan pembelajaran Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris secara terpadu untuk seluruh siswa mulai dari kelas rendah hingga tinggi, pada Rabu (8/7) di lingkungan sekolah.
Program ini sebenarnya telah berjalan sebagai percontohan selama satu tahun ajaran sebelumnya, dan mendapatkan respon luar biasa dari para siswa maupun orang tua. Tercatat sebanyak 100 siswa dari berbagai tingkatan kelas telah aktif mengikuti pembelajaran, menjadikan Ming Li sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler paling diminati di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SDN 010 Teluk Sebong, Imam Aji Subagyo, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Menurutnya, penguasaan bahasa asing sejak dini menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda di wilayah Kepulauan Riau, mengingat posisi geografis dan potensi ekonomi daerah yang sangat strategis.
“Ming Li adalah terobosan yang sangat tepat dan luar biasa. Kita berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, serta memiliki banyak kawasan wisata, industri, dan investasi asing seperti di Lagoi, Lobam, hingga PT Bintan Alumina Indonesia. Tentu saja, kemampuan berbahasa asing akan menjadi modal utama bagi anak-anak kita untuk bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan daerah kelak,” ujar Imam Aji saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/7).
Program ini,katanya hadir menjawab tantangan ketersediaan pengajar Bahasa Mandarin yang masih sangat terbatas di tingkat pendidikan dasar.
“Seringkali kesempatan belajar bahasa ini baru terbuka saat jenjang menengah atau perguruan tinggi. Melalui Ming Li, kami ingin anak-anak mendapatkan bekal tersebut sejak dini, sehingga lebih matang saat melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ujarnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tanjungpinang.
Sementara itu, tutor utama program Ming Li, Kutut Mahmuda atau yang akrab disapa Miss Gusti, menyampaikan bahwa materi pembelajaran disusun dengan metode yang menyenangkan dan disesuaikan dengan kemampuan anak sekolah dasar.
Tidak hanya sekadar menghafal kosakata, siswa juga diajak berlatih percakapan, memahami budaya, serta menggunakan bahasa dalam situasi nyata.
Ia berharap semangat belajar yang sudah ditunjukkan anak-anak selama masa percontohan terus ditingkatkan.
” Jadikan kemampuan ini sebagai bekal berharga untuk masa depan mereka. Bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk memperluas wawasan dan menjalin persahabatan dengan siapa saja dari berbagai negara,” ujar Miss Gusti.
Para orang tua siswa pun menyambut positif kehadiran program ini. Salah satu wali murid mengaku senang anaknya kini lebih percaya diri berbicara bahasa asing dan mulai tertarik mempelajari budaya lain tanpa melupakan jati diri bangsa.
Ke depannya, pihak sekolah berencana memperluas cakupan kegiatan Ming Li dengan melibatkan partisipasi orang tua serta menyelenggarakan pementasan budaya dan lomba bahasa untuk mempertajam kemampuan siswa secara nyata.
Editor: SIVA AR






Comment