Paguyuban Seni Bela Diri Pernapasan TWI Sosialisasi Kesekolah

  • Whatsapp
Ketua Cabang Seni Bela Diri Penapasann Tapak Wali Indonesia Tanjungpinang Mujahidin memaparkan sosialisasi PPK

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Pengurus Cabang Paguyuban Seni Bela Diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia (TWI) Tanjungpinang menyambangi SMA Negeri I Tanjungpinang, Jum’at (1/2).

Kunjugan pengurus TWI ke SMA Negeri I ini dalam rangka silaturahmi sekaligus mensosialisasikan tentang Penguatan Pedidikan Karakter (PPK) yang dianjurkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada siswa dan siswi di sekolah tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Cabang Paguyuban Seni Bela Diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia Mujaidin dihadapan ratusan siswa dan siswi SMAN I Tanjungpinang memaparkan tentang makna dari kata Paguyuban Seni Bela Diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia.

“Paguyuban itu adalah kumpulan dari orang-orang yang ingin sehat, dan tidak beraflisiasi kepada kelompok, aliran tertentu,” ujar Mujaidin.

Muja sapaan akrap Mujaidin menuturkan, paguyuban ini juga tidak mengolah agama tertentu.

Sementara seni, kata Muja, merupakan keindahan yang akan dibentuk pada diri yang belajar di pengolahan napas.

“Bela diri sendiri bukanlah untuk mencari lawan, dipertandingkan. Namun bela diri disini untuk membentengi diri dari pengaruh buruk. Sedangkan pernapasan adalah yang diolah sehingga napas yang masuk adalah kebaikan dan yang dikeluarkan adalah keburukan,” ucapnya.

“Tapak itu jejak kebaikan, Wali itu adalah wakil Tuhan. Kita semua adalah wali atau wakil Tuhan dimuka bumi ini untuk kebaikan. Sementara Indonesia adalah negara yang damai tempat kedudukan TWI,” paparnya.

Mujaidin menambahkan sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) itu ada di dalam Tapak Wali Indonesia yang mengolah rasa, hati, jiwa dan olah raga.

“Untuk menuju generasi Indonesia emas pada tahun 2045,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sejak dini generasi penerus bangsa ini harus dibentengi dari hal-hal buruk, seperti narkoba dan kenakalan remaja lainnya.

Selain itu, Muja juga menjelaskan mengenai seragam Tapak Wali Indonesia ini bukanlah semacam pakaian silat atau bela diri lainnya.

“Ini hanya pakaian olah raga khas di TWI,” katanya.

Usai menyampaikan sosialisasi pengurus TWI juga melanjutkan silaturahmi dengan Kepala Sekolah SMAN I Tanjungpinang Dr Imam Syafii SPd. MSi.

Imam Syafii menyambut baik sosialisasi yang dilaksanakan oleh TWI disekolahnya.

Menurutnya di SMAN I Tanjungpinang sudah banyak kegiatan ektrakulikuler sekolah yang cukup padat.

“Mudah-mudahan TWI juga bisa menjadi bagian dari siswa kami, nanti kita koordinasikan juga dengan orang tua walinya,” ucapnya.

RAMDAN

Pos terkait

Comment