<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>yang Perlu Diketahui | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/yang-perlu-diketahui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2026 09:39:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>yang Perlu Diketahui | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>6 Gangguan Kesehatan Akibat Banyak Makan Daging yang Perlu Diketahui</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/6-gangguan-kesehatan-akibat-banyak-makan-daging-yang-perlu-diketahui/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/6-gangguan-kesehatan-akibat-banyak-makan-daging-yang-perlu-diketahui/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 05:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[6 Gangguan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Akibat Banyak Makan Daging]]></category>
		<category><![CDATA[yang Perlu Diketahui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=28809</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM. Berapa banyak hidangan daging sapi atau daging kambing yang Anda santap saat Idul Adha <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/6-gangguan-kesehatan-akibat-banyak-makan-daging-yang-perlu-diketahui/" title="6 Gangguan Kesehatan Akibat Banyak Makan Daging yang Perlu Diketahui" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/6-gangguan-kesehatan-akibat-banyak-makan-daging-yang-perlu-diketahui/">6 Gangguan Kesehatan Akibat Banyak Makan Daging yang Perlu Diketahui</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM. Berapa banyak hidangan daging sapi atau daging kambing yang Anda santap saat Idul Adha kemarin?</p>
<p>Kalau Anda saat ini merasakan begah, sembelit atau kondisi lain bisa jadi itu akibat Anda kebanyakan makan daging saat lebaran kurban.</p>
<p><strong>Batasi konsumsi daging</strong></p>
<p>Tidak dimungkiri, Idul Adha memang identik dengan sajian daging sapi maupun kambing.</p>
<p>Jadi, tidak mengherankan jika menu yang tersaji di meja makan selama beberapa hari ini didominasi oleh hidangan berbahan daging, baik daging kambing atau daging sapi.</p>
<p>Iya, sih, Anda memang tidak dilarang untuk makan daging, karena mengandung beragam zat gizi penting seperti protein, vitamin B, zink, dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.</p>
<figure id="attachment_28811" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/08/1565674720049457222762.jpg"><img class="size-full wp-image-28811" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/08/1565674720049457222762.jpg" alt="" width="780" height="585" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/08/1565674720049457222762.jpg 780w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/08/1565674720049457222762-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Ilustrasi</figcaption></figure>
<p>Namun, Anda juga wajib berhati-hati dan membatasi porsi daging yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.</p>
<p>&#8220;Meski sangat bermanfaat untuk tubuh, terlalu banyak makan daging tetap bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Mulai dari keluhan yang ringan hingga yang serius dan mengancam nyawa,&#8221; ujar dr. Karin Wiradarma dilansir <em>Klikdokter</em>.<em>com</em>.</p>
<p><strong>Akibat kebanyakan makan daging</strong></p>
<p>Mengonsumsi daging secara berlebihan sangat tidak baik bagi kesehatan. Sebab, hal tersebut bisa memicu terjadinya kondisi-kondisi berikut ini:</p>
<p><strong>1. Bau mulut</strong></p>
<p>Menurut dr. Karin, mengonsumsi daging terlalu banyak dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis.</p>
<p>Kondisi ini bisa terjadi karena daging mengandung banyak protein, yang nantinya akan diubah menjadi benda keton.</p>
<p>“Keton inilah yang menjadi biang keladi timbulnya bau mulut,” ungkap dr. Karin.</p>
<p><strong>2. Sembelit atau konstipasi</strong></p>
<p>Sembelit atau konstipasi juga bisa terjadi pada orang yang kebanyakan makan daging.</p>
<p>Sebab, daging hampir tidak memiliki serat, sehingga saluran cerna Anda bisa saja “tersumbat”. Parahnya lagi, kehadiran daging di meja makan juga sering bikin orang lupa untuk mengonsumsi sayuran.</p>
<p>&#8220;Karena asupan serat yang kurang, konstipasi tak bisa dihindari lagi. Bila konstipasi tidak segera ditangani, risiko terjadinya wasir akan melonjak tinggi,&#8221; kata dr. Karin.</p>
<p><strong>3. Gampang haus</strong></p>
<p>Konsumsi daging yang berlebihan akan menumpuk nitrogen – yang merupakan hasil pemecahan protein – di dalam darah. Tubuh akan berusaha mengeluarkan kelebihan nitrogen tersebut, salah satunya melalui urine.</p>
<p>&#8220;Apabila kadar nitrogen terlalu tinggi, air yang keluar dari tubuh melalui urine juga akan sangat banyak. Jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup, dehidrasi tak bisa dihindari lagi,&#8221; ungkap dr. Karin.</p>
<p><strong>4. Berat badan naik</strong></p>
<p>Jika setelah Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri badan malah bertambah, hal ini tidak mengherankan. Apalagi jika Anda mengonsumsi terlalu banyak daging beberapa waktu belakangan.</p>
<p>&#8220;Mengonsumsi daging tinggi lemak dapat meningkatkan berat badan dan kadar kolesterol Anda. Daging yang rendah lemak pun dapat menyebabkan kenaikan berat badan, apalagi bila jumlah yang masuk ke tubuh terlalu banyak,” ungkap dr. Karin.</p>
<p><strong>5. Kolesterol tinggi</strong></p>
<p>Cara pengolahan daging yang tidak tepat, seperti digoreng atau menggunakan banyak santan dapat meningkatkan kadar kolesterol yang ada di dalamnya.</p>
<p>Jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, yang akan terjadi kemudian adalah kolesterol tinggi.</p>
<p>“Kolesterol tinggi biasanya tidak bergejala. Namun pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menyebabkan sakit kepala, rasa tidak nyaman di tengkuk, kesemutan atau kebas dan nyeri di dada,” tutur dr. Karin.</p>
<p><strong>6. Peradangan di dalam tubuh</strong></p>
<p>Penelitian menyebutkan bahwa lemak jenuh yang ada pada daging dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh.</p>
<p>Jika Anda mengonsumsi daging terlalu banyak, bukan tidak mungkin laju peradangan akan sangat cepat sehingga fungsi organ-organ penting bisa mengalami gangguan.</p>
<p>Mengonsumsi daging kurban saat Idul Adha memang sah-sah saja. Namun, Anda harus berhati-hati supaya tidak tergiur untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Apalagi jika masih ada sisanya selama beberapa hari ke depan.</p>
<p>Namun jika Anda sudah telanjur mengalami akibat dari kebanyakan makan daging seperti yang dipaparkan di atas, sebaiknya segera konsumsi sayuran dan buah-buahan.</p>
<p>Jika perlu, Anda bisa berhenti makan daging untuk sementara waktu hingga kondisi Anda membaik.</p>
<p>Apabila Anda sudah telanjur mengalami tanda dan gejala yang disebutkan di atas, jangan sungkan untuk segera berobat ke dokter.</p>
<p><span style="color: #999999;">Sumber : Klikdokter</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/6-gangguan-kesehatan-akibat-banyak-makan-daging-yang-perlu-diketahui/">6 Gangguan Kesehatan Akibat Banyak Makan Daging yang Perlu Diketahui</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/6-gangguan-kesehatan-akibat-banyak-makan-daging-yang-perlu-diketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peraturan Terbaru BKN yang Perlu Diketahui PNS</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/peraturan-terbaru-bkn-yang-perlu-diketahui-pns/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/peraturan-terbaru-bkn-yang-perlu-diketahui-pns/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2019 10:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Terbaru BKN]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[yang Perlu Diketahui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=27410</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/peraturan-terbaru-bkn-yang-perlu-diketahui-pns/" title="Peraturan Terbaru BKN yang Perlu Diketahui PNS" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/peraturan-terbaru-bkn-yang-perlu-diketahui-pns/">Peraturan Terbaru BKN yang Perlu Diketahui PNS</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr">BAROMETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK alias pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.</p>
<p dir="ltr">Badan Kepegawaian Negara (BKN) meneken Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara dan Pelaksanaan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN.</p>
<p dir="ltr">Dalam peraturan tersebut disebutkan, kriteria pengukuran tingkat profesionalitas ASN diukur melalui empat aspek. Yakni Kualifikasi, Kompetensi, Kinerja, dan Disiplin.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Nantinya, masing-masing aspek itu memiliki penilaian ataupun skor yang ditentukan sesuai kapasitasnya masing-masing.</p>
<p dir="ltr">Untuk aspek kualifikasi misalnya, ASN dengan pendidikan yang lebih tinggi akan mendapat bobot skor yang lebih juga.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">
Kemudian aspek kompetensi, bobot skor akan dilihat dari riwayat pengembangan kompetensi yang pernah diikuti oleh PNS dan memiliki kesesuaian dalam pelaksanaan tugas jabatan.</p>
<p dir="ltr">Lalu aspek kinerja, dilihat dari pencapaian kinerja yang dilakukan individu maupun organisasi, serta aspek disiplin dilihat dari riwayat hukuman yang pernah dikenai.</p>
</div>
<div align="left"></div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Kepala Biro Humas BKN Mochammad Ridwan mengatakan, pembuatan Indeks dilakukan untuk mengukur profesionalisme ASN secara lebih terukur.</p>
<p dir="ltr">Selama ini, kata dia, belum ada metode yang dapat mengukut profesionalitas masing-masing ASN secara akurat.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Dengan adanya kuantifikasi itu akan ada pengukurn yang lebih fair,&#8221; ujarnya seperti dilansir Jpnn.com.</p>
<p dir="ltr">Hal itu, merupakan tindaklanjut atas rekomendasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ridwan menambahkan, dengan adanya metode yang terukur, evaluasi akan mudah dilakukan.</p>
<p dir="ltr">Dia mencontohkan, jika indeks profesionalitas ASN di sebuah daerah ada di bawah rata-rata nasional, maka data tersebut bisa digunakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk melakukan pembenahan.</p>
</div>
<div align="left"></div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;PPK bisa menggunakan itu untuk menjustifikasi katakanlah penambahan alokasi dana untuk kompetensi PNS,&#8221; imbuhnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Lantas, apakah indeks tersebut akan berdampak pada insentif atau tunjangan yang diterima masing-masing ASN? Ridwan membantah hal itu.</p>
</div>
<div align="left"></div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Menurutnya, pihaknya hingga saat ini belum sampai ke sana. Yang menjadi fokus sekarang baru menyediakan metode yang mampu mengukur profesionalitas ASN.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Namun, dia tidak membantah jika dikemudian hari bisa saja diarahkan pada besaran tunjangan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tapi ada kemungkinan kalau metode semakin diperbaiki bisa saja ke sana (mempengaruhi tunjangan),&#8221; tuturnya.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;">Sumber : Jpnn</span></p>
</div>The post <a href="https://barometerrakyat.com/peraturan-terbaru-bkn-yang-perlu-diketahui-pns/">Peraturan Terbaru BKN yang Perlu Diketahui PNS</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/peraturan-terbaru-bkn-yang-perlu-diketahui-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
