<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tidak Terawat | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/tidak-terawat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 04:59:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.29</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Tidak Terawat | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Dinas Peninggalan Antam Tidak Terawat</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/rumah-dinas-peninggalan-antam-tidak-terawat/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/rumah-dinas-peninggalan-antam-tidak-terawat/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 03:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[rumah dinas antam]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Terawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=24429</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Rumah dinas peninggalan PT Antam Persero di Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/rumah-dinas-peninggalan-antam-tidak-terawat/" title="Rumah Dinas Peninggalan Antam Tidak Terawat" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/rumah-dinas-peninggalan-antam-tidak-terawat/">Rumah Dinas Peninggalan Antam Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, </strong><strong>Tanjungpinang. </strong>Rumah dinas peninggalan PT Antam Persero di Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan Kepulauan Riau kondisinya memprihatinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah dinas perusahaan pertambangan bauksit yang beroperasi puluhan tahun itu pernah ditempati oleh pejabat perusahaan setingkat Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Biro (Kabiro) itu kini sudah kosong tidak berpenghuni.</p>
<p style="text-align: justify;">Tampak halaman depan dan sekeliling rumah itu semak ditumbuhi lalang. Ada juga kaca jendela yang pecah. Bahkan plafon dan kayu rumah mulai lapuk dan berjatuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara ada juga rumah dinas yang atap dan kayu penopang atap sudah dibongkar, tinggal dinding beton yang tersisa. Bahkan jendela dan pintunya juga sudah tidak terlihat lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal menurut warga Kijang rumah yang usianya mencapai puluhan tahun itu bangunannya sangat bagua jika dirawat dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sayang sekali rumah sebagus itu tidak dirawat, dibiarkan rusak. Padahal rumah tua itu jika dirawat masih bisa dimamfaatkan untuk masyarakat,&#8221; papar warga Kijang yang minta namanya tidak ingin ditulis dimedia ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, sebaiknya rumah ini dimamfaatkan untuk kepentingan umum,sehingga bisa terjaga keasliannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak PT Antam Persero Kijang sudah menghentikan semua aktifitas tambang bauksitnya, banyak asetnya diserahkan kepada Pemkab Bintan, baik itu sarana umum dan lahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah-rumah dinas pegawai yang dikenal dengan barek pun dirobohkan. Tinggal Wisma Karya dan Wisma Krida yang saat ini tersisa, yang masih milik perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sarana olah raga seperti lapangan bola, gedung olah raga juga telah diserahkan kepada pemerintah daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan lahan tempat RSUD Kijang saat ini, sebelumnya aset Antam juga sudah beralih ke Pemda. Selain itu Gedung LAM Bintan, Gedung Comunity Center dan lapangan relif yang dibangun di lahan eks Antam sudah diserahkan ke Pemda.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang tersisa pelabuhan dan lokasi perkantoran Antam serta beberapa lahan sejak faska tambang hingga saat ini masih aset Antam, yang belum dimamfaakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Naser staf PT Antam di Kijang saat dikonfirmasi mengatakan, rumah-rumah dinas itu masih aset perusahaan. Namun untuk melakukan perawatannya, Naser mengaku terkendala dengan terbatasnya anggaran.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Petugas keamanan perusahaan setiap saat kontrol, untuk perawatan rumah itu terbatas abggaran,&#8221; ucapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Naser, aset-aset PT Antam, saat ini tidak mudah begitu saja diserahkan kepada Pemerintah Daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sesuai peraturan Kementrian BUMN, aset perusahaan tidak mudah diserahkan kepada Pemda. Mekanisme ini yang berlaku,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">RAMDAN</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/rumah-dinas-peninggalan-antam-tidak-terawat/">Rumah Dinas Peninggalan Antam Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/rumah-dinas-peninggalan-antam-tidak-terawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prihatin, Makam Tua Di Kampung Bulang Tidak Terawat</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/prihatin-makam-tua-di-kampung-bulang-tidak-terawat/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/prihatin-makam-tua-di-kampung-bulang-tidak-terawat/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2018 07:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[kampung bulang]]></category>
		<category><![CDATA[makam tua]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Terawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=21405</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Makam tua yang terletak di RT 09 RW 09 kelurahan Kampung Bulang, kondisinya <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/prihatin-makam-tua-di-kampung-bulang-tidak-terawat/" title="Prihatin, Makam Tua Di Kampung Bulang Tidak Terawat" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/prihatin-makam-tua-di-kampung-bulang-tidak-terawat/">Prihatin, Makam Tua Di Kampung Bulang Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Makam tua yang terletak di RT 09 RW 09 kelurahan Kampung Bulang, kondisinya sangat memprihatinkan. Makam yang hanya ada batu nisan tampa nama tersebut ditumbuhi semak belukar tidak terurus.</p>
<p>Kononnya dari cerita masyarakat setempat makam tua yang berjumlah delapan itu diantaranya ada makam Panglima Bulang, Daeng kamboja, Daeng Ferani serta beberapa makam kerabat lainnya.</p>
<p>Warga Kampung Bulang pun bersama perangkat RT dan RW berinisiatif melakukan gotong royong membersihkan makam tua tersebut.</p>
<p>Ketua RT 10 Kampung Bulang Dayat mengatakan gotong-rotong membersihkan makam ini di dasari atas kemauan bersama warga kampung.</p>
<p>“Kami melakukan pembersihan makam ini secara iklas, karena melihat makam tersebut tidak terurus,&#8221; ujar Dayat disela gotong royong.</p>
<p>Menurut Dayat dari cerita orang tua inilah warga berinisiatif bersama-sama membersihkan makam tua ini.</p>
<p>&#8220;Apalagi saya lahir dan besar di kampung Bulang ini,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Kandar salah seorang warga yang ikut gotong-royong mengatakan sangat miris melihat kondisi makam itu.</p>
<p>&#8220;Memprihatinkan kondisi makam tidak terawat, banyak rumput liar menutupi makam itu,&#8221;&#8216; katanya.</p>
<p>Kandar menyebutkan rencananya bersama warga akan memagar komplek makam ini, sehingga kelihatan rapi dan bersih.</p>
<p>Menurutnya, kemungkinan makam tua ini adalah makam orang yang dulu yang memiliki kampung Bulang ini.</p>
<p>Warga berharap kepada pemerintah daerah dapat memperhatikan makam-makam tua ini karena banyak mengandung sejarah.*</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/prihatin-makam-tua-di-kampung-bulang-tidak-terawat/">Prihatin, Makam Tua Di Kampung Bulang Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/prihatin-makam-tua-di-kampung-bulang-tidak-terawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Objek Wisata Alam Air Terjun Gunung Bintan Tidak Terawat</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/objek-wisata-alam-air-terjun-gunung-bintan-tidak-terawat/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/objek-wisata-alam-air-terjun-gunung-bintan-tidak-terawat/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2016 11:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[gunung binta]]></category>
		<category><![CDATA[Objek wisata alam air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Terawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=3473</guid>
		<description><![CDATA[<p>BINTAN,(Barometerrakyat.com)- Objek wisata alam air terjun Gunung Bintan kondisinya tidak terawat. Hal ini terlihat dari <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/objek-wisata-alam-air-terjun-gunung-bintan-tidak-terawat/" title="Objek Wisata Alam Air Terjun Gunung Bintan Tidak Terawat" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/objek-wisata-alam-air-terjun-gunung-bintan-tidak-terawat/">Objek Wisata Alam Air Terjun Gunung Bintan Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BINTAN,(Barometerrakyat.com)-<br />
Objek wisata alam air terjun Gunung Bintan kondisinya tidak terawat.</p>
<p>Hal ini terlihat dari sejumlah pondok untuk istirahat pengunjung pada roboh dan kayu-kayu pagar pondok tersebut pada copot akibat lapuk termakan usia.</p>
<p>Tidak hanya itu,kondisi disekeliling tangga pendakian juga semak penuh dengan tumbuhan liar.</p>
<p>Selain itu pagar besi pada bagian kiri dan kanan tangga pendakian juga banyak yang roboh dan peyot.</p>
<p>Akibatnya membuat para pengunjung kurang nyaman dan tidak puas dengan kondisi objek wisata alam yang dikelola oleh RW setempat.</p>
<p>&#8220;Saya sudah dua kali ke objek wisata air terjun ini,tapi sayang tidak terawat dengan baik.Bangunan untuk pengunjung istirahat sudah usang dan kondisinya memprihatinkan,&#8221; ujar dalah seorang pengunjung, Minggu (24/1).</p>
<p>Sementara menurut pengunjung lainnya,bagian atas disekitar air terjun terlihat juga tidak terawat.Bahkan air yang mengalir juga semakin sedikit terutama disaat musim kemarau.</p>
<p>&#8220;Biasanya di air terjun itu bisa berenang,sekarang airnya dangkal tidak bisa untuk berenang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Padahal tiket masuk untuk satu orang dewasa dikenakan Rp.10000 per orang.<br />
Pengunjung pun kecewa karena perawatan di objek wisata alam ini minim.</p>
<p>Bahkan salah seorang pemandu wisata dari Lagoi juga sangat kecewa dengan kondisi tempat wisata alam ini. Padahal menurut dia,para turis luar negeri selalu berkunjung ke air terjun ini.</p>
<p>&#8220;Dibanding dengan tempat wisata alam lain daerah sangat jauh sekali berbeda.Malu rasanya kita  yang membawa turis ketempat ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Petugas karcis masuk di gerbang depan saat ditanya tidak bisa menjelaskan secara rinci aturan tiket masuk ke objek wisata alam air terjun Gunung Bintan tersebut.</p>
<p>&#8220;Tidak tau saya aturan tiket masuk itu,yang kelola RW setempat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut wanita muda ini,ia baru dua bulan bertugas di sebagai petugas karcis masuk.</p>
<p>Ia mengaku sebulannya mendapat upah Rp600 ribu perbulan.</p>
<p>Sementara itu menurut Ketua RW setempat menjelaskan tiket masuk itu baru dberlakukan sejak dua bulan ini.</p>
<p>&#8220;Bosan,sudah selalu menyampaikan kepada pemerintah terkait kondisi pbjek wisata alam air terjun ini,tidak ada tanggapan,&#8221; ujar Ketua RW setempat.(RAMDAN)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/objek-wisata-alam-air-terjun-gunung-bintan-tidak-terawat/">Objek Wisata Alam Air Terjun Gunung Bintan Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/objek-wisata-alam-air-terjun-gunung-bintan-tidak-terawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugu Proklamasi Riau Tidak Terawat</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/tigu-proklamasi-riau-tidak-terawat/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/tigu-proklamasi-riau-tidak-terawat/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2015 07:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Di Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Terawat]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Proklamasi Riau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tanjungpinang,(BR)-Tugu Proklamasi Riau Tanjungpinang di depan Gedung Daerah Tepi Laut kondisinya tidak terawat.Tanaman hias disekitar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/tigu-proklamasi-riau-tidak-terawat/" title="Tugu Proklamasi Riau Tidak Terawat" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/tigu-proklamasi-riau-tidak-terawat/">Tugu Proklamasi Riau Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanjungpinang,(BR)-Tugu Proklamasi Riau Tanjungpinang di depan Gedung Daerah Tepi Laut kondisinya tidak terawat.Tanaman hias disekitar tugu terlihat hidup segan mati tak mau.Dinding-dinding tugu juga catnya sudah menudar. Tembok pembatas tugu didepannya juga pada retak akibat tidak mampu menahan akar pohon palem yang semakin membesar.Ironisnya lagi yang membuat tugu itu semakin terlihat kumuh didepannya dipenuhi dengan pedagang kaki lima yang setiap hari mangkal ditempat itu.<br />
&#8220;Alamak tak terawat mas.catnya pun sudah usang,terlihat seperti bukan tempat bersejarah,&#8221; ujar Duan warga yang sedang menunggu kerabatny dari Batam.<br />
Yang lebih menyedihkan lagi.tempat bersejarah saat dikibarkannya bendera merah putih dan pembacaan teks proklamasi pertama kali di Tanjungpinang 29 Desember 1949 lalu itu selalu dijadikan tempat buang air kecil orang yang tidak bertanggungjawab. &#8220;Mestinya tugu itu harus selalu dijaga keindahannya,terlebih letaknya ditengah kota dan depan gedung daerah agar indah dipandang,&#8221; kata warga lainnya Nur. (RAMDAN)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/tigu-proklamasi-riau-tidak-terawat/">Tugu Proklamasi Riau Tidak Terawat</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/tigu-proklamasi-riau-tidak-terawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
