<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sungguh Mulia | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/sungguh-mulia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 11:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Sungguh Mulia | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sungguh Mulia, Komisaris Polisi Jadi Guru Ngaji</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/4338-2/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/4338-2/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2016 02:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Komisaris Polisi Jadi Guru Ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[Sungguh Mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=4338</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, KALIMANTAN TIMUR &#8211; Jika di Jakarta ada polisi tampan yang berjuang melawan teroris, maka <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/4338-2/" title="Sungguh Mulia, Komisaris Polisi Jadi Guru Ngaji" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/4338-2/">Sungguh Mulia, Komisaris Polisi Jadi Guru Ngaji</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, KALIMANTAN TIMUR &#8211; Jika di Jakarta ada polisi tampan yang berjuang melawan teroris, maka di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) seorang anggota polisi yang berjuang melawan kebodohan. Komisaris Polisi (Kompol) Kasdi, salah seorang anggota polisi di Polisi Resort (Polres) Kubar yang tengah berjuang melawan kebodohan dengan menjadi guru ngaji. </p>
<p>Kompol Kasdi adalah salah seorang Perwira Menengah di Polres Kutai Barat (Kubar). Ia menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan di Polres yang berada diujung barat Wilayah hukum Polda Kaltim.</p>
<p>Profesi sebagai guru ngaji mungkin tidak begitu menarik minat bagi kebanyakan orang. Padahal profesi ini sangat penting untuk mendidik generasi muda dengan ilmu-ilmu agama. Namun Kesadaran akan pentingnya profesi ini bagi umat Islam membuat seorang polisi yang bertugas di Polres Kubar turun tangan.</p>
<p>Cerita tentang kepedulian kompol Kasdi terhadap agama Islam pertama kali diunggah oleh laman Facebook Humas Polres Kutai Barat. Dalam akun Facebook tersebut, dijelaskan jika kompol Kasdi telah menjalani profesi sebagai guru ngaji selama 2 tahun. di kutip dari Komunitaislam.blogspot.com</p>
<p><a href="http://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2016/02/polisi-jadi-guru-ngaji-700x394.jpg" rel="attachment wp-att-4339"><img src="http://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2016/02/polisi-jadi-guru-ngaji-700x394-300x169.jpg" alt="polisi-jadi-guru-ngaji-700x394" width="300" height="169" class="alignnone size-medium wp-image-4339" /></a><br />
Kompol Kasdi bersama para santri</p>
<p>Aktifitas Polres Kutai Barat begitu padat, hal ini mengharuskan Kasdi tetap berada di kantor hingga menjelang magrib. Ia tampak sibuk berusaha untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera menuju ke Mushola Polres Kubar.</p>
<p>Sampainya di mushola, tampak anak-anak yang ingin belajar membaca Al Quran atau ngaji kepadanya sudah menunggu, mantan kapolsek Barong Tongkok Segera ia minta maaf kepada anak-anak tersebut dan pamit untuk melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu sebelum mengajar ngaji.</p>
<p>“Assalamualaikum anak-anak…maaf bapak belum ganti baju…oiyaa, tunggu sebentar ya, bapak sholat magrib dulu….”</p>
<p>Saat mengajar ngaji, terlihat ia begitu akrab dengan anak-anak tersebut.Tidak tampak ada jarak antara mereka. Ia mengajar layaknya mengajari anaknya sendiri, penuh kasih sayang dan rasa kasih sayang.</p>
<p>Kasdi mengisahkan, &#8221; awal saya mengajar ngaji anak-anak sekitar 2 tahun lalu, mereka merasa takut pada dirinya. Menyikapi hal ini saya mencoba mencari tahu akar permasalahanya. Ternyata ancaman dari orang tua kepada anak yang akan melaporkan kepada Polisi, akan ditangkap pak Polisi saat anak tidak mau menuruti kemauan orang tua, ini lah akar permasalahan utamanya.&#8221; ucapnya</p>
<p>Lalu, secara terpisah Kasdi berusaha untuk mengumpulkan anak santri ngajinya, Ia memintanya agar para orang tidak melakukan hal itu lagi. Seiring perjalanan waktu alhamdulillah anak-anak tersebut bisa akrab dan dekat dengannya.</p>
<p>Teruslah mengabdi bhayangkara, sederhana dan bermakna.</p>
<p>(Sumber: Komunitaislam.blogspot.com)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/4338-2/">Sungguh Mulia, Komisaris Polisi Jadi Guru Ngaji</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/4338-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sungguh Mulia, Sisihkan Gaji Anggota Polisi Bangun Pondok Pesantren</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/sungguh-mulia-sisihkan-gaji-anggota-polisi-bangun-pondok-pesantren/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/sungguh-mulia-sisihkan-gaji-anggota-polisi-bangun-pondok-pesantren/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2016 18:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sisihkan Gaji Anggota Polisi Bangun Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Sungguh Mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=3478</guid>
		<description><![CDATA[<p>Nusa Tenggara Barat, (BR) &#8211; Salah seorang Anggota Kepolisian Republik Indonesia menyisihkan waktu dan gajinya <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/sungguh-mulia-sisihkan-gaji-anggota-polisi-bangun-pondok-pesantren/" title="Sungguh Mulia, Sisihkan Gaji Anggota Polisi Bangun Pondok Pesantren" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/sungguh-mulia-sisihkan-gaji-anggota-polisi-bangun-pondok-pesantren/">Sungguh Mulia, Sisihkan Gaji Anggota Polisi Bangun Pondok Pesantren</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Nusa Tenggara Barat, (BR) &#8211; Salah seorang Anggota Kepolisian Republik Indonesia menyisihkan waktu dan gajinya untuk mendirikan pondok pesantren serta mengajar di pondok pesantren bernama Al Fathul Ulum yang terletak di Dusun Nggela Kelurahan Jati Wangi, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>
<p>Bripka Junaidin Seorang anggota kepolisian Polres Bima Kota yang bertugas di Polsek Rasa Nae Barat. Di balik kesibukannya sebagai seorang aparat penegak hukum, Junaidin memiliki hati mulia, yaitu menyisihkan waktu dan gajinya untuk mendirikan serta mengajar di pondok pesantren yang beliau dirikan.</p>
<p>Muchtar Muiz, salah satu warga Kota Bima menceritakan melalui akun Facebooknya, Rabu (20/1). Dia menuturkan bahwa Bripka Junaidin mengangkut sendiri bahan baku seperti pasir dan batu dari alam di sekitarnya. Menariknya lagi, seluruh bangunan tersebut tidak menggunakan tukang panggilan karena semua dikerjakan sendiri oleh Bripka Junaidi dan dibantu oleh warga sekitar dan keluarga beliau.</p>
<p><a href="http://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2016/01/bripka-junaidi.jpg" rel="attachment wp-att-3479"><img src="http://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2016/01/bripka-junaidi-300x200.jpg" alt="bripka-junaidi" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-3479" /></a></p>
<p>&#8220;Pembangunan ini dimulai pada tahun 2009. Dengan biaya murni dari kantong pribadi dengan cara menyisihkan gaji yang ia dapatkan dari pekerjaannya sebagai anggota polisi,&#8221; kata Muchtar.</p>
<p>(Sumber: Brilio.net)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/sungguh-mulia-sisihkan-gaji-anggota-polisi-bangun-pondok-pesantren/">Sungguh Mulia, Sisihkan Gaji Anggota Polisi Bangun Pondok Pesantren</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/sungguh-mulia-sisihkan-gaji-anggota-polisi-bangun-pondok-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
