<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UU Omnibus Law Cipta Kerja | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/uu-omnibus-law-cipta-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 22:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>UU Omnibus Law Cipta Kerja | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Tanjungpinang Tutup Mulut Dengan Lakban</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/mahasiswa-tanjungpinang-tutup-mulut-dengan-lakban/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/mahasiswa-tanjungpinang-tutup-mulut-dengan-lakban/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2020 10:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Sahrul]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Kepri Tolak Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Tanjungpinang Tutup Mulut Dengan Lakban]]></category>
		<category><![CDATA[Penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[UU Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=39185</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kepri Menggugat melakukan aksi ujuk rasa tutup mulut <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/mahasiswa-tanjungpinang-tutup-mulut-dengan-lakban/" title="Mahasiswa Tanjungpinang Tutup Mulut Dengan Lakban" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/mahasiswa-tanjungpinang-tutup-mulut-dengan-lakban/">Mahasiswa Tanjungpinang Tutup Mulut Dengan Lakban</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Kepri Menggugat melakukan aksi ujuk rasa tutup mulut dengan lakban. Aksi itu dilakukan di depan Gedung Daerah Tepi Laut, Tanjungpinang, Rabu (28/10).</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aksi ini refleksi memperingati sumpah pemuda ke 92 tahun,&#8221; kata Jenderal Lapangan Anas saat diwawancarai awak media.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, aksi ini sudah sekian kali dilakukan, mulai dari kantor DPRD Kepri tapi tidak digubris wakil rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dilanjutkan ke kantor Gubernur Kepri meminta Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin untuk menyampaikan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja kepada Presiden Joko Widodo, juga tidak ditanggapi.</p>
<figure id="attachment_39187" style="width: 790px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/10/Aksi-Tutup-Mulut-Dengan-Lakban-3.jpg"><img class="size-full wp-image-39187" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/10/Aksi-Tutup-Mulut-Dengan-Lakban-3.jpg" alt="" width="790" height="500" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/10/Aksi-Tutup-Mulut-Dengan-Lakban-3.jpg 790w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/10/Aksi-Tutup-Mulut-Dengan-Lakban-3-768x486.jpg 768w" sizes="(max-width: 790px) 100vw, 790px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Gabungan mahasiswa dari beberapa Universitas di Tanjungpinang melakukan aksi tutup mulut dengan lakban di Depan Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (28/10). Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan karena selama aksi ujuk rasa penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja tidak pernah ditanggapi (Foto: Sahrul)</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami rakyat sudah lelah menyampaikan penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja tidak digubris, sehingga kami membuat aksi tutup mulut,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain aksi tutup mulut, lanjut dia, mahasiswa juga menandatangani petisi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aksi kami akan terus dilakukan sampai Presiden mengeluarkan Perpres pembatalan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja,&#8221; tegasnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/mahasiswa-tanjungpinang-tutup-mulut-dengan-lakban/">Mahasiswa Tanjungpinang Tutup Mulut Dengan Lakban</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/mahasiswa-tanjungpinang-tutup-mulut-dengan-lakban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aliansi Anak Kepri Menggugat Tolak Omnibus Law Cipta Kerja</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/aliansi-anak-kepri-menggugat-tolak-omnibus-law-cipta-kerja/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/aliansi-anak-kepri-menggugat-tolak-omnibus-law-cipta-kerja/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2020 12:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Anak Kepri Menggugat Tolak Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak UU Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[UU Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=39007</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Aliansi Anak Kepri Menggugat secara tegas menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/aliansi-anak-kepri-menggugat-tolak-omnibus-law-cipta-kerja/" title="Aliansi Anak Kepri Menggugat Tolak Omnibus Law Cipta Kerja" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/aliansi-anak-kepri-menggugat-tolak-omnibus-law-cipta-kerja/">Aliansi Anak Kepri Menggugat Tolak Omnibus Law Cipta Kerja</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Aliansi Anak Kepri Menggugat secara tegas menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI beberapa pekan lalu.</p>
<p>Koordinator Aliansi Anak Kepri Menggugat Veri mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi ujuk rasa penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Gedung DPRD Kepri, Pulau Dompak pada, Rabu (21/10) mendatang.</p>
<p>&#8220;Kami meminta DPRD sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan kepada presiden agar mengeluarkan Perpu Pembatalan UU Cipta Kerja,&#8221; kata Veri kepada awak media, Senin (19/10).</p>
<p>Dia mengatakan, jumlah massa yang akan turun kurang lebih 200 orang. Bahkan bisa jadi lebih karena ada juga dari mahasiswa dan buruh.</p>
<p>&#8220;Karena saat ini di tengah pandemi COVID-19, aksi tersebut akan mematuhi protokol kesehatan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menilai, pengesahan UU Cipta Kerja ini terlalu tergesa-gesa. Dimana, pada saat ini mulai dari pimpinan di pusat hingga ke bawah itu berjibaku untuk menuntaskan pandemi COVID-19.</p>
<p>&#8220;Seharusnya ini bisa ditunda dulu dan fokus masalah Covid-19 dulu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut dia, dalam UU itu banyak membuat polemik seperti ketenagakerjaan, pertanahan dan juga soal memberikan lebel halal sebelumnya domain MUI.</p>
<p>&#8220;Yang terlalu beresiko ke kita itu, kita ini Kepri otonomi daerah, nah kesannya otonomi daerah tidak ada guna lagi kalau semua keputusan ada di pusat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>SAHRUL</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/aliansi-anak-kepri-menggugat-tolak-omnibus-law-cipta-kerja/">Aliansi Anak Kepri Menggugat Tolak Omnibus Law Cipta Kerja</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/aliansi-anak-kepri-menggugat-tolak-omnibus-law-cipta-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BREAKING NEWS! Mahasiswa dan Buruh Akan Geruduk Kantor DPRD Kepri</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/breaking-news-mahasiswa-dan-buruh-akan-geruduk-kantor-dprd-kepri/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/breaking-news-mahasiswa-dan-buruh-akan-geruduk-kantor-dprd-kepri/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2020 02:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa dan Buruh Akan Geruduk Kantor DPRD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[UU Omnibus Law Cipta Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=38770</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Gabungan mahasiswa dari beberapa universitas dan buruh di Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan melakukan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/breaking-news-mahasiswa-dan-buruh-akan-geruduk-kantor-dprd-kepri/" title="BREAKING NEWS! Mahasiswa dan Buruh Akan Geruduk Kantor DPRD Kepri" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/breaking-news-mahasiswa-dan-buruh-akan-geruduk-kantor-dprd-kepri/">BREAKING NEWS! Mahasiswa dan Buruh Akan Geruduk Kantor DPRD Kepri</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Gabungan mahasiswa dari beberapa universitas dan buruh di Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan melakukan aksi ujuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Pulau Dompak, Kamis (8/10).</p>
<p>Aksi dilakukan menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI, Senin (5/10) lalu.</p>
<p>Pantauan <em>Barometerrakyat.com</em>, ratusan mahasiswa dengan berbagai warna almamater ini sudah berkumpul di Lapangan Pamedan Ahmad Yani sejak pukul 08.00 Wib.</p>
<p>Koordinator Lapangan Raja Igo Febrinaldi mengatakan, aksi tersebut mendesak Ketua DPRD Kepri untuk deklarasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.</p>
<p>&#8220;Kami menuntut Ketua DPRD Kepri deklarasi depan media dan mahasiswa meminta pemerintah pusat mengeluarkan Perpu pembatalan Undang-undang Cilaka,&#8221; tegasnya saat diwawancarai awak media.</p>
<p>Ia mengatakan, UU Omnibus Law Cipta Kerja berdampak buruk pada pekerja buruh dan lingkungan. Karena, lanjut dia, dalam draf Undang-undang tersebut memberikan kemudahan investor untuk berinvestasi sehingga berdampak terhadap lingkungan.</p>
<p>Mahasiswa pun mengaku kesal terhadap DPR, karena ngotot mengesahkan Undang-undang tersebut.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/breaking-news-mahasiswa-dan-buruh-akan-geruduk-kantor-dprd-kepri/">BREAKING NEWS! Mahasiswa dan Buruh Akan Geruduk Kantor DPRD Kepri</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/breaking-news-mahasiswa-dan-buruh-akan-geruduk-kantor-dprd-kepri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
