<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oknum Dokter Suntik Bidan | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/oknum-dokter-suntik-bidan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Oknum Dokter Suntik Bidan | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hanya Dituntut 5 Bulan Penjara</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hanya-dituntut-5-bulan-penjara/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hanya-dituntut-5-bulan-penjara/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2019 05:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Hanya Dituntut 5 Bulan Penjara]]></category>
		<category><![CDATA[Oknum Dokter Suntik Bidan]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Kali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=27181</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Sidang lanjutan perkara dugaan penganiayaan terhadap bidan Destriana Dewanti dengan terdakwa dr. Yusrizal kembali <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hanya-dituntut-5-bulan-penjara/" title="Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hanya Dituntut 5 Bulan Penjara" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hanya-dituntut-5-bulan-penjara/">Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hanya Dituntut 5 Bulan Penjara</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Sidang lanjutan perkara dugaan penganiayaan terhadap bidan Destriana Dewanti dengan terdakwa dr. Yusrizal kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (23/5).</p>
<p>Sidang lanjutan tersebut dalam agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia. Jaksa menuntut terdakwa dengan tuntutan ringan lima bulan penjara.</p>
<p>Jaksa menyebutkan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dalam dakwaan primer.</p>
<p>&#8220;Perbuatan terdakwa melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP,&#8221; kata Mona -sapaanya- dalam persidangan.</p>
<p>Dia mengatakan pertimbangan pihaknya menuntut terdakwa lima bulan penjara yakni terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatannya.</p>
<p>&#8220;Terdakwa juga sudah meminta maaf,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_27182" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_20190523_113335.jpg"><img class="size-full wp-image-27182" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_20190523_113335.jpg" alt="" width="780" height="500" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_20190523_113335.jpg 780w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG_20190523_113335-768x492.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Terdakwa dr. Yusrizal usai menjalani persidangan</figcaption></figure>
<p>Atas tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Andi M. Asrun mengatakan, akan mengajukan pembelaan atau pledoi.</p>
<p>&#8220;Setelah berkonsultasi dengan penasehat hukum, saya akan mengajukan pembelaan,&#8221; ujar terdakwa dalam persidangan.</p>
<p>Setelah mendengar tuntutan tersebut, ketua majlis hakim Admiral menunda sidang dan sidang akan kembali digelar besok dalam agenda pembelaan terdakwa.</p>
<p>Sebelummya, secara singkat dalam dakwaan penuntut umum peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di rumah terdakwa yang berada di Perum. Pinang Mas Residen Kilometer 8 Kota Tanjungpinang pada Rabu, 10 Oktober 2018.</p>
<figure id="attachment_26943" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330.jpg"><img class="size-full wp-image-26943" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330.jpg" alt="" width="780" height="500" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330.jpg 780w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330-768x492.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Terdakwa dr. Yusrizal saat meminta maaf kepada korban Destriana Dewanti di dalam persidangan</figcaption></figure>
<p>Peristiwa itu berawal terdakwa meminta korban untuk memasang infus dan singkat cerita korban sepakat memasang infus. Korban dan terdakwa sama berkerja di Klinik bersalin Alrasha.</p>
<p>Namun, sampai dirumah terdakwa infus set dan air infus tidak ada, kemudian terdakwa meminta disuntik vitamin c.</p>
<p>Korban mulai memasangkan venflon (Abocath) ke punggung tangan sebelah kiri terdakwa tetapi tidak masuk karena plastik jarum venflon nya rusak sehingga korban tidak jadi memasangkan alat tersebut ke tubuh terdakwa.</p>
<p>Selanjutnya terdakwa menawarkan kepada korban untuk suntik vitamin C sekaligus pemutih. Awalnya, korban menolak disuntik, namun karena desakan akhirnya korban mau disuntik vitamin.</p>
<p>Kemudian saat cairan tersebut baru masuk sekitar dua CC, korban merasa nyeri dan pedih pada tangannya sehingga korban minta untuk berhenti disuntik dan tiba-tiba korban langsung tidak sadarkan diri.</p>
<p>Singkat cerita, sekira pukul 10.30 Wib terdakwa membangunkan korban dan saat itu korban merasa pusing di kepalanya dan merasa tubuhnya sangat lemas.</p>
<p>Kemudian berdasar hasil visum terdapat 56 bekas luka tusukan pada kedua tangan dan kaki korban.</p>
<p><span style="color: #999999;">SAHRUL</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hanya-dituntut-5-bulan-penjara/">Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Hanya Dituntut 5 Bulan Penjara</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-hanya-dituntut-5-bulan-penjara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembacaan Tuntutan Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Ditunda</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/sidang-tuntutan-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-ditunda/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/sidang-tuntutan-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-ditunda/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2019 09:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Oknum Dokter Suntik Bidan]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Kali]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Tuntutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=27111</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan bidan Destriana Dewanti dengan terdakwa dr. Yusrizal ditunda, <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/sidang-tuntutan-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-ditunda/" title="Pembacaan Tuntutan Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Ditunda" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/sidang-tuntutan-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-ditunda/">Pembacaan Tuntutan Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Ditunda</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan bidan Destriana Dewanti dengan terdakwa dr. Yusrizal ditunda, Senin (20/5). Sidang lanjutkan tersebut diagendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jaksa mengatakan, pembacaan tuntutan ditunda karena surat tuntutan belum siap karena Kepala Kejaksaan Negeri tengah mengikuti diklat. “Hari Kamis baru kembali,” kata Jaksa Mona Amelia dalam persidangan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu, ketua majlis hakim Admiral didampingi hakim anggota Iriaty Khairul Ummah dan Santonius Tambunan menunda sidang hingga hari Kamis, 23 Mei 2019. “Sidang akan dilaksanakan kembali pada hari Kamis,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya, t</span>erdakwa dr. Yusrizal didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia dengan dakwan alternatif atau pasal berlapis.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Dalam surat dakwaan, JPU menyebutkan bahwa terdakwa telah melanggar pasal Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 360 ayat (1) KUHP.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Secara singkat, dalam dakwaan penuntut umum peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di rumah terdakwa yang berada di Perum. Pinang Mas Residen Kilometer 8 Kota Tanjungpinang pada Rabu, 10 Oktober 2018.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Peristiwa itu berawal tersangka meminta korban untuk memasang infus dan singkat cerita korban sepakat memasang infus. Korban dan terdakwa sama berkerja di Klinik bersalin Alrasha.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Namun, sampai dirumah terdakwa infus set dan air infus tidak ada, kemudian terdakwa meminta disuntik vitamin c.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Korban mulai memasangkan venflon (Abocath) ke punggung tangan sebelah kiri terdakwa tetapi tidak masuk karena plastik jarum venflon nya rusak sehingga korban tidak jadi memasangkan alat tersebut ke tubuh terdakwa.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Selanjutnya terdakwa menawarkan kepada korban untuk suntik vitamin C sekaligus pemutih. Awalnya, korban menolak disuntik, namun karena desakan akhirnya korban mau disuntik vitamin.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kemudian saat cairan tersebut baru masuk sekitar dua CC, korban merasa nyeri dan pedih pada tangannya sehingga korban minta untuk berhenti disuntik dan tiba-tiba korban langsung tidak sadarkan diri.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Singkat cerita, sekira pukul 10.30 Wib terdakwa membangunkan korban dan saat itu korban merasa pusing di kepalanya dan merasa tubuhnya sangat lemas.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kemudian berdasar hasil visum terdapat 56 bekas luka tusukan pada kedua tangan dan kaki korban.*</p>
</div>The post <a href="https://barometerrakyat.com/sidang-tuntutan-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-ditunda/">Pembacaan Tuntutan Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Ditunda</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/sidang-tuntutan-oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-ditunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Minta Maaf</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-minta-maaf/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-minta-maaf/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2019 09:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Minta Maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Oknum Dokter Suntik Bidan]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Kali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=26941</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Sidang lanjutan dugaan penganiayaan bidan Destriana Dewanti dengan terdakwa dr. Yusrizal kembali digelar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-minta-maaf/" title="Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Minta Maaf" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-minta-maaf/">Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Minta Maaf</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Sidang lanjutan dugaan penganiayaan bidan Destriana Dewanti dengan terdakwa dr. Yusrizal kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (13/5).</p>
<p>Sidang lanjutan tersebut dalam agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia. Dalam persidangan, jaksa menghadirkan 10 saksi, salah satunya korban Destriana Dewanti.</p>
<p>Usai mendengarkan keterangan saksi korban ada peristiwa unik terjadi. Ketua Majlis Hakim Admiral menanyakan pada korban apakah masih menyimpan dendam kepada terdakwa.</p>
<p>&#8220;Apakah korban masih dendam?,&#8221; Tanya majlis hakim. &#8220;Tidak ada dendam,&#8221; jawab korban Wati.</p>
<figure id="attachment_26943" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330.jpg"><img class="size-full wp-image-26943" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330.jpg" alt="" width="780" height="500" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330.jpg 780w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG20190513143330-768x492.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Terdakwa dr. Yusrizal saat meminta maaf kepada korban Destriana Dewanti di dalam persidangan</figcaption></figure>
<p>Kemudian, ketua Majlis hakim kembali melanjutkan pertanyaan apakah korban sudah ikhlas atas peristiwa tersebut. &#8220;Saya berusaha ikhlas,&#8221; kata korban.</p>
<p>Majlis hakim, langsung bertanya kepada terdakwa apakah ingin meminta maaf kepada korban. Terdakwa langsung menjawab ingin meminta maaf.</p>
<p>&#8220;Saya sendiri dengan penuh kesadaran, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan keluarga saya juga seperti itu, kami berharap dapat dimaafkan,&#8221; ujar terdakwa saat meminta maaf kepada korban dalam persidangan.</p>
<p>Majlis hakim menegaskan, proses hukum terus berjalan meskipun terdakwa dan korban telah saling memaafkan.</p>
<p>Sebelumnya, terdakwa dr. Yusrizal didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia dengan dakwan alternatif atau pasal berlapis.</p>
<p>Dalam surat dakwaan, JPU menyebutkan bahwa terdakwa telah melanggar pasal Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 360 ayat (1) KUHP.*</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-minta-maaf/">Oknum Dokter Suntik Bidan Puluhan Kali Minta Maaf</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/oknum-dokter-suntik-bidan-puluhan-kali-minta-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
