<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPS | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/bps/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>BPS | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Defisit, Terparah Sejak 2013</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-defisit-terparah-sejak-2013/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-defisit-terparah-sejak-2013/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2018 06:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Neraca Perdagangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=23900</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Jakarta. Badan Pusat merilis data neraca perdagangan November 2018. Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, nilai <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-defisit-terparah-sejak-2013/" title="Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Defisit, Terparah Sejak 2013" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-defisit-terparah-sejak-2013/">Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Defisit, Terparah Sejak 2013</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Jakarta</strong>. Badan Pusat merilis data neraca perdagangan November 2018.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, nilai ekspor pada November 2018 tercatat US$ 14,83 miliar. Ekspor turun 3,28% secara year on year.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara nilai impor tercatat US$ 16,88 miliar atau naik 11,68 persen.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Neraca perdagangan November kita alami defisit cukup dalam yakni US$ 2,05 miliar,&#8221; kata Suhariyanto dikutip dari <strong>CNBC Indonesia</strong>, Senin (17/12).</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menyebabkan defisit terbesar menurut Suhariyanto adalah migas. Sementara non-migas juga mengalami defisit.</p>
<p style="text-align: justify;">Defisit ini merupakan yang terparah atau terdalam sejak Juli 2013. Adapun neraca dagang pada periode tersebut tercatat US$ 2,33 miliar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Semoga kebijakan kita mengendalikan impor dan meningkatkan ekspor ke depan bisa terlihat sehingga defisit bisa berubah menjadi surplus,&#8221; kata Suhariyanto.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <strong>CNBC Indonesia</strong></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-defisit-terparah-sejak-2013/">Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Defisit, Terparah Sejak 2013</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/neraca-perdagangan-indonesia-kembali-defisit-terparah-sejak-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPS : Sektor Perikanan Kepri Masih &#8220;Tidur&#8221;</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bps-sektor-perikanan-kepri-masih-tidur/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bps-sektor-perikanan-kepri-masih-tidur/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 24 May 2017 03:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Barang Murah]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan Kepri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=10267</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Sumber daya kelautan yang melimpah ruah di Provinsi Kepuluan Riau (Kepri) masih belum <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bps-sektor-perikanan-kepri-masih-tidur/" title="BPS : Sektor Perikanan Kepri Masih &#8220;Tidur&#8221;" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-sektor-perikanan-kepri-masih-tidur/">BPS : Sektor Perikanan Kepri Masih “Tidur”</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Sumber daya kelautan yang melimpah ruah di Provinsi Kepuluan Riau (Kepri) masih belum bisa dimanfaatkan oleh pemerintah Provinsi Kepri, hal ini terbukti dengan peran sektor perikanan dalam ekpor di Kepri masih minim.</p>
<p>“Kepri yang memiliki lautan hampir 96 persen, namun masih belum bisa dimanfaatkan. Sektor ini masih tidur senyap dan ekspor perikanan nyaris tidak terdengar,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar saat Launcing Hasil Listing Sensus Ekonomi 2016 disalah satu hotel di Tanjungpinang, Rabu (24/5)</p>
<p>Menurutnya, pemerintah hanya memprioritaskan sektor industri manufaktur di Batam. Namun, jika terlalu fokus pada sektor manufaktur, ketika kurs rupiah tergangu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Kepri akan tergangu.</p>
<p>“Kita harus dukung sektor perikanan di Kepri, tapi bukan penagkapan dilaut bebas, namun budidaya perikanan. Jika kita fokus pengkapan laut jika cuaca tidak bagus maka sektor perikanan akan tergangu. Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 2,2 persen, jauh dari angka nasional” tambah Siregar.</p>
<p>Ia berharap, dengan hasil sensus ekonomi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemangku kepentingan, pemangku kebijakan untuk merusmuskan kebijakan bukan hanya berfokus pada industri manufaktur.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-sektor-perikanan-kepri-masih-tidur/">BPS : Sektor Perikanan Kepri Masih “Tidur”</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bps-sektor-perikanan-kepri-masih-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>67,8 Ribu Penduduk Kepri Masih Nganggur</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/678-ribu-penduduk-kepri-masih-nganggur/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/678-ribu-penduduk-kepri-masih-nganggur/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 05 May 2017 08:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Panusunan Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=9983</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah angkatan kerja <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/678-ribu-penduduk-kepri-masih-nganggur/" title="67,8 Ribu Penduduk Kepri Masih Nganggur" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/678-ribu-penduduk-kepri-masih-nganggur/">67,8 Ribu Penduduk Kepri Masih Nganggur</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, </strong>Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah angkatan kerja di Kepri meningkat. Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar mengatakan pada Februari 2017 jumlah angkatan kerja Kepri mencapai 1.053.415 orang.</p>
<p>Menurutnya angkatan kerja di Kepri meningkat sebanyak 140.511 orang dibandingkan Februari 2016. Dimana jumlah angkatan kerja pada Februari 2016 sebanyak 912.904 orang.</p>
<p>“Angkatan kerja ini adalah orang yang berumur 15 tahun keatas,” ungkap Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar saar pres rilis di Kantor BPS Kepri, Jum&#8217;at (6/5)</p>
<p>Jumlah penduduk yang bekerja di Kepri pada Februari 2017, kata Siregar mencapai 985.619 orang, bertambah 155.181 orang dibandingkan pada Februari 2016.</p>
<p>“Jadi tingkat pengangguran terbuka di Kepri pada Februari 2017 mencapai 6,44 persen atau sebanyak 67.796 orang. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan pada Februari 2016 yang mencapai 82.466 orang,” jelas Siregar</p>
<p>Sementara itu, tingkat pengangguran menurut pendidikan, lanjut Siregar pengangguran di Kepri masih didominasi oleh tamatan Sekolah Menegah Atas (SMA) sebesar 11,29 persen. Pringkat kedua lanjutnya, yakni Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) sebesar 7,26.</p>
<p>“Ini sudah terbukti tamatan SMK di Kepri sudah siap pakai, sehingga dapat bersaing dalam dunia usaha. Didaerah lain, malah yang tamatan SMK yang banyak jadi pengangguran,” ucapnya</p>
<p><span style="color: #999999;">SAHRUL</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/678-ribu-penduduk-kepri-masih-nganggur/">67,8 Ribu Penduduk Kepri Masih Nganggur</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/678-ribu-penduduk-kepri-masih-nganggur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perekonomian Kepri Melambat, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/perekonomian-kepri-melambat-ini-penyebabnya/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/perekonomian-kepri-melambat-ini-penyebabnya/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 05 May 2017 06:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Panusunan Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=9971</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) hanya 2,02 persen pada triwulan I 2017. Berdasarkan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/perekonomian-kepri-melambat-ini-penyebabnya/" title="Perekonomian Kepri Melambat, Ini Penyebabnya" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/perekonomian-kepri-melambat-ini-penyebabnya/">Perekonomian Kepri Melambat, Ini Penyebabnya</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG.</strong> Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) hanya 2,02 persen pada triwulan I 2017. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan perekonomian Kepri pada triwulan I terburuk dibandingkan 6 tahun sebelumnya pada triwulan I.</p>
<p>“Pertumbuhan ekonomi Kepri melambat pada triwulan I, laju pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 2,2 persen, ini merupakan yang paling terendah 6 tahun terakhir,” kata Kepala BPS Provinsi Kepri, Panusunan Siregar saat rilis, Jum&#8217;at (6/5)</p>
<p>Menurutnya, melambatnya perekonomian Kepri disebabkan menurunnya peran dari sektor industri pengolahan. Industri manufaktur yang seharusnya perannya 36,72 persen, akan tetapi mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif, red) minus 0,68 persen.</p>
<p>“Industri manufaktur penyerap tenaga kerja terbesar malah mengalami penurunan.” sambung Siregar.</p>
<p>Selain itu, kategori pertambangan dan pengalian serta kategori konstruksi juga mengalami kontraksi yang menyebabkan perekonomian Kepri melambat.</p>
<p>“Kategori konstruksi mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 18,58 persen, namun menurun minus 0,35 persen. Kategori pertambangan dan pengalian juga turun minus 1,43 persen, andilnya dalam pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 14,15 persen,” ungkapnya</p>
<p>Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi seluruh Indonesia, lanjut Siregar, Kepri hanya lebih baik dari Nusa Tengara Timur (NTT) yang berada diperingkat terbawah.</p>
<p>“Triwulan pertama 2016 pertumbuhan ekonomi Kepri masih diatas nasional, namun 2017 triwulan pertama hanya lebih baik dari Provinsi NTT yang beada di peringkat terbawah,” ujarnya</p>
<p><span style="color: #999999;">SAHRUL</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/perekonomian-kepri-melambat-ini-penyebabnya/">Perekonomian Kepri Melambat, Ini Penyebabnya</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/perekonomian-kepri-melambat-ini-penyebabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>167,6 Ribu Wisman Datang ke Kepri</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/1676-ribu-wisman-datang-ke-kepri/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/1676-ribu-wisman-datang-ke-kepri/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 02 May 2017 12:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Panusunan Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=9926</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/1676-ribu-wisman-datang-ke-kepri/" title="167,6 Ribu Wisman Datang ke Kepri" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/1676-ribu-wisman-datang-ke-kepri/">167,6 Ribu Wisman Datang ke Kepri</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG.</strong> Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang berkunjung di Kepri Maret 2017 mencapai 167.679 kunjungan.</p>
<p>Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar mengatakan jumlah kunjungan pada bulan Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 30,20 persen dibanding jumlah wisman pada bulan Februari 2017.</p>
<p>“Dimana jumlah wisamn pada bulan Februari 2017 sebanyak 128.788 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Maret 2016, kunjungan wisman Maret 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen,” kata Siregar saat rilis di kantor BPS Kepri, Selasa (2/5)</p>
<p>Lebih lanjut, tambah Regar (Sapaan akrab Panusunan Siregar, red) wisman yang berkunjung di Kepri pada Januari sampai Maret 2017 didominasi oleh wisman dari negara Singapura.</p>
<p>“Dengan persentase sebesar 49,02 persen dari total jumlah kunjungan wisman pada Januari sampai Maret,” sambungnya</p>
<p>Secara komulatif, kata Siregar Januari sampai Maret jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 471.347 kunjungan atau turun 0,94 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada priode yang sama pada tahun sebelumnya yang berjumlah 475.840 kunjungan.</p>
<p>“Ini harus jadi perhatian pemerintah, kenapa terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman ke Kepri pada Januari hingga Maret 2017 dibanding tahun sebelumnya pada priode yang sama,” ujarnya</p>
<p>Menurutnya, kunjungan wisman terbesar pada bulan Maret 2017 masuk dari Kota Batam dengan jumlah wisman sebesar 127.308 orang. Kabupaten Bintan posisi kedua 25.198 orang.</p>
<p>“Posisi ketiga Kota Tanjungpinang dengan jumlah kunjungan sebesar 7.810 orang dan Karimun sebesar 7.363 orang,” sambungnya lagi</p>
<p>Dengan kunjungan wisman, lanjutnya juga berpengaruh terhadap Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri. Pada bulan Maret 2017 TPK mencapai 47,34 persen atauvnaik 4,89 poin dibanding TPK Februari 2017 sebesar 42,45 persen.</p>
<p>“Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada bulan Maret 2017 adalah 1,91 hari atau turun 0,49 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Februari 2017,” pungkasnya</p>
<p>SAHRUL</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/1676-ribu-wisman-datang-ke-kepri/">167,6 Ribu Wisman Datang ke Kepri</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/1676-ribu-wisman-datang-ke-kepri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
