Gubernur Kepri Terima Penghargaan Bidang Pertanian 2022 Dari Kementan RI,Mampu Kendalikan PMK

  • Whatsapp

Provinsi Kepri Menuju Nol Persen Kasus
Menteri Pertanian RI memberikan penghargaan bidang pertanian kepada Gubernur Kepri diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepri Rika Azmi.
(F.istinewa)

Barometerrakyat.com,kepri –
Kementerian Pertanian (Kementan-RI) bidang Pertanian
memberikan penghargaan pertanian kepada Provinsi Kepri tahun
2022.
Penghargaan bergengsi untuk Gubernur Kepri ini diberikan oleh Kementerian Pertanian RI dalam Rangkaian Tasyakuran.

Bacaan Lainnya

Penghargaan bergengsi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras  pemerintahan daerah, para petani dan peternak yang telah mendorong akselerasi perekenomian negara di sektor pertanian.

Dalam beberapa nominasi penghargaan yang diberikan, Provinsi Kepri terbilang berhasil mendapatkan penghargaan
“Provinsi menuju Nol kasus penyakit mulut dan kuku” yang langsung diberikan oleh menteri Pertanian RI kepada Gubernur Kepri, diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepri Rika Azmi.

Selain Gubernur Kepri ada 9 gubernur lainnya yang juga menerima penghargaan serupa. Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa acara ini bukan meruoakab acara yang biasa saja. Limpo mengajak masyarakat Indonesia harus kembali mengulangi kejayaan bangsa Indonesia di 36 tahun yang lalu ketika pada tahun 1984 Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan swasembada pangan dari dunia internasional.

“Dan kejadian itu kembali terulang hari ini di pemerintahan bapak presiden Joko Widodo,” ungkap Syahrul Yasin Limpo di Lapangan Upacara Kementerian Pertanian Jakarta.

Limpo mengungkapkan, hari ini Indonesia mendapat penghargaan pangan beras dari Internasional Rice Research (IRI) adalah lembaga internasional dunia yang setara dengan PBB, World Bank, UNESCO dan sebagainya yang konsen di bidang pangan.

“Sistem pertahanan pangan yang tangguh melalui berbagai macam inovasi aktivitas pertanian untuk menjadikan kita terus konsisten dari tahun 2019 hingga tahun 2021 memproduksi 31,3 juta ton,” kata Menteri Pertanian.

Pos terkait

Comment