Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani Putri hadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 di Bintan Agro Beach Resort, Kamis (18/6).
BAROMETERRAKYAT.COM,BINTAN-Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bintan secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 yang digelar di Bintan Agro Beach Resort, Kamis (18/6).
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani Putri menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan. Tidak lagi hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita, Posyandu kini berkembang sebagai wadah pelayanan terpadu berbasis masyarakat yang mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, sosial, perumahan rakyat, dan pekerjaan umum.
Menurutnya penguatan Posyandu menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.
“Posyandu kini melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia, sehingga memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan sejumlah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Bintan berdasarkan data tahun 2025, yakni masih terdapat 4 kasus kematian ibu, 21 kasus kematian bayi, serta 305 kasus stunting. Data tersebut menjadi pengingat bahwa masih diperlukan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu menilai salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah keberadaan Posyandu yang berjalan secara administratif, namun belum mendapatkan pembinaan yang optimal sehingga dampaknya bagi masyarakat belum maksimal.
” Diharapkan Bimtek ini mampu melahirkan Tim Pembina Posyandu yang memahami tugas dan fungsi, solid dalam bekerja, serta aktif melakukan pendampingan dan pembinaan di lapangan,” ucapnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan Posyandu. Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, TP PKK, sektor pendidikan, sosial, dan seluruh elemen masyarakat.
Hafizha menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh anggota Tim Pembina Posyandu. Pertama, memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh agar pembinaan yang dilakukan tepat sasaran dan berdampak nyata.
Kedua, aktif turun langsung ke lapangan bersama kader Posyandu untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat kemudian yang Ketiga, memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor demi menciptakan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
” Diharapkan terbangun komitmen yang lebih kuat, koordinasi yang semakin solid, serta semangat baru dalam mewujudkan Posyandu yang aktif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkokoh sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya Posyandu yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bintan.
” Mari jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk belajar, berdiskusi, serta memperkuat jejaring kerja demi mewujudkan Posyandu yang kuat dan masyarakat Bintan yang semakin sehat dan sejahtera, ” tutup Hafizha.








Comment