<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sang Ibu Pengamen Jalanan | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/sang-ibu-pengamen-jalanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Sep 2026 01:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.27</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Sang Ibu Pengamen Jalanan | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Nyata Perjuangan Hidup Sang Ibu Pengamen Jalanan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kisah-nyata-perjuangan-hidup-sang-ibu-pengamen-jalanan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kisah-nyata-perjuangan-hidup-sang-ibu-pengamen-jalanan/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2018 10:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Ibu Pengamen Jalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=15533</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;Ngamen Untuk Membiayai Sekolah Anak&#8221; Ngamen sebenarnya bukan tujuan hidup seseorang, kesulitan ekonomi dan demi <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kisah-nyata-perjuangan-hidup-sang-ibu-pengamen-jalanan/" title="Kisah Nyata Perjuangan Hidup Sang Ibu Pengamen Jalanan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kisah-nyata-perjuangan-hidup-sang-ibu-pengamen-jalanan/">Kisah Nyata Perjuangan Hidup Sang Ibu Pengamen Jalanan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ngamen Untuk Membiayai Sekolah Anak&#8221;</p>
<p>Ngamen sebenarnya bukan tujuan hidup seseorang, kesulitan ekonomi dan demi perut ibu separoh baya ini terpaksa ngamen untuk membiayai hidup keluarga.</p>
<p>Suami yang sedang sakit menjadi tekat ibu satu anak ini berjalan kaki dengan shon pemutar lagu lengkap dengan USB berisikan berbagai macam lagu serta mix kecil untuk bernyanyi.</p>
<p>Berbeda dengan pengamen lainnya, bermodalkan alat sederhana ini, ia menyambangi toko-toko dan kedai kopi pusat keramaian mengharapkan belas kasihan orang yang mendengar lagu yang ia lantunkan.</p>
<p>Uang recehan seribu, dua ribu diberikan oleh orang yang menaruh simpati dan mau berbagi dengan ibu yang mengaku berasal dari pulau Jawa.</p>
<p>Wanita yang hanya mengecap pendidikan kelas empat di Madrasah Ibtidaiyah setingkat sekolah dasar (SD) berjuang hidup meranrau ke Tanjungpibang untuk menyekolahlan putra satu-satunya yang berada di kampungnya.</p>
<p>&#8220;Saya masuk ke Tanjungpinang tahun 2011 lalu. Awalnya kerja jadi asisten rumah tangga. Tapi sekarang udah enggak ada yang pake tenaga saya, akhirnya saya banting setir ngamen jalanan dengan suami,&#8221; ujarnya saat ditemui sedang ngamen dikawasan kedai kopi Bintan Center.</p>
<p>Penghasilan dari ngamen, kata wanita separuh baya ini, mengaku sehari pendapatannya tidak menentu. Terkadang bisa banyak, bisa juga sedikit.</p>
<p>&#8220;Seharian keliling ya, bisa dapat 50 ribu lah pak,&#8221; ujar ibu ini sembari tersenyum.</p>
<p>Uang hasil ngamen ini, kata ibu ini untuk makan dan selebihnya dikumpul untuk kirim ke kampung buat biaya sekolah anak semata wayangnya.</p>
<p>&#8220;Sekarang anak saya udah tamat SMA dan coba-coba cari kerja,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Tinggal di Tanjungpinang, kata wanita bertubuh kecil ini, berbeda dengan di kampung. Walau tinggal ngekos tidak jauh dari masjid, bisa dapat uang walau dengan mengamen.</p>
<p>Menurutnya di kampung sangat sulit lapangan kerja, di Tanjungpinang pun jika ada pekerjaan yang memadai mungkin akan beralih tidak ngamen lagi.***</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kisah-nyata-perjuangan-hidup-sang-ibu-pengamen-jalanan/">Kisah Nyata Perjuangan Hidup Sang Ibu Pengamen Jalanan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kisah-nyata-perjuangan-hidup-sang-ibu-pengamen-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
