<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gelombang Tinggi | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/gelombang-tinggi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 06:04:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Gelombang Tinggi | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita Nelayan Bintan Akhirnya Bisa Melaut</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/cerita-nelayan-bintan-akhirnya-bisa-melaut/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/cerita-nelayan-bintan-akhirnya-bisa-melaut/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 07:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Nelayan Bintan Akhirnya Bisa Melaut]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Bintan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=42501</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Berapa bulan lalu nelayan yang ada di Bintan tidak bisa turun ke laut <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/cerita-nelayan-bintan-akhirnya-bisa-melaut/" title="Cerita Nelayan Bintan Akhirnya Bisa Melaut" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/cerita-nelayan-bintan-akhirnya-bisa-melaut/">Cerita Nelayan Bintan Akhirnya Bisa Melaut</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Berapa bulan lalu nelayan yang ada di Bintan tidak bisa turun ke laut akibat cuaca buruk dimana ombak mencapai 4 meter. Namun untuk saat ini nelayan suda bisa turun ke laut untuk mencari ikan terutama nelayan yang ada di  Desa Berakit, Kecmatan Teluk Sebong.</p>
<p>&#8220;Alhamdulilah untuk bulan ini kita bisa turun ke laut untuk mencari ikan  walaupun tidak bisa terlalu ketengah seperti di bulan-bulan sebelumnya,&#8221; ujar salah seorang nelayan Hailani, Senin (8/3).</p>
<p>Ia mengatakan untuk saat ini dirinya pergi ke laut sekitar 2 mil  dari  garis pantai tidak bisa terlalu jauh pergi ketengah laut karena takut ada cuaca buruk. </p>
<p>&#8220;Kita ibarat kata mencuri-curi waktu, kita haya bisa 2 mil, itu pun harus berhati-hati kalau langit sudah agak mendung kita putar balek,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia mengatakan sekali berangkat mengabiskan minyak solar sebayak lima liter dan mereka menjaring kadang dapat kadang tidak akibat cuaca buruk.</p>
<p>&#8220;Untuk pendapatan di bulan ini kita tidak bayak seperti di bulan sebelumya cuman hanya bisa mendapatkan 25 kg itu pun kadang untung kadang rugi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia berharap kepada Pemerintah untuk bisa membatu meringankan beban para nelayan dalam pandemi covid-19 dan angin utara ini untuk bahan bakar solar kalau bisa di berikan keringanan harga.  </p>
<p>AHMAD JAILANI</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/cerita-nelayan-bintan-akhirnya-bisa-melaut/">Cerita Nelayan Bintan Akhirnya Bisa Melaut</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/cerita-nelayan-bintan-akhirnya-bisa-melaut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang dan Konsumen Mengeluh Harga Ikan Naik</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pedagang-dan-konsumen-mengeluh-harga-ikan-naik/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pedagang-dan-konsumen-mengeluh-harga-ikan-naik/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2019 05:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[ikan naik]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar KUD Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=24656</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Harga ikan di sejumlah pasar di Tanjungpinang mengalami kenaikan. Salah satunya di Pasar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pedagang-dan-konsumen-mengeluh-harga-ikan-naik/" title="Pedagang dan Konsumen Mengeluh Harga Ikan Naik" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pedagang-dan-konsumen-mengeluh-harga-ikan-naik/">Pedagang dan Konsumen Mengeluh Harga Ikan Naik</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Harga ikan di sejumlah pasar di Tanjungpinang mengalami kenaikan. Salah satunya di Pasar Pelantar KUD Tanjungpinang.</p>
<p>Salah seorang pedagang ikan Dimas, kepada Barometerrakyat mengatakan, naiknya harga ikan sudah terjadi awal Januari. &#8220;Semua jenis ikan harganya naik,&#8221; ujarnya, Selasa (29/1).</p>
<p>Kenaikan harga ikan tersebut, kata Dimas, karena faktor gelombang tinggi sehingga nelayan sulit untuk melaut. Menurutnya, ikan yang ada di Pasar KUD di datangkan dari Anambas dan Natuna. &#8220;Sedangkan ikan dari kijang hanya sedikit,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Menurutnya, banyak konsumen yang mengeluh naiknya harga ikan tersebut. Namun, tetap membelinya karena sudah kebutuhan pokok. Selain itu, pengusaha rumah makan juga mengeluh stok ikan sedikit di pasaran.</p>
<p>&#8220;Pemilik rumah makan juga mengeluh karena ikan nya tidak ada, seperti selar, lebam. Stoknya ada tapi sedikit, jadi mereka tidak kebagian, sebentar saja sudah habis,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal sedana juga disampaikan pedagang lain Dedi. Dia menambahkan, ikan kembung awalnya Rp 30.000 per/kilo naik menjadi Rp 35.000 per/kilo, ikan tamban awalnya Rp 10.000 per/kilo naik menjadi Rp 25.000 per/kilo, tongkol Rp 20.000 per/kilo naik menjadi Rp 25.000 per/kilo dan ikan selar awalnya Rp 50.000 per/kilo naik menjadi Rp 60.000 per/kilo. &#8220;Semua ikan naik harganya,&#8221; tukasnya.</p>
<p><span style="color: #999999;">SAHRUL</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pedagang-dan-konsumen-mengeluh-harga-ikan-naik/">Pedagang dan Konsumen Mengeluh Harga Ikan Naik</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pedagang-dan-konsumen-mengeluh-harga-ikan-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gelombang Tinggi, Kapal Tujuan Anambas Ditunda</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/gelombang-tinggi-kapal-tujuan-anambas-ditunda/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/gelombang-tinggi-kapal-tujuan-anambas-ditunda/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2016 05:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Tujuan Anambas Ditunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=7667</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Gelombang tinggi di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas tinggi, MV. Trans Nusantara terpaksa ditunda <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/gelombang-tinggi-kapal-tujuan-anambas-ditunda/" title="Gelombang Tinggi, Kapal Tujuan Anambas Ditunda" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/gelombang-tinggi-kapal-tujuan-anambas-ditunda/">Gelombang Tinggi, Kapal Tujuan Anambas Ditunda</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Gelombang tinggi di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas tinggi, MV. Trans Nusantara terpaksa ditunda keberangkatan. Kapal yang seharusnya berangkat dari pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang menuju pelabuhan Letung, Anambas pukul terpaksa ditunda demi keselamatan para penumpang.</p>
<p>Kepala Pos Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Sutoyo mengatakan ditunda keberangkatan kapal karena gelombang di Perairan Kepulauan Anambas sanggat tinggi. Menurutnya, berdasar data yang diterima pihaknya dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarempa, gelombang di perairan Anambas 2,5 Meter.</p>
<p>&#8220;Gelombang di perairan Anambas 2,5 Meter,&#8221; kata Sutoyo saat ditemui awak media di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Senin, (12/12)</p>
<p>Penundaan keberangkatan ini, katanya, sudah disampaikan kesemua penumpang yang akan berangkat. Penumpang yang ingin berangkat, lanjutnya saat pemberitahuan mengerti.</p>
<p>&#8220;ini demi keselamatan bagi para penumpang, saat kami sampaikan penumpang mengerti, tadi penumpang yang akan berangkat sekitar 50 penumpang,&#8221; ujarnya</p>
<p>Sementara itu, terkait dengan tiket yang sudah dibeli oleh penumpang, Ia menegaskan tidak akan ada pemotongan. Pada saat akan berangkat penumpang pakai tiket yang sudah dibeli.</p>
<p>&#8220;Tidak ada pemotongan harga tiket, masih bisa menggunakan tiket yang sudah dibeli sebelumnya, semua barang penumpang yang akan berangkat sudah berada dikapal, namun bagi yang ingin membawa pulang, bisa langsung membawa. kami sudah menyarankan agar barang yang dibawa untuk diletak langsung ke kapal, karena kasihan kalau bolak balik harus bawa barang bawaan, belum lagi  bayar untuk becak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, berdasarkan data BMKG Tarempa, gelombang diperairan Anambas pada hari Rabu sudah mulai mereda, kemungkinan pada hari Rabu kapal akan diberangkat kembali.</p>
<p>&#8220;Kalau gelmobangnya tidak tinggi lagi, hari Rabu kapal akan diberangkatkan,&#8221; pungkasnya</p>
<p>(SAHRUL)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/gelombang-tinggi-kapal-tujuan-anambas-ditunda/">Gelombang Tinggi, Kapal Tujuan Anambas Ditunda</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/gelombang-tinggi-kapal-tujuan-anambas-ditunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
