<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasar Baru | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/pasar-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 00:03:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Pasar Baru | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wako Rahma Pastikan Pedagang Kantongi SP Jadi Prioritas Tempati Lapak Baru Di Pasar Tanjungpinang</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/wako-rahma-pastikan-pedagang-kantongi-sp-jadi-prioritas-tempati-lapak-baru-di-pasar-tanjungpinang/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/wako-rahma-pastikan-pedagang-kantongi-sp-jadi-prioritas-tempati-lapak-baru-di-pasar-tanjungpinang/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2022 12:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Baru]]></category>
		<category><![CDATA[revitalisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=54005</guid>
		<description><![CDATA[<p>wako Rahma saat menggelar rapat bersama BUMD bahas revitalisasi pasar baru Tanjungpinang. (F istimewa) Barometerrakyat.com-Tanjungpinang <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/wako-rahma-pastikan-pedagang-kantongi-sp-jadi-prioritas-tempati-lapak-baru-di-pasar-tanjungpinang/" title="Wako Rahma Pastikan Pedagang Kantongi SP Jadi Prioritas Tempati Lapak Baru Di Pasar Tanjungpinang" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/wako-rahma-pastikan-pedagang-kantongi-sp-jadi-prioritas-tempati-lapak-baru-di-pasar-tanjungpinang/">Wako Rahma Pastikan Pedagang Kantongi SP Jadi Prioritas Tempati Lapak Baru Di Pasar Tanjungpinang</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>wako Rahma saat menggelar rapat bersama BUMD bahas revitalisasi pasar baru Tanjungpinang.<br />
(F istimewa)</p>
<p>Barometerrakyat.com-Tanjungpinang &#8211; Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menegaskan  pedagang yang mengantongi surat perjanjian (SP) menjadi prioritas utama untuk menempati pasar yang dibangun pemerintah di lokasi pasar baru.</p>
<p>Hal itu disampaikan walikota Rahma dalam rapat tindak lanjut revitalisasi pasar baru bersama Asisten Administrasi Umum, Yuswandi, Plt. Kepala Dinas PUPR, M. Irfan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Hermawan, jajaran BUMD, dan perwakilan pedagang pasar Tanjungpinang, di ruang rapat kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang.</p>
<p>&#8220;Seluruh pedagang yang menempati relokasi yang disiapkan pemerintah, secara otomatis itulah yang mengisi bangunan pasar yang baru yang dibangun pemerintah pusat,&#8221; ujar Wako Rahma,Selasa (22/8).</p>
<p>Rahma juga memastikan seluruh pedagang yang saat ini berjualan di pasar baru Tanjungpinang akan mengantongi SP. Mereka, akan mendapatkan SP baru sebanyak satu SP untuk satu Kepala Keluarga (KK).</p>
<p>Kemudian, pedagang yang memiliki lapak lebih dari satu akan diberikan dua lapak saja untuk menghindari monopoli.</p>
<p>&#8220;Karena, pedagang kaki lima yang berada di lokasi jalan Gambir, lorong Gambir, dan pelantar KUD harus kita akomodir untuk bisa menempati lapak/kios yang dibangun oleh pemerintah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelum pembongkaran pasar Tanjungpinang dimulai, Rahma meminta agar pedagang sudah harus pindah ke lokasi pasar sementara yang disiapkan pemko di Km. 7 di belakang kantor disdukcapil.</p>
<p>&#8220;Awal Oktober 2022, mereka sudah harus direlokasi. Sekarang ini persiapan mau pembongkaran. Kalau sudah dilaksanakan nanti, otomatis lokasi itu harus kosong agar tidak membahayakan pedagang dan pembangunan juga bisa berjalan lancar sesuai kontrak,&#8221; ucap Rahma.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tanjungpinang, Saroni mendukung penuh Waliota dalam menata pedagang yang nantinya bisa menempati bangunan baru di pasar Tanjungpinang.</p>
<p>Menurutnya, pendataan pedagang yang memiliki SP sesuai nama ini memberikan pemerataan yang adil dan berkeadilan. SP yang diregistrasi setiap tahunnya ini berguna untuk mengecek aktif tidaknya pedagang tersebut, bukan untuk mempersulit.</p>
<p>&#8220;Artinya, ini dapat menghilangkan yang namanya pencaloan lapak dan monopoli lapak. Sekarang ini, kita mencari yang jelas untuk ke depannya,&#8221;tutupnya.</p>
<p>Penulis: M.firdaus.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/wako-rahma-pastikan-pedagang-kantongi-sp-jadi-prioritas-tempati-lapak-baru-di-pasar-tanjungpinang/">Wako Rahma Pastikan Pedagang Kantongi SP Jadi Prioritas Tempati Lapak Baru Di Pasar Tanjungpinang</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/wako-rahma-pastikan-pedagang-kantongi-sp-jadi-prioritas-tempati-lapak-baru-di-pasar-tanjungpinang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Baru Masih &#8216;Angker&#8217; Buat Pedagang</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pasar-baru-masih-angker-buat-pedagang/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pasar-baru-masih-angker-buat-pedagang/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2017 08:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13746</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Pasar Baru I Tanjungpinang masih &#8216;angker&#8217; bagi pedagang. Pasalnya, para pedagang dibuat resah <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pasar-baru-masih-angker-buat-pedagang/" title="Pasar Baru Masih &#8216;Angker&#8217; Buat Pedagang" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pasar-baru-masih-angker-buat-pedagang/">Pasar Baru Masih ‘Angker’ Buat Pedagang</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Pasar Baru I Tanjungpinang masih &#8216;angker&#8217; bagi pedagang. Pasalnya, para pedagang dibuat resah karena barang dagangan sering diembat maling.</p>
<p>Meskipun CCTV telah dipasang oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, namun aksi nekat maling tidak bisa dicegah.</p>
<p>Salah satu pedagang di Pasar Baru I Saragi mengatakan, aksi nekat maling sudah terekam CCTV yang terpasang di pasar. &#8220;Maling mengunakan jas hujan, jadi tidak nampak sama sekali mukanya,&#8221; ungkap Saragi kepada awak media, Selasa (14/11).</p>
<p>Menurutnya, maling masuk dalam pasar dengan cara memotong gembok pintu dengan gergaji. &#8220;Ini kesalahan BUMD, kenapa kasi gembok pintu yang kecil. Biasanya toko-toko pakai gembok yang besar, gembok kecil sekejap untuk memotongnya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dia menyebutkan, dirinya mengalami kerugian lebih kurang Rp400 Ribu. &#8220;Hanya mengambil uang recehan yang tersimpan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, maling dalam menjalankan aksinya juga memutuskan kabel CCTV yang terpasang.</p>
<p>Ditempat yang sama, Joni yang juga menjadi korban kemalingan menduga, aksi maling didukung orang dalam. &#8220;Kemungkinan ada orang dalam,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dia mempertanyakan, penjaga pasar yang setiap malam menjaga keamanan pasar. &#8220;Pintu masuk di gergaji, katanya ada yang jaga, jaga apa ? pintu masuk digaji masak tidak tau,&#8221; tanya Joni</p>
<p>Dia menyebutkan, barang yang diambil maling hanya barang yang mahal-mahal seperti Bawang Putih. Ia menambahkan, mengalami kerugian jutaan rupiah. &#8220;Bawang putih sekitar 2 Juta, dan uang recehan sekitar 500 Ribu,&#8221; kata Joni.</p>
<p>SAHRUL</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pasar-baru-masih-angker-buat-pedagang/">Pasar Baru Masih ‘Angker’ Buat Pedagang</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pasar-baru-masih-angker-buat-pedagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desy : Pasar Baru Masih Dalam Proses Hibah</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/desy-pasar-baru-masih-proses-hibah/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/desy-pasar-baru-masih-proses-hibah/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2017 09:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Desy]]></category>
		<category><![CDATA[Masih Proses Hibah]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=9360</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Pasar baru yang berada di Pelantar KUD sudah selesai dibangun, namun tidak juga <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/desy-pasar-baru-masih-proses-hibah/" title="Desy : Pasar Baru Masih Dalam Proses Hibah" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/desy-pasar-baru-masih-proses-hibah/">Desy : Pasar Baru Masih Dalam Proses Hibah</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG</strong>. Pasar baru yang berada di Pelantar KUD sudah selesai dibangun, namun tidak juga diserahkan kepada pedagang. Pasar yang dibangun mengunakan Angaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) diperuntukan para pedagang korban kebakaran 2013 silam.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindak) Kota Tanjungpinang, Desy Afriyanti mengatakan banguan kios pasar baru yang telah selesai dikerjakan itu satausnya masih bangunan milik negara.</p>
<p>Menurutnya, pasar baru yang telah selesai dibangun itu sudah diserah terimakan oleh pelaksana kepada dinas.</p>
<p>Dari pihaknnya, lanjut Eci (sapaan akrab Desy Afriyanti) diperintahkan oleh Kementerian Perdagangan untuk segera menyerahkan proses berkas hibah.</p>
<p>&#8220;Sekarang sedang proses untuk melakukan proses hibah,&#8221; ujarnya</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga mengajukan surat untuk pemanfaatan bangunan pasar ini, itu juga sudah disetujui untuk pemanfaatan bangunan pasar &#8220;Setelah bangun kios pasar baru itu dihibahkan ke pemerintah Kota Tanjungpinang, selanjutnya akan kita lakukan proses hibah ke BUMD, karena mereka selaku pengelola pasar,&#8221; tegasnya</p>
<p>Saat disingung terkait ada pedagang yang mempunyai tiga kios sebelum kejadian kebakaran, beliau menegaskan setiap pedagang akan mendapatkan satu kios untuk satu pedagang</p>
<p>&#8220;Apa bila nanti ada kios yang lebih atau masih kosong akan kita berikan kepada pedagang korban kebakaranyang mempunyai kios lebih dari satu, tapi terkait masalah itu kita akan serahkan kepada BUMD untuk melaksanakan pertemuan dengan para pedagang korban kebakaran,&#8221; tutupnya</p>
<p><span style="color: #999999;">SAHRUL</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/desy-pasar-baru-masih-proses-hibah/">Desy : Pasar Baru Masih Dalam Proses Hibah</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/desy-pasar-baru-masih-proses-hibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Baru Belum Diserahkan, Ini Harapan Pedagang Korban Kebakaran</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pasar-baru-belum-diserahkan-ini-harapan-pedagang-korban-kebakaran/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pasar-baru-belum-diserahkan-ini-harapan-pedagang-korban-kebakaran/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2017 06:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Belum Diserahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ini Harapan Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=9356</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Pasar baru yang berada di Pelantar KUD sudah selesai dibangun, namun tidak juga <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pasar-baru-belum-diserahkan-ini-harapan-pedagang-korban-kebakaran/" title="Pasar Baru Belum Diserahkan, Ini Harapan Pedagang Korban Kebakaran" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pasar-baru-belum-diserahkan-ini-harapan-pedagang-korban-kebakaran/">Pasar Baru Belum Diserahkan, Ini Harapan Pedagang Korban Kebakaran</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG</strong>. Pasar baru yang berada di Pelantar KUD sudah selesai dibangun, namun tidak juga diserahkan kepada pedagang. Pasar yang dibangun mengunakan Angaran Pendapatan Belanja Negar (APBN) diperuntukan para pedagang korban kebakaran 2013 silam.</p>
<p>Salah satu pedagang yang merupakan korban kebakaran, tidak mau dimuat namanya mengatakan pasar selesai dibangun pada awal tahun 2017.</p>
<p>Dari pengawas pasar, katanya, kios yang sudah selesai akan diserahkan akhir bulan Maret 2017 kepada pedagang korban kebakaran. Namun, sampai saat ini, menurutnya tidak juga diserahkan.</p>
<p>&#8220;Katanya dari bulan 1 akan menepati kios baru, tapi tidak diserahkan juga. Dapat kabar akhir bulan Maret 2017 mau juga diserahkan, tapi sampai sekarang belum juga diserahkan,&#8221; katanya kepada Barometerrakyat.com, Jum&#8217;at (7/4)</p>
<p>Dirinya berharap, kios baru selesai ini untuk segera diserahkan kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran. Dirinya bersama dengan pedagang lain, sangat keberatan dengan sewa lapak yang digunakan sekarang ini.</p>
<p>&#8220;Cepat diserahkan, biar kami (pedagang) dapat berjualan. Saat ini pendapatan kecil, ditambah lagi dengan sewa. Tidak cukup untuk kebutuhan, untuk memenuhi kebutuhan kami selalu ambil tabungan yang tersimpan, jika terus begini kami tambah susah. Kalau tempat baru kami tidak perlu bayar sewa, karena sebelum musibah kebakaran 2013 kami sudah membeli 3 lapak dengan harga Rp 50 Juta&#8221; ungkapnya</p>
<p>Ditempat yang sama, Mursini (63) berharap pemerintah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang sebagai pengelola pasar untuk segera menyerahkan kios yang baru selesai ini kepada pedagang.</p>
<p>&#8220;Kami berharap bisa langsung diresmi dan langsung diserahkan kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran. Kami sangat berat menyewa, penghasilan sangat berkurang. Berharap sebelum Ramadhan sudah diserahkan,&#8221; ungkap wanita paruh baya yang sudah berdagang puluhan tahun, juga korban kebakaran.</p>
<p>Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah saat dikonfirmasi mengatakan pasar baru sudah selesai dibangun. Namun, karena belum ada penyerahan dari Kementerian Perdagangan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, maka belum bisa diserah kepada pedagang.</p>
<p>Pasar baru ini, menurutnya, akan diperuntukan kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran 2013 silam.</p>
<p>&#8220;Kita belum bisa menyerahkan ke pedagang, karena belum ada penyerahan secara resmi dari pusat ke Pemko Tanjungpinang. Ketika sudaj diserahka ke pedagang, maka kita (Pemko Tanjungpinang) tidak bisa menarik retribusi dipasar baru tersebut,&#8221; Lis saat ditemui Barometerrakyat.com di Tanjungpinang.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan, Desy Afriyanti epada awak media mengatakan pasar baru yang telah selesai dibangun masih bangunan milik negara.</p>
<p>&#8220;Pasar sudah selesai dibangunan, sudah serah terima pelaksana kepada dinas, sekarang jadi barang milik negara. Belum ada penyerahan kepada Pemko Tanjungpinang, ketika telah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang, maka akan dihibahkan langsung ke BUMD Tanjungpinang yang merupakan pengelola pasar,&#8221; katanya saat ditemui diruang kerjanya.</p>
<p>Saat disingung sebelum kebakaran, pedagang telah memiliki tiga kios. Dirinya menegaskan korban kebakaran akan mendapatkan satu kios untuk satu pedagang.</p>
<p>&#8220;Kita peruntukan satu pedagang untuk satu kios. Bagi yang sebelumnya telah memiliki 3 kios kita serahkan ke BUMD Tanjungpinang, untuk melakukan pertemuan dengan para pedagang korban kebakaran,&#8221; ungkapnya</p>
<p><span style="color: #999999;">SAHRUL</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pasar-baru-belum-diserahkan-ini-harapan-pedagang-korban-kebakaran/">Pasar Baru Belum Diserahkan, Ini Harapan Pedagang Korban Kebakaran</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pasar-baru-belum-diserahkan-ini-harapan-pedagang-korban-kebakaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
