Tahun 2023 Kepri Targetkan 1,2 Juta Kunjungan Wisman

  • Whatsapp

Gubernur Kepri Ansar temui Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI
(F.Diskominfo).

BR.KEPRI- Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersamaFrans Gunara dari

Bintan Cakrawala Resor
(BRC) Lagoi, Arie Gunadi dari Nongsa Point Marina Batam,
menemui Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI Silmy Karim terkait
usulan pengurangan biaya Visa On Arrival (VOA) khusus pintu masuk wisatawan luar negeri di Kepulauan Riau,
di ruang rapat Dirjen Imigrasi Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Ansar memaparkan, kunjungan wisatawan mancanegara di Kepri rata-rata hanya seminggu atau tiga hari. Biaya Visa kunjungan Saat kedatangan khusus wisata (30 hari) sebesar Rp 500 ribu, memberatkan wisman yang ingin berlibur ke Batam dan Bintan.

Ia mengusulkan pengurangan biaya Visa untuk kunjungan wisata yang hanya satu minggu atau tiga hari saja, karena dengan pengurangan tersebut wisman lebih tertarik datang liburan ke Kepr.

Tahun 2023,Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau 1,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

“Untuk mengejar target 1,2 juta kunjungan wisman , maka dari itu kami sangat mengharapkan Dirjen Imigrasi bisa mempertimbangkan usulan kami,” kata Ansar.

Dirjen Imigrasi Silmy karim menyambut baik usulan yang disampaikan.
Ia menjanjikan akan segera membahas hal tersebut untuk mendukung lonjakan kunjungan wisman ke Kepri.

” Dirjen Imigrasi akan mendukung, mempermudah, dan siap memfasilitasi segala hal agar urusan perizinan khusus nya visa arival kalau memang bisa kita realisasikan akan segera kita laksanakan,” kata Silmy Karim.

Silmy Karim pun meminta Gubernur dan pelaku pariwisata di Kepri untuk mempersiapkan proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri di Tahun 2023. Hal itu sebagai dasar penguat pengambilan kebijakan pengurangan biaya Visa On Arrival di Kepri.

Selain itu, Gubernur juga mengusulkan penetapan kembali status Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang menjadi bandara internasional. Status Bandara Internasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah sangat dibutuhkan untuk menunjang pintu masuk wisatawan mancanegara di Kota Tanjungpinang dan pulau Bintan secara keseluruhan.

Pos terkait

Comment