Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah
BAROMETERRAKYAT COM,TANJUNGPINANG–Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiagakan armada pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, dan rumah ibadah. Untuk melaksanakan pelayanan tersebut, Pemko Tanjungpinang menyiapkan 7 armada dengan kemampuan pelayanan sebanyak 27 ton atau 27 ribu liter air dalam satu trip pelayanan.
Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah mengatakan, ketujuh armada pengangkut air bersih untuk melayani kebutuhan masyarakat tersebut berasal dari BPBD Tanjungpinang, Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, BPBD Provinsi Kepri, dan BPBPK Kepri.
Jumlah armada pengangkut masih dapat bertambah, karena kendaraan Pick Up milik OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang juga diminta membantu Tim Satgas Distribusi Air Bersih Tanjungpinang.
“Menyikapi situasi dan kondisi kekeringan ini, tim Satgas telah dibentuk. Ini sebagai bentuk tanggung jawab, kepedulian, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menghadapi kesulitan pemenuhan air bersih,” kata Lis, Sabtu (28/3).
Berdasarkan hasil koordinasi ke BMKG Tanjungpinang, hujan baru diperkirakan turun pada bulan Mei 2026. Untuk itu, ucap Lis, Pemko perlu melakukan mitigasi menghadapi kondisi rawan kekeringan. Selanjutnya untuk menetapkan status siaga, atau tanggap darurat kekeringan Pemko menjadwalkan rapat koordinasi bersama unsur FKPD.
Sejak awal Januari lalu, Pemko Tanjungpinang sendiri sebenarnya telah memulai layanan penyaluran air bersih kepada masyarakat. Namun kali ini, jumlah armada diperkuat karena dampak kekeringan telah meluas ke banyak titik pemukiman warga.
“Sekaligus kita minta masyarakat untuk bijak menggunakan air, karena diperkirakan kemarau masih berjalan hingga akhir April,” pesan Lis.
Masyarakat yang membutuhkan layanan air bersih, dapat menghubungi nomor layanan Satgas Distribusi Air Bersih Tanjungpinang di 0821 7325 5567. Untuk memudahkan distribusi, menyiapkan tempat-tempat penampungan yang diperlukan.
Pada kesempatan sama, Lis juga mengingatkan dan minta masyarakat untuk waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Warga diminta untuk tidak membuka lahan secara tidak bertanggung jawab. Karena ada sanksi pidana bagi pelaku penyebab kebakaran.
“Mari jaga lingkungan tetap aman, dan waspada. Dalam situasi seperti ini, BPBD dan Tim Satgas fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Karhutla yang sering terjadi, tentu akan mengganggu distribusi air bersih. Yang seharusnya lebih baik digunakan untuk membantu masyarakat, daripada untuk membantu menyuplai air pemadaman Karhutla,” ungkap Lis.









Comment