<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencabulan Anak di Anambas | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/pencabulan-anak-di-anambas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 03:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Pencabulan Anak di Anambas | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPPAD Kutuk Keras Pencabulan Anak di Anambas Hingga Hamil 8 Bulan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kppad-kutuk-keras-pencabulan-anak-di-anambas-hingga-hamil-8-bulan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kppad-kutuk-keras-pencabulan-anak-di-anambas-hingga-hamil-8-bulan/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 02:28:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan Anak di Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan Anak di Anambas Hingga Hamil 8 Bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=43658</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, ANAMBAS. Komisi Perlindungan dan Pengawas Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Anambas mengutuk keras, soal kaus <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kppad-kutuk-keras-pencabulan-anak-di-anambas-hingga-hamil-8-bulan/" title="KPPAD Kutuk Keras Pencabulan Anak di Anambas Hingga Hamil 8 Bulan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kppad-kutuk-keras-pencabulan-anak-di-anambas-hingga-hamil-8-bulan/">KPPAD Kutuk Keras Pencabulan Anak di Anambas Hingga Hamil 8 Bulan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, ANAMBAS. Komisi Perlindungan dan Pengawas Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Anambas mengutuk keras, soal kaus seoang ayah yang nekat mencabuli anak tiri berusia 12 tahun.</p>
<p>Komisioner KPPAD Anambas, Yessi Susilawati mengatakan pencabulan yang dilakukan pria berinisial KD (35) itu, sudah menghancurkan masa depan anak tirinya Bunga (nama samaran).</p>
<p>&#8220;Terkait anak yang diduga dicabuli oleh bapak tirinya di Palmatak, KPPAD Anambas sangat mengutuk perbuatan tersebut, karena perbuatan tersebut nyatanya telah menghancurkan masa depan si anak,&#8221; ujar Yessi saat dihubungi, Jumat (21/5).</p>
<p>Yessi menerangkan, bahwa anak adalah masa depan bangsa yang seharusnya mendapat didikan dan kasih sayang dari orang tuanya.</p>
<p>Sebagai Lembaga yang bertugas untuk melindungi anak dan perempuan dari perbuatan kekerasan, kata dia KPPAD akan bekerja sama dengan Sat Reskrim Polres Anambas, dalam penanganan kasus tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya harap dapat terungkap secara terang benderang dan memastikan hak anak tetap terpenuhi. Terhadap anak juga akan di koordinasikan dengan P2TP2A Anambas agar anak yang menjadi korban pencabulan itu mendapatkan pendampingan khusus,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia berharap, agar semua orang tua tetap mengawasi anak anaknya yang berguna untuk tidak menjadi korban pencabulan.</p>
<p>&#8220;Dan si anak tahu harus berbuat apa jika ada org yang akan mencoba mencabulinya. Serta segera memberitahukan KPPAD, melalui orang tua atau orang yang dipercayainya,&#8221; imbuhnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kppad-kutuk-keras-pencabulan-anak-di-anambas-hingga-hamil-8-bulan/">KPPAD Kutuk Keras Pencabulan Anak di Anambas Hingga Hamil 8 Bulan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kppad-kutuk-keras-pencabulan-anak-di-anambas-hingga-hamil-8-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Sebenarnya Pencabulan Anak di Anambas</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kuasa-hukum-desak-polisi-tangkap-pelaku-sebenarnya-pencabulan-anak-di-anambas/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kuasa-hukum-desak-polisi-tangkap-pelaku-sebenarnya-pencabulan-anak-di-anambas/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2020 06:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Sebenarnya]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan Anak di Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Jemaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=38853</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Kuasa hukum korban pencabulan anak bawah umur sebut saja Bunga (9), Muhammad Faisal <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kuasa-hukum-desak-polisi-tangkap-pelaku-sebenarnya-pencabulan-anak-di-anambas/" title="Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Sebenarnya Pencabulan Anak di Anambas" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kuasa-hukum-desak-polisi-tangkap-pelaku-sebenarnya-pencabulan-anak-di-anambas/">Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Sebenarnya Pencabulan Anak di Anambas</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Kuasa hukum korban pencabulan anak bawah umur sebut saja Bunga (9), Muhammad Faisal mendesak penyidik Polsek Jemaja, Anambas, Kepulauan Riau untuk mengungkap pelaku sebenarnya yang telah mencabuli kliennya.</p>
<p>Desakan itu menyusul setelah ayah korban inisial Am (37) yang disangkakan telah mencabuli anak kandungnya dibebas setelah masa tahanan habis.</p>
<p>&#8220;Saya berharap polisi bisa selesaikan kasus ini,&#8221; ujarnya kepada awak media di Tanjungpinang, Senin (12/10).</p>
<p>Ia mengatakan, jika kasus ini cepat terungkap, sehingga korban secepatnya dapat dilakukan pemulihan.</p>
<p>&#8220;Tapi sampai saat ini belum juga, kasihan anaknya (korban),&#8221; ucap mantan Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri ini. </p>
<p>Bahkan, kata dia, dari hasil asesmen yang telah diterima, sangat berbeda dengan kesimpulan penyidik dengan menetapkan sang ayah sebagai tersangka. </p>
<p>&#8220;Sepertinya polisi hanya berkutat pada laporan awal dan mereka tidak melakukan pengembangan penyidikan atas pemeriksaan pisikolog, jadi aneh, ada apa dengan kasus ini,&#8221; ujarnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kuasa-hukum-desak-polisi-tangkap-pelaku-sebenarnya-pencabulan-anak-di-anambas/">Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Sebenarnya Pencabulan Anak di Anambas</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kuasa-hukum-desak-polisi-tangkap-pelaku-sebenarnya-pencabulan-anak-di-anambas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TS: Kemana Lagi Cari Keadilan Untuk Anak Saya Korban Pemerkosaan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/ts-kemana-lagi-cari-keadilan-untuk-anak-saya-korban-pemerkosaan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/ts-kemana-lagi-cari-keadilan-untuk-anak-saya-korban-pemerkosaan/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 11:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemana Lagi Cari Keadilan Untuk Anak Saya Korban Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan Anak di Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[UPTD P2TP2A Kepri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=38045</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Seorang ibu TS (43) bersama putrinya L usia 9 tahun warga Jemaja, Kabupaten <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/ts-kemana-lagi-cari-keadilan-untuk-anak-saya-korban-pemerkosaan/" title="TS: Kemana Lagi Cari Keadilan Untuk Anak Saya Korban Pemerkosaan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/ts-kemana-lagi-cari-keadilan-untuk-anak-saya-korban-pemerkosaan/">TS: Kemana Lagi Cari Keadilan Untuk Anak Saya Korban Pemerkosaan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Seorang ibu TS (43) bersama putrinya L usia 9 tahun warga Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, melakukan aksi simpati di depan kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) di Jalan Riau, Tanjungpinang, Kamis (3/9) siang.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, keduanya membawa poster yang dikalungkan di leher. Poster tersebut bertuliskan &#8220;Ya Allah, kemanakah lagi mencari keadilan untuk anak saya yang jadi korban perkosaan selama tiga tahun sejak umur 6 tahun sampai 9 tahun&#8221;.</p>
<p>Selain itu, poster juga bertuliskan &#8220;Tolong…Bebaskan Ayah saya dari penjara. Ayah bukan orang yang memperkosa saya&#8221;.</p>
<p>Aksi itu dilakukan menuntut UPTD P2TP2A untuk menyerahkan hasil assessment psikolog terhadap putrinya beberapa bulan lalu.</p>
<p><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/09/2020_0904_020220.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-38049" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/09/2020_0904_020220.jpg" alt="" width="790" height="500" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/09/2020_0904_020220.jpg 790w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2020/09/2020_0904_020220-768x486.jpg 768w" sizes="(max-width: 790px) 100vw, 790px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tolonglah keluarkan hasil psikolog anakku, tolonglah kasihani kami. Itu saja yang saya minta, saya ingin keadilan anak saya dan suami saya,” kata TS sambil menangis.</p>
<p>Menurutnya, sudah dua bulan berada di Tanjungpinang untuk memperjuangkan keadilan untuk suami dan anaknya. Ia pun harus meninggalkan anaknya usia 3 tahun di Jemaja.</p>
<p>&#8220;Saya sudah sekian lama di sini (Tanjungpinang), tapi hasil tidak ada, di mana keadilan bagi saya, anak saya dan suami saya,” ujarnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/ts-kemana-lagi-cari-keadilan-untuk-anak-saya-korban-pemerkosaan/">TS: Kemana Lagi Cari Keadilan Untuk Anak Saya Korban Pemerkosaan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/ts-kemana-lagi-cari-keadilan-untuk-anak-saya-korban-pemerkosaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
