<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makanan | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/makanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Aug 2026 06:07:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.27</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Makanan | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makanan Ini Lho Pemicu Penuaan Dini</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/makanan-ini-lho-pemicu-penuaan-dini/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/makanan-ini-lho-pemicu-penuaan-dini/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2017 04:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Penuaan Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13220</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM. Ternyata ada beberapa makanan yang sering anda konsumsi memicu penuan diri lho. Sehingga membuat <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/makanan-ini-lho-pemicu-penuaan-dini/" title="Makanan Ini Lho Pemicu Penuaan Dini" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/makanan-ini-lho-pemicu-penuaan-dini/">Makanan Ini Lho Pemicu Penuaan Dini</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM</strong>. Ternyata ada beberapa makanan yang sering anda konsumsi memicu penuan diri lho. Sehingga membuat Anda terlihat lebih tua dari usia seharusnya.</p>
<p dir="ltr">Meski begitu, tidak ada makanan yang dapat membuat Anda langsung terlihat tua, tetapi jika Anda terus-menerus dan berlebihan dalam mengonsumsinya, maka hal itulah yang bisa membuat Anda tampak lebih tua.</p>
<p dir="ltr">Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat memicu penuaan dini seperti dilansir Klikdokter.com</p>
<p dir="ltr"><b>1. Gula</b></p>
<p dir="ltr">Kelebihan gula dalam tubuh dapat mendorong proses yang disebut glikasi. Bila Anda mengonsumsi gula lebih banyak dari yang bisa diproses oleh sel tubuh, molekul gula yang tersisa akan bergabung dengan protein dan membentuk produk glikasi.</p>
<p dir="ltr">Proses glikasi ini juga menghasilkan berbagai jenis protein radang di dalam tubuh yang dapat mempercepat proses penuaan kulit.</p>
<p dir="ltr"><b>2. Alkohol</b></p>
<p dir="ltr">Alkohol ternyata dapat memengaruhi kerja hati. Padahal, hati yang sehat juga dapat membuat kulit Anda terlihat sehat.</p>
<p dir="ltr">Ketika hati Anda bekerja optimal, ia dapat menyingkirkan racun yang bisa memengaruhi kulit.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, alkohol merupakan diuretik alami yang dapat menyebabkan Anda sering kencing.</p>
<p dir="ltr">Jadi, semakin banyak Anda mengonsumsi alkohol, risiko terjadinya dehidrasi semakin besar.</p>
<p dir="ltr">Faktanya, dehidrasi menyebabkan terjadinya kulit kering, mudah timbul kerutan dan keriput. Maka tak heran jika Anda akan tampak lebih tua dari usia yang sebenarnya.</p>
<p dir="ltr"><b>3. Daging hangus</b></p>
<p dir="ltr">Di dalam daging hangus terdapat kandungan hidrokarbon pro-inflamasi yang dapat menimbulkan masalah peradangan dan pada akhirnya dapat memecah kolagen di kulit.</p>
<p dir="ltr">Pastikan bahwa Anda mengikis bagian hitam yang terdapat pada daging yang dimasak sebelum memakannya.</p>
<p dir="ltr">Jangan lupa juga untuk membersihkan panggangan agar hidrokarbon pro-inflamasi tidak mencemari makanan Anda yang selanjutnya Anda masak.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, daging olahan juga mengandung silfit dan bahan pengawet lainnya, yang dapat memicu peradangan pada kulit dan mempercepat penuaan.</p>
<p dir="ltr"><b>4. Lemak trans</b></p>
<p dir="ltr">Menurut dr. Dewi Ema Anindia, lemak trans (trans fat / lemak tak jenuh) dapat membuat kulit menjadi kaku dan tidak lentur. Lemak trans membuat kaku dan dapat menyumbat pembuluh darah yang dapat membuat kulit semakin terlihat tua.</p>
<p dir="ltr">Dengan menjauhi lemak trans, Anda juga dapat mengurangi risiko serangan jantung, diabetes, hingga obesitas. Lemak trans biasanya mudah didapatkan dari mentega dan minyak goreng.</p>
<p dir="ltr"><b>5. Minuman berenergi</b></p>
<p dir="ltr">Minuman yang tinggi akan gula seperti soda dapat membuat tubuh dehidrasi. Menurut sebuah studi di Denmark, meminum satu liter soda cola teratur setiap hari dapat meningkatkan jumlah lemak di hati, otot dan sekitar organ dalam perut. Penumpukan lemak ini dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.</p>
<p dir="ltr"><b>6. Makanan asin</b></p>
<p dir="ltr">Garam yang Anda gunakan hampir dalam setiap masakan ternyata dapat membuat tubuh Anda dehidrasi, sehingga akan membuat Anda lelah dan membuat kulit pucat. Disamping itu, garam juga cenderung berakibat buruk untuk tubuh karena dapat memicu penyakit hipertensi.</p>
<p dir="ltr">Menurut Ranella Hirsch, MD, dari American Society of Cosmetic Dermatology &amp; Aesthetic Surgery, banyak makanan kaleng yang diawetkan dengan sodium yang bisa membuat Anda tampak gemuk.</p>
<p dir="ltr">Beberapa jenis makanan yang banyak mengandung sodium antara lain; soda kue, bubuk soda sebagai pengawet, obat pencahar, makanan yang dipanggang, keju dan sereal. <strong>(Klikdokter.com)</strong></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/makanan-ini-lho-pemicu-penuaan-dini/">Makanan Ini Lho Pemicu Penuaan Dini</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/makanan-ini-lho-pemicu-penuaan-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurangi Resiko Kanker, Ini Makanan Yang Perlu Dihindari</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/mengurangi-resiko-kanker-ini-makanan-yang-perlu-dihindari/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/mengurangi-resiko-kanker-ini-makanan-yang-perlu-dihindari/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2017 01:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Dihindari]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[Perlu]]></category>
		<category><![CDATA[Yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=8862</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM. Untuk mengurangi resiko terhadap penyebaran penyakit kanker, semua orang harus perhatikan asupan yang masuk <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/mengurangi-resiko-kanker-ini-makanan-yang-perlu-dihindari/" title="Mengurangi Resiko Kanker, Ini Makanan Yang Perlu Dihindari" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/mengurangi-resiko-kanker-ini-makanan-yang-perlu-dihindari/">Mengurangi Resiko Kanker, Ini Makanan Yang Perlu Dihindari</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8864" style="width: 255px" class="wp-caption alignnone"><a href="http://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2017/02/images-1-2.jpg"><img class="size-full wp-image-8864" src="http://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2017/02/images-1-2.jpg" alt="Ilustrasi Foto : internet" width="255" height="197" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Ilustrasi<br />Foto : internet</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM.</strong> Untuk mengurangi resiko terhadap penyebaran penyakit kanker, semua orang harus perhatikan asupan yang masuk didalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika tidak mau memperhatikan asupan makanan dalam tubuk maka kanker akan mengintai diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SppD, K-HOM, makanan seperti fast food, minyak untuk menggorengnya idealnya digunakan hanya dua kali.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila minyak goreng tersebut dipakai sampai berhari-hari maka minyak goreng tersebut akan berubah menjadi bahan yang berbahaya dan merusak sel tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Apa sih jeleknya fast food, yang pertama menjadi kita kebanyakan makan, tapi yang kedua minyak gorengnya itu. Karena minyak goreng itu harusnya hanya dipakai dua kali, ini dua hari. Ini yang menjadi bahan-bahan oksidan, ada yang ke jantung, ada yang ke sel kanker,&#8221; Kata Prof Aru saat Konferensi Pers YKI Family Funwalk 2017 bersama Wardah Cosmetics dalam memperingati Hari Kanker Sedunia yang bertema &#8216;We Can. I Can&#8217; baru-baru ini seperti dilansir Detik.com, Senin (27/2)</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga dengan kentang goreng atau populer disebut french fries tentu dinilai mempunyai selera tersendiri bagi para penggemarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun jika digoreng pada suhu sangat tinggi dan dalam waktu yang lama akan sangat berbahaya, karena selama prosesnya muncul zat akrilamida, agen karsinogen atau pemicu kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga daging merah, misalnya daging sapi, yang diolah dengan cara dibakar lalu muncul bagian yang gosong lebih memicu munculnya risiko kanker jika dibandingkan dengan daging putih seperti ikan atau daging ayam.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua ini memang tidak bisa kita hindari. Kata Prof Aru, apabila ditemukan ciri-ciri seperti berat badan turun drastis, ada benjolan yang tak hilang-hilang dan tak timbul rasa sakit, rasa lemas yang berlebihan karena anemia, rasa sakit yang tidak hilang di suatu tempat tubuh tertentu, serta pendarahan pada tempat yang lazim tapi waktunya tidak lazim sebaiknya lakukan deteksi awal yang dapat meningkatkan efektivitas penanganan potensi kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Semakin tinggi stadiumnya, semakin sulit diobati, semakin sulit disembuhkan, dan semakin pendek harapan untuk hidup,&#8221; pungkas Prof Aru.</p>
<p style="text-align: justify;">(Redaksi/Detik)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/mengurangi-resiko-kanker-ini-makanan-yang-perlu-dihindari/">Mengurangi Resiko Kanker, Ini Makanan Yang Perlu Dihindari</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/mengurangi-resiko-kanker-ini-makanan-yang-perlu-dihindari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
