<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mengadu ke DPRD Tanjungpinang | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 04:37:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Mengadu ke DPRD Tanjungpinang | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengadu ke DPRD Tanjungpinang, Ini Permintaan Pedagang</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-ini-permintaan-pedagang/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-ini-permintaan-pedagang/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2018 10:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Ini Permintaan Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Mengadu ke DPRD Tanjungpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=16755</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Puluhan pedagang asongan (enceran) mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang. <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-ini-permintaan-pedagang/" title="Mengadu ke DPRD Tanjungpinang, Ini Permintaan Pedagang" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-ini-permintaan-pedagang/">Mengadu ke DPRD Tanjungpinang, Ini Permintaan Pedagang</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Puluhan pedagang asongan (enceran) mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang. Pedagang langsung disambut anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang Syahril.</p>
<p>Dalam pertemuan itu, pedagang meminta dispensasi untuk berjualan di Laman Bunda Tepi Laut dengan menggunakan troli.</p>
<p>Pedagang juga meminta supaya dapat berjualan di Laman Bunda dari pukul 16.00 Wib sampai pukul 00.00 Wib.</p>
<p>Selain itu, pedagang juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang untuk menata pedagang yang mengunakan gerobak motor dapat berjualan di seputaran Laman Bunda.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang Syahrial mengatakan, akan menyampaikan permintaan pedagang kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang.</p>
<p>Syahrial menegaskan, pedagang asongan boleh berjualan di Laman Bunda, namun tidak boleh mengunakan kereta dorong bayi.</p>
<p>&#8220;Kalau menggunakan troli kami belum bisa memutuskan, saya akan perjuangkan supaya pedagang asongan dapat menggunakan troli,&#8221; ungkapnya saat diwawancarai awak media, Selasa (20/3).</p>
<p>Sementara itu, terkait permintaan pedagang untuk menata gerobak motor, pihaknya juga belum bisa memberi keputusan, karena harus konsultasi dengan orang nomor satu di Tanjungpinang.</p>
<p>&#8220;Ini belum bisa kita putuskan karna tentunya saya juga harus konsultasi dulu ke Pj Walikota. Intinya, terkait hal ini juga akan ada pertimbangan baik dari Dishub, Sappol PP karna itu juga ada kewenangan beliau dan kita hanya menyampaikan apa keinginan para PKL,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pihaknya, juga menawarkan opsi gerobak motor untuk bisa berjualan ditempat yang disediakan oleh BUMD, tapi mereka (PKL) tidak mau mengambil opai tersebut dengan alasan jauh dari keramaian.</p>
<p>&#8220;Memang opsi itu belum bisa kita pakai, karna masih membicarakan dulu ke Pj Walikota. Tapi yang jelas untuk pedagang asongan sudah tak masalah,&#8221; ucapnya lagi.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-ini-permintaan-pedagang/">Mengadu ke DPRD Tanjungpinang, Ini Permintaan Pedagang</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-ini-permintaan-pedagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL Mengadu ke DPRD Tanjungpinang Berakhir Kecewa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pkl-mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-berakhir-kecewa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pkl-mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-berakhir-kecewa/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 04:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Berakhir Kecewa Bagi PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Mengadu ke DPRD Tanjungpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=16620</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pkl-mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-berakhir-kecewa/" title="PKL Mengadu ke DPRD Tanjungpinang Berakhir Kecewa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pkl-mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-berakhir-kecewa/">PKL Mengadu ke DPRD Tanjungpinang Berakhir Kecewa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Kamis (15/3). Namun, kedatangan puluhan PKL ini berakhir kecewa. Pasalnya, anggota DPRD Tanjungpinang tidak berada ditempat.</p>
<p>Koordinator PKL kepada awak media mengatakan, kedatangan pedagang ke Kantor DPRD Tanjungpinang untuk melakukan audiensi dengan anggota dewan terkait PKL yang dilarang berjualan di Laman Boenda Tepi Laut.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini mereka tidak bisa lagi berjualan, harapan kami datang kesini ingin mengadu ke perwakilan kami, ternyata tidak ditanggapi. Karena Ini masalah perut, tidak bisa kami menunggu,&#8221; ungkap Jo kepada awak media.</p>
<p>Ia mengatakan, pedagang sudah dilarang untuk berjualan di Laman Bunda. Namun, larangan ini tidak disertai dengan solusi untuk pedagang yang dilarang berjualan.</p>
<p>&#8220;Alasan Satpol mengusir kami karena adanya Perda, mereka selalu sampaikan Perda, sampai saat ini kita tidak ada dikasi solusi harus berjualan dimana, mereka main pakai usir saja. Kita orang awam takut kalau melihat orang pakai seragam,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dia berharap pedagang ini dapat berjualan kembali di Laman Bunda. Karena, kata Jo, pedagang tidak memiliki tempat untuk berjualan.</p>
<p>&#8220;Kalau berjualan kami kucing-kucingan, apabila tidak ada Satpol kami berjualan, jadi kami curi-curi gitu,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Sementara itu salah satu mengaku mendapat tindakan yang tidak manusiawi dari oknum Satpol PP Tanjungpinang. Ia mengaku, oknum Satpol berprilaku arogan dan mengucapkan kata-kata jorok.</p>
<p>&#8220;Saya dibentak, pernah ditonjok, kemudian Satpol ucapkan kata-kata jorok. Saya pulang rumah sampai tidak bisa tidur. Kita hanya minta kejelasan, bukan mintak sedekah. Kami berjualan untuk memenuhi kebutuhan anak kami, karena kami ingin mensekolahkan anak kami, kami tidak ingin anak kami ikut kerja seperti jualann koran,&#8221; ucap salah satu pedagang sembari menangis.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pkl-mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-berakhir-kecewa/">PKL Mengadu ke DPRD Tanjungpinang Berakhir Kecewa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pkl-mengadu-ke-dprd-tanjungpinang-berakhir-kecewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
