Jum’at Ini Polres Akan Tentukan Nasib Pompong Tenggelam

  • Whatsapp

BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG- Terkait dengan tengelamnya pompong dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat, Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang akan menetapkan nasib tengelamnya pompong tersebut. Jum’at (23/9) mendatang.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, Melalui Kasubag Humas Polres Tanjungpinang, AKP Zalukhu mengatakan Jum’at mendatang akan melakukan rilis terkait kasus pompong yang tengelam ini.

“Nanti hari Jum’at akan ada pres rilisnya,” kata Zalukhu saat dikonfirmasi Barometerrakyat.com melalui sambungan telepon, Selasa (20/9)

Sementara itu, disinggung apakah rilis Jum’at mendatang, untuk menetapkan tersangka. Namun Zalukhu belum sedia membocorkannya.

“Silahkan datang aja nanti (Rilis _ Red) di Mapolres Tanjungpinang,” ungkap Zalukhu singkat

Diketahui, pompong yang tengelam, Minggu (21/8) yang lalu menewaskan 15 orang penumpang.

Atas kasus ini, Kepolisian telah memeriksa 8 saksi.Namun Polisi belum menetapkan tersangka tragedi pompong tenggelam tersebut.

Kepala Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, melalui Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan mengatakan perlu pendalaman terhadap kasus pompong tengelam tersebut.

Menurutnya, untuk melakukan pendalaman kasus tersebut, pihaknya akan memangil saksi-saksi yang sudah di periksa sebelumnya.

“Kita akan pangil 8 saksi kembali, yang sudah diperiksa sebelumnya,” ungkapnya di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (31/8) kemarin

Saat ditanya dari hasil pemeriksaan 8 saksi, apakah sudah ada yang bisa ditetapkan tersangka, Andri mengaku perlu kehati-hatian menetapkan seseorang menjadi tersangaka.

“Kita berhati-hati dalam menetapkan pasal yang kita sangkakan, akan dilakukan pemangilan ulang saksi yang sudah diperiksa,” katanya.

Sementara itu, Said Ismarullah (30) tekong pompong Tanjungpinang- Penyengat tengelam, sudah diperiksa selama 7 jam.

Usai pemeriksaan, saat ditanya awak media sekitar pertanyaan yang ditanya oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang, Said mengaku lupa apa yang sudah ditanyakan kepada dirinya.

“Saya tidak ingat, pertanyaan yang diajukan, intinya menanyakan kejadian maut tersebut,” ungkapnya kepada awak media

Atas kejadian pompong tengelam tersebut, bapak dua anak ini meminta maaf kepada keluarga korban, Said mengaku sudah berupaya agar pompong yang dibawa tidak tengelam.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, dan saya sudah berusaha agar kapal yang saya bawa tidak tenggelam namun apa daya Tuhan berkehendak lain,” ujarnya

Ditempat yang sama, Salmah (59) ibu kandung dari Said juga meminta maaf. kepada seluruh keluarga korban tenggelamnya pompong yang di Nahkodai oleh anaknya tersebut.

Selain itu, Salmah juga meminta kepada pihak polisi jika nanti anaknya dinyatakan salah mohon dihukum yang seringan-ringannya karena kejadian ini merupakan kejadian yang tidak disengaja oleh anaknya tetapi karena bencana alam.

Menurutnya, Said adalah tulang punggung keluarga, pekerjaan cuma itu saja, dan sementara itu anak-anaknya masih kecil dan masih membutuhkan biaya untuk sekolah.

“Anaknya dua yang pertama kelas satu sekolah dasar dan yang kedua umur lima tahun,” imbuhnya.(SAHRUL)

Pos terkait

Comment