Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua S.E.,M.H
(f dprdkepri)
BAROMETERRAKYAT.COM,KEPRI –Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Daerah Pemilihan Tanjungpinang, Rudy Chua, S.E., M.H angkat bicara terkait
rencana maskapai Garuda Indonesia yang dikabarkan akan menghentikan layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang.
Rudy Chua menegaskan, kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada citra daerah dan kepercayaan investor terhadap Kota Tanjungpinang.
“Garuda Indonesia merupakan maskapai nasional yang selama ini identik dengan citra dan prestise sebuah kota. Penghentian layanan ini tentu dapat berpengaruh persepsi publik dan investor,” tegasnya.
Politisi Hanura ini menambahkan, daerah-daerah yang dilayani oleh Garuda Indonesia umumnya memiliki aktivitas ekonomi yang cukup baik. Oleh karena itu, penghentian penerbangan di Bandara RHF dikhawatirkan dapat berdampak terhadap iklim investasi di Tanjungpinang.
Wacana penghentian penerbangan tersebut,kata Rudy diduga dipicu oleh minimnya jumlah penumpang. Selama ini, pengguna jasa Garuda Indonesia pada rute Tanjungpinang–Jakarta didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha.
“Kondisi ini tidak terlepas dari adanya pengurangan anggaran perjalanan dinas, sehingga berdampak langsung pada penurunan jumlah penumpang Garuda,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa Gubernur Kepulauan Riau telah menyurati Direktur Utama Garuda Indonesia meminta agar kebijakan tersebut dapat ditinjau kembali. Namun hingga kini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau masih menunggu respons resmi dari pihak maskapai.
“Sampai saat ini belum ada jawaban resmi. Kita berharap ada solusi untuk kepentingan daerah,” ungkapnya.
Informasi yang beredar, penerbangan terakhir Garuda Indonesia dari Bandara RHF menuju Jakarta dijadwalkan pada 9 Februari 2026. Selanjutnya, rute tersebut disebut-sebut akan dialihkan kepada maskapai Citilink. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Garuda Indonesia terkait rencana tersebut.
General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, membenarkan adanya informasi tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak bandara baru menerima pemberitahuan secara lisan.
“Informasinya masih sebatas lisan, kami belum menerima pemberitahuan resmi secara tertulis dari pihak Garuda Indonesia,” ujar Setiadi.







Comment