<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tradisi Likuran Masyarakat Bintan | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Tradisi Likuran Masyarakat Bintan | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tradisi Likuran Masyarakat Bintan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2021 03:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Lailatul Qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Likuran]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Likuran Masyarakat Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Malam Likuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=43504</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Salah satu tradisi yang unik saat bulan Ramadhan dan masih cukup bertahan di <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/" title="Tradisi Likuran Masyarakat Bintan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/">Tradisi Likuran Masyarakat Bintan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Salah satu tradisi yang unik saat bulan Ramadhan dan masih cukup bertahan di tengah masyarakat yaitu likuran.</p>
<p>Tradisi malam likuran yang dimaksud adalah sebuah tradisi masyarakat Islam dalam meramaikan bulan Ramadan dengan Pasang pelita lampu cangkok, khataman Al Qur&#8217;an, kenduri bersama di masjid dan juga kenduri di rumah-rumah bagi yang mampu.</p>
<p>Menurut pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan Datok M. Amin, tradisi ini memang sangat sakral yang dilaksanakan oleh masyarakat Islam kususnya di Bintan.</p>
<p>&#8220;Tradisi ini merupakan simbol agama dimana yang diajarkan Dato&#8217; Ma&#8217; Ali yang menyiarkan agama Islam dari abad 10 hingga abad 20 Masehi di Bintan,&#8221; ujarnya, Sabtu (9/5).</p>
<p>Ia menyebutkan tujuannya tradisi itu untuk menyemarakkan malam-malam ganjil dimana malam yang kemuliaannya melebihi seribu malam dalam setahun yang di sebut malam Lailatul Qadar.</p>
<p>&#8220;Dari zaman dulu, setiap malam likuran masyarakat selalu menyediakan hidangan di meja dan tidak boleh kita menyentuhnya, itu untuk para arwah yang akan kembali ke rumah dan keluarganya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, orang-orang yang memanjatkan doa di malam Lailatul Qadar kepada Allah dan memperbanyak membaca Al Quran, InsyaAllah akan memberikan petunjuk dan hidayahnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/">Tradisi Likuran Masyarakat Bintan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/tradisi-likuran-masyarakat-bintan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
