Redam Potensi Konflik Sosial Soal Distribusi Air Bersih Di Batam,Polda Kepri Silaturahmi Bersama Tomas Dan Toga

  • Whatsapp

.

Tokoh masyarakat dan tokoh agama kota Batam saat berdialog dengan Polisi terkait air bersih
(f.istw)

BAROMETERRAKYAT.COM,BATAM– Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan komitmen Polri dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dalam menyikapi aspirasi masyarakat terkait gangguan distribusi air bersih di Kota Batam.

Sebagai tindak lanjut atas dinamika tersebut, jajaran Polda Kepri melalui Polsek Batu Ampar Polresta Barelang melaksanakan langkah preventif dan dialogis dengan menggelar silaturahmi bersama tokoh masyarakat (tomas) tokoh agama (toga), ketua RW, serta perwakilan LSM di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Senin (26/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan meredam potensi konflik sosial serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Polri merupakan wujud nyata negara hadir dalam mengawal aspirasi masyarakat agar tersampaikan secara tertib dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Polri hadir untuk memastikan pendistribusian berjalan lancar, tepat sasaran, serta mencegah munculnya persoalan sosial lanjutan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kehadiran dan pengawalan kepolisian mendapat apresiasi dari masyarakat Tanjung Sengkuang. Warga menilai langkah Polsek Batu Ampar mampu menciptakan rasa aman, menekan potensi keributan, serta memastikan penanganan persoalan air bersih berjalan lebih tertib dan kondusif. Masyarakat berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga hingga distribusi air bersih kembali normal sepenuhnya.

Sejalan dengan langkah pengamanan tersebut, di tingkat kebijakan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam juga menunjukkan sikap tegas. Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan akan mengevaluasi kerja sama pengelolaan air bersih apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kalau tidak bisa memenuhi kebutuhan air, kita putus saja, tak usah kerja sama. Saya maunya ada air untuk warga. Ke depan, kalau memang kerja sama berlanjut, harus 24 jam ada air bersih,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan kepada pengelola air bersih agar bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan publik, sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang terdampak gangguan distribusi air.

Sebagai penutup, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., melalui Kabidhumas Polda Kepri mengimbau seluruh masyarakat Kota Batam agar bijak dalam menyikapi dinamika yang berkembang, khususnya di ruang publik dan media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, maupun hoaks yang dapat memicu perpecahan dan mengganggu kondusivitas kamtibmas. Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, ketertiban, dan keamanan demi terciptanya Batam yang aman, rukun, dan harmonis.

Pos terkait

Comment