“Kemudian pembenahan situs-situs sejarah, tapi itu harus mendapatkan persetujuan dari cagar budaya di Sumatera Barat,” imbuh Syahrul.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang Surjadi mengatakan, event dalam kalender pariwisata Tanjungpinang merupakan kolaborasi berbagai elemen di Tanjungpinang.
“Ada dari Dinas Pariwisata, ada PSMTI, komunitas Tionghoa, komunitas Jawa, entitas Melayu ada beberapa event dan event beberapa OPD,” ujarnya.
Menurut Surjadi, dari 49 event yang dilaunching tersebut, hanya satu event yang masuk kalender pariwisata Indonesia 2020 yakni Festival Pulau Penyengat.
“Kepri ada empat event yang masuk kalender pariwisata Indonesia. Bintan dua event, Batam satu event dan Tanjungpinang satu event yaitu Festival Pulau Penyengat,” ucapnya.
Berikut daftar kalender pariwisata Tanjungpinang 2020 :
Januari : Bazar Imlek (26 Desember-23 Januari), Penjemputan Wisman Perdana (1 Januari), Festival Tahun Baru Imlek (24-25 Januari), Semalam Di Museum (31 Januari).
Comment