<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nelayan | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/nelayan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Nelayan | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Ansar Ingin Kuota BBM Masyarakat Dan Nelayan Kepri  Tercukupi</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/gubernur-ansar-ingin-kuota-bbm-masyarakat-dan-nelayan-kepri-tercukupi/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/gubernur-ansar-ingin-kuota-bbm-masyarakat-dan-nelayan-kepri-tercukupi/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2022 09:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[ansar]]></category>
		<category><![CDATA[Kuota BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=55756</guid>
		<description><![CDATA[<p>BR. KEPRI &#8211; Diketahui Kepri terdiri 96 persen lautan, sebagian besar masyarakat Kepri bermata pencaharian <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/gubernur-ansar-ingin-kuota-bbm-masyarakat-dan-nelayan-kepri-tercukupi/" title="Gubernur Ansar Ingin Kuota BBM Masyarakat Dan Nelayan Kepri  Tercukupi" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/gubernur-ansar-ingin-kuota-bbm-masyarakat-dan-nelayan-kepri-tercukupi/">Gubernur Ansar Ingin Kuota BBM Masyarakat Dan Nelayan Kepri  Tercukupi</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BR. KEPRI &#8211; Diketahui<br />
 Kepri terdiri 96 persen lautan, sebagian besar masyarakat Kepri bermata pencaharian di laut,  membutuhkan kuota BBM yang cukup. Lalu, industri perekonomian di darat juga membutuhkan BBM untuk mobilitasnya, hal ini perlu di perhatikan secara bersama-sama, tentang bagaimana pemenuhan kuota BBMnya, hingga tidak menghambat pemulihan ekonomi.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat menghadiri Sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2019 tentang Penerbitan Surat Rekomendasi Perangkat Daerah (PD) untuk pembelian jenis BBM tertentu di Mega Ballroom, Hotel CK, Tanjungpinang, Kamis (24/11).</p>
<p>Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira, Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, Sales Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau Mahfud Nadyo Hantoro, dan Analis Kebijakan Energi Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Anjas Bandarso.</p>
<p>Tujuan dari Peraturan BPH Migas Nomor 17 tahun 2019 sendiri tertera di dalam Pasal 2 diantaranya memberikan petunjuk teknis bagi Kepala PD/Kepala Pelabuhan Perikanan/Lurah/Kepada Desa dalam menerbitkan Surat Rekomendasi untuk pembelian Jenis BBM Tertentu, kemudian meningkatkan peran serta Pemerintah Daerah atau Pelabuhan Perikanan dalam upaya pengawasan terhadap pendistribusian Jenis BBM Tertentu.</p>
<p>Selain itu peraturan ini akan menjamin tertib pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi Surat Rekomendasi yang diterbitkan oleh Kepala PD/Kepala Pelabuhan Perikanan/Lurah/Kepada Desa secara transparan dan akuntabel untuk pembelian Jenis BBM Tertentu, serta akan menjaga kuota Jenis BBM Tertentu per Kabupaten/Kota sesuai dengan besaran volume yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur.</p>
<p>Ansar menegasksn lagi kepada para PD dan BPH Migas dalam upaya pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat maka fasilitas yang mendorong upaya tersebut harus diperhatikan secara intens.</p>
<p>&#8221; PD yang menjadi peserta sosialisasi agar segera melakukan identifikasi kebutuhan kuota di daerahnya, dan benar-benar melakukan pendataan realisasi penggunaan BBM, serta bagaimana jalur distribusinya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ansar juga  minta kepada Kepala Perangkat Daerah untuk benar-benar menghitung kembali kebutuhan BBM di daerahnya, terutama kebutuhan untuk para nelayan, sehingga di tahun 2023 kuota BBM Kepri tercukupi.</p>
<p> &#8221; Kita akan lakukan rapat bersama seluruh Bupati dan Walikota, serta kepala SKPD yang rencananya per triwulannya untuk identifikasi ini. Saya tegaskan, agar seluruh teman-teman mengawasi realisasi BBM ini untuk memastikan tepat tujuannya dan tepat kuantitasnya,&#8221; ucap Anaar.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/gubernur-ansar-ingin-kuota-bbm-masyarakat-dan-nelayan-kepri-tercukupi/">Gubernur Ansar Ingin Kuota BBM Masyarakat Dan Nelayan Kepri  Tercukupi</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/gubernur-ansar-ingin-kuota-bbm-masyarakat-dan-nelayan-kepri-tercukupi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapal Nelayan Sei Enam Ditabrak Tongkang, Satu Orang Dalam Pencarian</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kapal-nelayan-sei-enam-ditabrak-tongkang-satu-orang-dalam-pencarian/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kapal-nelayan-sei-enam-ditabrak-tongkang-satu-orang-dalam-pencarian/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 02:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Nelayan Sei Enam Ditabrak Tongkang]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Orang Dalam Pencarian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=42528</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Kapal nelayan Sei Enam yang sedang melaut dilaut lepas mengalami kecelakaan, setelah kapal <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kapal-nelayan-sei-enam-ditabrak-tongkang-satu-orang-dalam-pencarian/" title="Kapal Nelayan Sei Enam Ditabrak Tongkang, Satu Orang Dalam Pencarian" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kapal-nelayan-sei-enam-ditabrak-tongkang-satu-orang-dalam-pencarian/">Kapal Nelayan Sei Enam Ditabrak Tongkang, Satu Orang Dalam Pencarian</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Kapal nelayan Sei Enam yang sedang melaut dilaut lepas mengalami kecelakaan, setelah kapal tersebut ditabrak oleh kapal tongkang yang sedang melintas.</p>
<p>Dua nelayan warga Sei  Enam Laut, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur Kelana dan Khairul Azman terjatuh kelaut akibat mengalami benturan yang keras.</p>
<p>Keluarga korban  mengatakan, mereka berangkat dari Sei Enam Rabu (10/3) sekitar pukul  20.00 Wib.</p>
<p>&#8220;Mereka berdua saja dalam kapal itu.  Tadi subuh kawannya sudah pulang, adek saya Azman  hingga pagi ini belum kembali. Keluarga khawatir dengan keselamatannya,saat ini keluaga kumpul menunggu kabar,&#8221; ujarnya saat  menghubungi Barometerrakyat.com, Kamis (11/3).</p>
<p>Hingga berita ini dinaikan,nelayan setempat bersama tim SAR sedang melakukan pencarian.</p>
<p>RAMDAN</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kapal-nelayan-sei-enam-ditabrak-tongkang-satu-orang-dalam-pencarian/">Kapal Nelayan Sei Enam Ditabrak Tongkang, Satu Orang Dalam Pencarian</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kapal-nelayan-sei-enam-ditabrak-tongkang-satu-orang-dalam-pencarian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang : Mereka Sudah Tahu Mahal, Makanya Sepi</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pedagang-mereka-sudah-tahu-mahal-makanya-sepi/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pedagang-mereka-sudah-tahu-mahal-makanya-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Aug 2017 07:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[ikan naik]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=11699</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Cuaca kurang bersahabat berimbas pada naiknya harga ikan di pasaran. Dari pantauan media <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pedagang-mereka-sudah-tahu-mahal-makanya-sepi/" title="Pedagang : Mereka Sudah Tahu Mahal, Makanya Sepi" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pedagang-mereka-sudah-tahu-mahal-makanya-sepi/">Pedagang : Mereka Sudah Tahu Mahal, Makanya Sepi</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13.6px;">BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Cuaca kurang bersahabat berimbas pada naiknya harga ikan di pasaran. Dari pantauan media ini di Pasar Ikan Pelantar KUD Tanjungpinang, harga ikan mulai naik sudah empat hari terakhir, Kamis (10/8).</span></p>
<p style="font-size: 13.6px;">“Ikan banyak kosong sekarang, sudah empat hari. Cuaca kurang baik sehingga nelayan tidak maksimal penagkapannya,” ucap salah satu pedagang ikan di Pasar Ikan Pelantar KUD Tanjungpinang, Edi Herianto (38).</p>
<p style="font-size: 13.6px;">Cuaca bagus, kata Edi nelayan biasa mendapatkan ikan satu peti. Namun karena cuaca tidak bagus nelayan hanya mendapatkan ikan 30 Kilogram.&nbsp;</p>
<p style="font-size: 13.6px;">Kurangnya ikan, juga banyak pedagang yang tidak membuka lapak penjaualannya. Selain itu, kurangnya ikan berdampak sepinya pengunjung untuk membeli ikan.&nbsp;</p>
<p style="font-size: 13.6px;">“Mereka (Pembeli) sudah tahu ikan mahal, maka ya sepi,” tuturnya.</p>
<p style="font-size: 13.6px;">Ia menambahkan, ikan yang mengalami kenaikan seperti Ikan Tongkol yang sebelumnya 28 Ribu per/kilo sekarang menjadi 30 Ribu per/kilo, ikan Kembung yang sebelumnya 20 Ribu per/kilo sekarang 25 Ribu per/kilo, Ikan Selar awalnya 25 Ribu per/kilo sekarang 30 Ribu per/kilo, Ikan Selikur sebelmunya 25 Ribu per/kilo sekarang 30 Ribu per/kilo, Ikan Tamban dari 8 Ribu per/kilo menjadi 14 Ribu per/kilo.</p>
<p style="font-size: 13.6px;">“Hampir semua jenis ikan yang naik harganya, sekitar satu minggu lagi mungkin sudah ada lagi ikannya, ” pungkasnya</p>
<p style="font-size: 13.6px;">Hal senada juga disampaikan Acui, ia mengatakan ikan dipasar sudah kosong sejak empat hari yang lalu. “Banyak pedagang yang pulang cepat, karena ikan tidak ada,” tuturnya</p>
<p style="font-size: 13.6px;"><b>SAHRUL</b></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pedagang-mereka-sudah-tahu-mahal-makanya-sepi/">Pedagang : Mereka Sudah Tahu Mahal, Makanya Sepi</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pedagang-mereka-sudah-tahu-mahal-makanya-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nelayan Mengadu ke DPRD, Ini Yang Disampaikan Nelayan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/nelayan-mengadu-ke-dprd-ini-yang-disampaikan-nelayan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/nelayan-mengadu-ke-dprd-ini-yang-disampaikan-nelayan/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 09 May 2017 13:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Angga]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Bugis]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=10048</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Sulit untuk mendapat rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis solar, masyarakat Kampung <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/nelayan-mengadu-ke-dprd-ini-yang-disampaikan-nelayan/" title="Nelayan Mengadu ke DPRD, Ini Yang Disampaikan Nelayan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/nelayan-mengadu-ke-dprd-ini-yang-disampaikan-nelayan/">Nelayan Mengadu ke DPRD, Ini Yang Disampaikan Nelayan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang.</strong> Sulit untuk mendapat rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis solar, masyarakat Kampung Bugis mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang. Selasa (9/5)</p>
<p>Nelayan disambut langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga, Wakil Ketua II, Ahmad Dani dan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Borman Sirait.</p>
<p>Ketua Nelayan Kampung Bugis, Hanafi mengatakan, pihaknya memiliki kendala dalam proses pengurusan rekomendasi.</p>
<p>Ini disebabkan banyaknya berkas yang harus disiapkan.</p>
<p>Menurutnya, pihaknya membeli BBM jenis solar per liter sekitar Rp 8.000 sampai Rp 8.500</p>
<p>“Jika menggunakan rekomendasi tersebut hanya membayar Rp 5.150 rupiah,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang juga dihadiri Kepala Dinas Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Raja Khairani serta perwakilan Dinas Perhubungan.<br />
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan, pihaknya berjanji siap memfasilitasi sampai dengan terbitnya rekomendasi tersebut.</p>
<p>Bahkan, dalam upaya memberikan pemahaman terkait prosedur siap memberikan sosialisasi dengan mengandeng narasumber dibidangnya.</p>
<p>Yang terpenting, katanya, sekarang para nelayan sudah bisa mengurus rekomendasi dengan melengkapi syarat-syarat yang ditentukan.</p>
<p>&#8220;Inj perlu ada sosialisasi. Sehingga para nelayan mengetahui ada rekomendasi BBM bersubsidi bagi para nelayan,&#8221; ungkap Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.</p>
<p><span style="color: #999999;">Sahrul</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/nelayan-mengadu-ke-dprd-ini-yang-disampaikan-nelayan/">Nelayan Mengadu ke DPRD, Ini Yang Disampaikan Nelayan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/nelayan-mengadu-ke-dprd-ini-yang-disampaikan-nelayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nelayan Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/nelayan-ditemukan-sudah-tidak-bernyawa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/nelayan-ditemukan-sudah-tidak-bernyawa/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2017 05:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Sudah Tidak Bernyawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=8610</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Sosok mayat laki-laki ditemukan oleh dua orang nelayan terapung dilaut tidak jauh dari <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/nelayan-ditemukan-sudah-tidak-bernyawa/" title="Nelayan Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/nelayan-ditemukan-sudah-tidak-bernyawa/">Nelayan Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">BAROMETERRAKYAT.COM, BINTAN. Sosok mayat laki-laki ditemukan oleh dua orang nelayan terapung dilaut tidak jauh dari Hotel Agro KM 36 Kabupaten Bintan, Kamis (9/2).</p>
<p style="text-align: justify;">Korban diketahui bernama Talib Alias Nani (49) juga sebagai nelayan. Warga Kampung Bengku, RT/RW 02/02 Kelurahan Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan saat ditemukan pertama kali oleh Parsono (34) dan Sohir (36) warga Desa Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang yang saat itu sedang menjaring ikan dilaut.</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi dilapangan menyebutkan pada pukul 08.30 Wib saksi parsono dan sohir turun ke laut hendak mencari ikan dengan cara menjaring tetapi setiba nya di laut mereka menemukan sesosok mayat terapung di tengah laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas temuan itu selanjutnya mereka memberi kabar kepada salah satu karyawan hotel agro untuk membantu mengebakuasi korban tersebut dipinggir pantai di belakang gedung MTQ Desa Teluk Bakau dan menghubungi Babinkamtibmas setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Pukul 09.00 korban berhasil dievakuasi kepinggir pantai dan tim medis dari Puskesmas Gunung Kijang langsung memeriksa kondisi korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya Ferdi( 30) dari pihak keluarga yang datang ke TKP memastikan bahwa korban tersebut benar paman nya yang tenggelam di laut daerah kampung Pulau Pucung Desa Malang Rapat Senin ( 6 /2 ) sore kemarin.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada pukul 09.30 Wib, korban tersebut di bawa menggunakan ambulance kantor Kecamatan Gunung Kijang menuju rumah duka di Kampung Bengku , RT/RW 02/02 Kelurahan Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan untuk di kebumikan.</p>
<p>(Redaksi)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/nelayan-ditemukan-sudah-tidak-bernyawa/">Nelayan Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/nelayan-ditemukan-sudah-tidak-bernyawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
