<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sosialisasi Empat Pilar | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/sosialisasi-empat-pilar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Sosialisasi Empat Pilar | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>200 Guru Ikuti Sosialisasi Empat Pilar</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/200-guru-ikuti-sosialisasi-empat-pilar/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/200-guru-ikuti-sosialisasi-empat-pilar/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2019 06:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hardi Selamat Hood]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi Empat Pilar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=24507</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Batam. Sebanyak 200 guru di Kota Batam, Kepulauan Riau mengikuti sosialisasi empa pilar kebangsaan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/200-guru-ikuti-sosialisasi-empat-pilar/" title="200 Guru Ikuti Sosialisasi Empat Pilar" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/200-guru-ikuti-sosialisasi-empat-pilar/">200 Guru Ikuti Sosialisasi Empat Pilar</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Batam</strong>. Sebanyak 200 guru di Kota Batam, Kepulauan Riau mengikuti sosialisasi empa pilar kebangsaan di Sahid Hotel, batam Center. Sabtu (19/1).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sosialisasi tersebut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kepri Hardi Selamat Hood menyampaikan, Pancasila memiliki korelasi yang kuat dalam rangka memperkokoh pendidikan karakater sebagai Identitas Bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, krisis identitas menjadi pokok permasalahan utama pada bangsa Indonesia. Krisis Identitas ini, lanjut Hardi, bisa terjadi karena faktor budaya luar yang melakukan invasi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bahkan, bila diamati dengan seksama peran globalisasi di Indonesia yang menjadi penyebab krisis identitas ini tidak sekedar dipengaruhi oleh budaya luar yang masuk,” terang Hari melalui keterangan tertulis.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Hardi, pendidikan karakter dapat pupuk melalui pemahaman Pancasila dan penanaman nilai-nilai budaya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Penguatan pendidikan karakter diperlukan pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawatan dan keadilan. Lima hal tersebut yang sangat utama kita harus terapkan secara riil dalam setiap tutur kata, pikiran, dan perilaku kita,” sambung Hardi S Hood.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa budaya mempunya peranan penting dalam membentuk kebiasaan seseorang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nilai-nilai budaya perlu menjadi dasar dalam memaknai suatu peristiwa, fenomena, dan kejadian yang berlangsung dalam setiap interaksi antar anggota masyarakat. Budaya ini terwujud dari perilaku yang berlangsung terus-menerus hingga membentuk kebiasaan dalam masyarakat. Kebiasaan yang dinilai bagus inilah yang nantinya menjadi sumber karakter yang harus dipertahankan dalam pendidikan karakter bangsa Indonesia,” tutup Hardi. (Rls)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/200-guru-ikuti-sosialisasi-empat-pilar/">200 Guru Ikuti Sosialisasi Empat Pilar</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/200-guru-ikuti-sosialisasi-empat-pilar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bela Negara Kunci Menumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bela-negara-kunci-menumbuhkan-semangat-cinta-tanah-air/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bela-negara-kunci-menumbuhkan-semangat-cinta-tanah-air/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2018 23:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hardi Selamat Hood]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi Empat Pilar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=20928</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hardi Selamat Hood melakukan sosialisa 4 Pilar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bela-negara-kunci-menumbuhkan-semangat-cinta-tanah-air/" title="Bela Negara Kunci Menumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bela-negara-kunci-menumbuhkan-semangat-cinta-tanah-air/">Bela Negara Kunci Menumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hardi Selamat Hood melakukan sosialisa 4 Pilar berbangsan dan bernegara di Kampus STIE Bentara Persada, Kamis (13/9).</p>
<p>Sosialisasi yang dihadiri kurang lebih 200 ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa.</p>
<p>Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya kesadaran akan bela Negara.</p>
<p>Dalam sosialisasi tersebut dia menyampaikan, bahwa dalam meningkat cinta tanah air diperlukan kesadaran tentang bela Negara.</p>
<p>“Dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, hal yang penting untuk dilakukan adalah sadar bahwa bela negara merupakan salah satu pokok penting dalam menumbuhkan rasa Nasionalisme,” ujar Hardi melalui keterangan tertulis.</p>
<p>Selain itu, hardi menyampaikan, mahasiswa/i STIE Bentara persada harus menjadi mahasiswa yang berkarakter dan berintegritas.</p>
<p>“Mahasiswa merupakan iron stock bagi bangsa ini yang nantinya akan menjadi pengganti para pemimpin bangsa ini, sehingga mahasiswa di tuntut untuk memiliki kesadaran yang tinggi, bahwa Bela Negara harus terpatri didalam diri kita. Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki integritas yang tinggi, sehinnga karakter yang kuat akan terbentuk,” ujarnya.*</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bela-negara-kunci-menumbuhkan-semangat-cinta-tanah-air/">Bela Negara Kunci Menumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bela-negara-kunci-menumbuhkan-semangat-cinta-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Politik Kolonial Membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/politik-kolonial-membahayakan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/politik-kolonial-membahayakan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2018 23:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi Empat Pilar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=19108</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa keberadaan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/politik-kolonial-membahayakan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/" title="Politik Kolonial Membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/politik-kolonial-membahayakan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/">Politik Kolonial Membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM</strong>. Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa keberadaan masyarakat yang majemuk merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus diakui, diterima, dan dihormati.</p>
<p dir="ltr">Kemudian, kemajemukan ini diwujudkan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.</p>
<p dir="ltr">Namun tanpa disadari, ketidakmampuan mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan sebagian masyarakat menerima kemajemukan justru dapat membahayakan Indonesia itu sendiri.</p>
<p dir="ltr">“pengaruh berkelanjutan politik kolonial <i>devide et impera </i>telah mengakibatkan terjadinya berbagai gejolak yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Taba Iskandar saat menjadi narasumber Empat Pilar Kebangsaan, di Hotel Harmoni One, Selasa (10/7).</p>
<p dir="ltr">Taba menambahkan, bahwa empat pilar merupakan prasyarat minimal bagi bangsa ini untuk bisa berdiri kukuh dan meraih kemajuan.</p>
<p dir="ltr">Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara harus menjadi jiwa yang menginspirasi seluruh pengaturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.</p>
<p dir="ltr">Nilai-nilai Pancasila baik sebagai ideologi dan dasar negara sampai hari ini tetap kokoh menjadi landasan dalam bernegara.</p>
<p dir="ltr">“Selain itu, agar negara Indonesia tetap berdiri, setiap warga Negara Indonesia harus memiliki keyakinan, bahwa itulah prinsip-prinsip moral ke Indonesian,” tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Senada dengan Taba, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan bahwa Kepri memiliki karakteristik Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Kepri, yang memiliki ribuan pulau juga memiliki ragam suku dan bahasa. Dan di Kepri ini, Ia bersukur ketertiban selalu terjaga.</p>
<p dir="ltr">“Bahkan pesta demokrasi di Tanjungpinang kemarin, berlangsung aman dan tertib,” kata Nurdin.</p>
<p dir="ltr">Atas dasar itulah, Ia berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemuda untuk menjadi agen pembawa semangat empat pilar kebangsaan ini.</p>
<p dir="ltr">Ditempat yang sama, Kasi Intel Korem 033/WP, Kol Parluhutan Marpaung mengatakan bahwa tantangan Indonesia kekinian adalah terorisme dan radikalisme.</p>
<p dir="ltr">“Dan susahnya, ideologi ini disebarkan ke berbagai negara melalui simpatisan-simpatisan dan dunia maya,” kata Marpaung.</p>
<p dir="ltr">Atas dasar itulah, Ia meminta agar masyarakat dapat ikut memerangi paham radikal dan terorisme ini.</p>
<p dir="ltr">Salah satunya dengan memahami empat pilar kebangsaan ini.***</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/politik-kolonial-membahayakan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/">Politik Kolonial Membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/politik-kolonial-membahayakan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
