Peristiwa 98 Sejarah Yang Harus Diketahui Aktivis Generasi Masa Kini

  • Whatsapp

PENA 98 Kepri saat menggelar dialog interaktif bersama Mahasiswa Batam. (F.Dok PENA 98 Kepri)

BR.BATAM –Peringatan 25 tahun reformasi digelar di setiap daerah di Indonesia,termasuk di Provinsi Kepulauan Riau.
Persatuan Nasional Aktivis (PENA) 98 Provinsi Kepulauan Riau mengisi dengan dialog interaktif Refleksi 25 tahun Reformasi bersama tokoh Pemuda dan aktivis mahasiswa dari perwakilan 6 Perguruan Tinggi di Kota Batam dengan tema “Kami Tidak Lupa Siapa Pelakunya”, di Posko PENA 98 Tiban, Kota Batam, Kepri.

Diisi oleh 3 narasumber dari aktivis 98 Provinsi Kepri Bung Tito Suwandi, Bung Rahmat Ghofur, dan Bung Frengki yang dimoderatori oleh Bung Hazhary selaku aktivis angkatan tahun 2000 an.

Diikuti 80 peserta dari kalangan Pemuda dan 66 aktivis mahasiswa Kota Batam dari 6 Perguruan Tinggi UNRIKA, UIS, UT, UIB, UPB, Stikes Mitra Bunda, serta organisasi ekstra kampus PMII Kota Batam, GMNI, dan SEMMI Prov Kepri.

“Hari ini refleksi 25 tahun Reformasi kita gelar di Provinsi Kepri, kegiatan ini dilaksanakan secara kontinu di setiap Provinsi di Indonesia hingga akhir Mei nanti,” ujar Hazhary saat mengawali dialog.

Pelaku sejarah aktivis gerakan 98 Bung Tito, menyebutkan, pentingnya sejarah reformasi ini diketahui oleh aktivis generasi masa kini.

“Buah sejarah reformasi kawan-kawan bisa nikmati hingga kini, mungkin jika gerakan aktivis 98 tidak ada, hingga kini kita tidak dapat berdiskusi secara bebas, maka penting untuk sejarah perjuangan reformasi direfleksikan setiap tahunnya agar kita semua tidak lupa siapa pelakunya, maka jangan asal pilih pemimpin yang menjadi pelaku kelam sejarah 98 dulu,” ucap Bung Tito sambil menerangkan sejarah lahirnya gerakan 98.

Ditempat yang sama, Bung Ghofur menambahkan dan memberikan motivasi kepada mahasiswa tentang pola gerakan aktivis 98.

“Gerakan mahasiswa Tahun 98 bisa menyatu ketika persepsi antara mahasiswa saat itu cuma satu, bagaimana rezim tirani harus tumbang, dan gerakan itu mengakar sampai ke basis rakyat, maka menjadi penting aktivis saat ini menyatukan persepsi dan ide/gagasan gerakan kerakyatan antar aktivis mahasiswa, antar kampus, dan antar organisasi. Tidak juga melupakan persoalan penting yang menyangkut rakyat sebagai pijakan dalam bergerak dan melontarkan suara lantang sebagai aktivis mahasiswa.
Agar setiap langkah dan suara yang disampaikan menjadi bermakna” jelas Ghofu.

Usai dialog Hazhary pun menutup acara dengan harapan agar agenda peringatan Reformasi bisa dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan agenda seperti ini bisa kita selenggarakan secara rutin di Provinsi Kepulauan Riau, sambil menaburkan serangkaian kegiatan lainnya selain diskusi seperti pameran foto kejadian 98 dan dokumenter lainnya,” tutup Hazhary.

Editor : Ramdan

Pos terkait

Comment