<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KPPAD Kepri | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/kppad-kepri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jul 2026 01:56:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>KPPAD Kepri | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dugaan Pencabulan Anak di Anambas, KPPAD Kepri Lakukan Monitoring</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-anak-di-anambas-kppad-kepri-lakukan-monitoring/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-anak-di-anambas-kppad-kepri-lakukan-monitoring/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 00:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Pencabulan Anak di Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri Lakukan Monitoring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=36779</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau melakukan monitoring kasus dugaan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-anak-di-anambas-kppad-kepri-lakukan-monitoring/" title="Dugaan Pencabulan Anak di Anambas, KPPAD Kepri Lakukan Monitoring" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-anak-di-anambas-kppad-kepri-lakukan-monitoring/">Dugaan Pencabulan Anak di Anambas, KPPAD Kepri Lakukan Monitoring</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau melakukan monitoring kasus dugaan pencabulan di Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas dengan korban L, usia 9 tahun.</p>
<p>Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan seorang tersangka inisial Ar (37) merupakan ayah kandung dari korban.</p>
<p>&#8220;Sudah dilaporkan ke KPPAD untuk dilakukan upaya monitoring, pengawasan dan advokasi bagaimana proses hukum berjalan sesuai dengan sebagai mana mestinya,&#8221; kata Ketua KPPAD Kepri Ery Syahrial kepada awak media, Selasa (14/7).</p>
<p><strong>BACA : <a href="https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-di-anambas-suami-ditangkap-polisi-istri-cari-keadilan/">Dugaan Pencabulan di Anambas, Suami Ditangkap Polisi, Istri Cari Keadilan</a></strong></p>
<p>Pihaknya sudah meminta keterangan dari orang tua korban. Menurutnya, orang tua korban menilai tidak ada keadilan dan proses hukum itu perlu ditinjau kembali.</p>
<p>&#8220;Termasuk penetapan tersangka terhadap pelaku yang kebetulan adalah ayah dari korban,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan, pihaknya juga sudah berkerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2TP2A) Kepri untuk mendampingi korban.</p>
<p><strong>BACA : <a href="https://barometerrakyat.com/reaktif-covid-19-4-petugas-coklit-kpu-bintan-dikarantina/">Reaktif Covid-19, 4 Petugas Coklit KPU Bintan Dikarantina</a></strong></p>
<p>Selain itu, pihaknya juga menyiapkan dua orang psikolog untuk melakukan <em>assesmen</em> psikologis terhadap korban untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. &#8220;Itu sudah berlangsung beberapa kali,&#8221; ujarnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-anak-di-anambas-kppad-kepri-lakukan-monitoring/">Dugaan Pencabulan Anak di Anambas, KPPAD Kepri Lakukan Monitoring</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/dugaan-pencabulan-anak-di-anambas-kppad-kepri-lakukan-monitoring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengasuh Sodok Mulut Balita Dengan Sendok, KPPAD Kepri: Korban Alami Trauma</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pengasuh-sodok-mulut-balita-dengan-sendok-kppad-kepri-korban-alami-trauma/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pengasuh-sodok-mulut-balita-dengan-sendok-kppad-kepri-korban-alami-trauma/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2020 07:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Alami Trauma]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengasuh Balita di Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengasuh Sodok Mulut Balita Dengan Sendok]]></category>
		<category><![CDATA[Sat Reskrim Polres Tanjungpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=32881</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau Ery Syahrial mengatakan, <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pengasuh-sodok-mulut-balita-dengan-sendok-kppad-kepri-korban-alami-trauma/" title="Pengasuh Sodok Mulut Balita Dengan Sendok, KPPAD Kepri: Korban Alami Trauma" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengasuh-sodok-mulut-balita-dengan-sendok-kppad-kepri-korban-alami-trauma/">Pengasuh Sodok Mulut Balita Dengan Sendok, KPPAD Kepri: Korban Alami Trauma</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau Ery Syahrial mengatakan, dua balita yang menjadi korban penganiayaan oleh pengasuh Kusmiyati (40) mengalami trauma.</p>
<p>&#8220;Bersama psikolog kita temui, dan memang anak tersebut mengalami trauma,&#8221; ujarnya Ery Syahrial saat dihubungi melalui sambungan ponsel, Jumat (6/3).</p>
<p>Pihaknya, juga menyarankan kepada keluarga untuk tidak sungkan berkonsultasi kepada KPPAD.</p>
<p>&#8220;Kalau membutuhkan psikolog silahkan saja, kita tentunya terbuka dan membantu memulihkan trauma anaknya. Kalau saat ini, dari pihak dinas memang sudah ada menempatkan pisikolog,&#8221; sebutnya.</p>
<p><strong>Pengasuh Jadi Tersangka</strong></p>
<p>Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang menetapkan Kusmiyati (40) pengasuh dua balita sebagai tersangka kasus penganiyaan.</p>
<p>“Kita sudah tetap tersangka,” Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rio Reza Parindra ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (6/3).</p>
<p>Dia mengatakan, tersangka tidak dilakukan penahanan, hanya wajib lapor setiap minggunya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengasuh-sodok-mulut-balita-dengan-sendok-kppad-kepri-korban-alami-trauma/">Pengasuh Sodok Mulut Balita Dengan Sendok, KPPAD Kepri: Korban Alami Trauma</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pengasuh-sodok-mulut-balita-dengan-sendok-kppad-kepri-korban-alami-trauma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suami Pengangguran Pukul Bayi 3 Bulan Hingga Bibir Pecah</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/suami-pengangguran-pukul-bayi-3-bulan-hingga-bibir-pecah/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/suami-pengangguran-pukul-bayi-3-bulan-hingga-bibir-pecah/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Dec 2019 04:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Barometerrakyat.com]]></category>
		<category><![CDATA[Hingga Bibir Pecah]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Suami Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[Suami Pukul Bayi 3 Bulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=31875</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Seorang bayi yang baru berusia 3 bulan inisial F menjadi korban kekerasan ayahnya <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/suami-pengangguran-pukul-bayi-3-bulan-hingga-bibir-pecah/" title="Suami Pengangguran Pukul Bayi 3 Bulan Hingga Bibir Pecah" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/suami-pengangguran-pukul-bayi-3-bulan-hingga-bibir-pecah/">Suami Pengangguran Pukul Bayi 3 Bulan Hingga Bibir Pecah</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Seorang bayi yang baru berusia 3 bulan inisial F menjadi korban kekerasan ayahnya sendiri inisial E.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekerasan tersebut terjadi pada 4 Desember 2019 lalu, akibat kejadian tersebut bibir bayi laki-laki tersebut pecah dan hidungnya berdarah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan kedua kakak bayi tersebut masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun tidak luput dari kekerasan seperti dipukul dan dicubit.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun selama ini, ibu korban inisial D tidak melaporkannya karena ingin pelaku yang merupakan suaminya tersebut berubah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yang paling parah saat ini terhadap anak yang paling kecil yang baru berusia 3 bulan,” kata Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau Erry Syahrial.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, korban dipukul ayahnya saat ibunya sedang bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, D terpaksa bekerja hingga larut malam sebagai SPG.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/suami-pengangguran-pukul-bayi-3-bulan-hingga-bibir-pecah/">Suami Pengangguran Pukul Bayi 3 Bulan Hingga Bibir Pecah</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/suami-pengangguran-pukul-bayi-3-bulan-hingga-bibir-pecah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pilu Anak di Anambas Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri Selama 4 Tahun</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kisah-pilu-anak-di-anambas-jadi-pemuas-nafsu-ayah-tiri-selama-4-tahun/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kisah-pilu-anak-di-anambas-jadi-pemuas-nafsu-ayah-tiri-selama-4-tahun/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 06:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Pilu Anak di Anambas]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Selama 4 Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=31840</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, ANAMBAS. Seorang anak di Anambas, Kepulauan Riau sebut saja Bunga (14) mengalami nasib memilukan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kisah-pilu-anak-di-anambas-jadi-pemuas-nafsu-ayah-tiri-selama-4-tahun/" title="Kisah Pilu Anak di Anambas Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri Selama 4 Tahun" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kisah-pilu-anak-di-anambas-jadi-pemuas-nafsu-ayah-tiri-selama-4-tahun/">Kisah Pilu Anak di Anambas Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri Selama 4 Tahun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, ANAMBAS. Seorang anak di Anambas, Kepulauan Riau sebut saja Bunga (14) mengalami nasib memilukan setelah menjadi korban pelaku bejat ayah tirinya inisial ED.</p>
<p>Perbuatan terlarang pelaku terbongkar setelah Bunga menceritakan peristiwa memilukan tersebut kepada ibunya karena tidak tahan lagi terus disetubuhi pelaku.</p>
<p>Kepada ibunya, Bunga mengakui sudah melayani nafsu bejat ayah tiri selama empat tahun. Pelaku melakukan perbuatan terlarang tersebut saat korban masih berusia 10 tahun, saat ini korban sudah berusia 14 tahun.</p>
<p>Kejadian  pencabulan yang dilakukan pelaku berulang-ulang pada korban terjadi di rumah kediamannya di Kecamatan Jemaja Timur.</p>
<p>Selain disetubuhi, pelaku juga mengancam Bunga akan dibunuh jika tidak mengikuti kemauannya.</p>
<p>Karena tidak terima, ibu korban langsung melaporkan suaminya ke kantor polisi. Laporan tersebut teregister Nomor: LP-B /03/XI /2019/SPKT/Jemaja.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kisah-pilu-anak-di-anambas-jadi-pemuas-nafsu-ayah-tiri-selama-4-tahun/">Kisah Pilu Anak di Anambas Jadi Pemuas Nafsu Ayah Tiri Selama 4 Tahun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kisah-pilu-anak-di-anambas-jadi-pemuas-nafsu-ayah-tiri-selama-4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPPAD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembuangan Bayi di Batam</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kppad-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-pembuangan-bayi-di-batam/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kppad-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-pembuangan-bayi-di-batam/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 05:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Desak Polisi Usut Tuntas Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuangan Bayi di Batam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=31833</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) mendesak pihak kepolisian mengungkap kasus pembuangan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kppad-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-pembuangan-bayi-di-batam/" title="KPPAD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembuangan Bayi di Batam" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kppad-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-pembuangan-bayi-di-batam/">KPPAD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembuangan Bayi di Batam</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) mendesak pihak kepolisian mengungkap kasus pembuangan bayi yang menyebabkan bayi tersebut meninggal.</p>
<p>Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial mengatakan, kasus tersebut harus diungkap semaksimal mungkin siapa pelaku dan bila ditemukan harus diproses secara hukum.</p>
<p>&#8220;Kita mendorong pihak kepolisian bekerja maksimal,&#8221; Erry saat dihubungi Barometerrakyat.com, Rabu (11/12).</p>
<p>&#8220;Kita mengharapkan masyarakat memberikan informasi yang dibutuhkan polisi bila mengetahui untuk mengungkap kasus ini,&#8221; lanjut Erry.</p>
<p>Upaya mengungkap dan memproses kasus tersebut, kata Erry, agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan ada efek jera bagi pelaku.</p>
<p>Hal tersebut mengingat dalam setahun di Batam ada sekitar 5 anak yang dibuang orangtuanya ketika baru dilahirkan.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kppad-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-pembuangan-bayi-di-batam/">KPPAD Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembuangan Bayi di Batam</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kppad-desak-polisi-usut-tuntas-kasus-pembuangan-bayi-di-batam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Fakta Siswa SMP Ogah Hormat Bendera dan Nyanyi Indonesia Raya</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/4-fakta-siswa-smp-ogah-hormat-bendera-dan-nyanyi-indonesia-raya/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/4-fakta-siswa-smp-ogah-hormat-bendera-dan-nyanyi-indonesia-raya/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 23:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[4 Fakta Siswa SMP Ogah Hormat Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Siswa SMP Batam]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nyanyi Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa SMP Dikeluarkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=31532</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Dua siswa SMP 12 Batam, Kepulauan Riau dikembalikan kepada kedua orang tua karena <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/4-fakta-siswa-smp-ogah-hormat-bendera-dan-nyanyi-indonesia-raya/" title="4 Fakta Siswa SMP Ogah Hormat Bendera dan Nyanyi Indonesia Raya" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/4-fakta-siswa-smp-ogah-hormat-bendera-dan-nyanyi-indonesia-raya/">4 Fakta Siswa SMP Ogah Hormat Bendera dan Nyanyi Indonesia Raya</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BATAM. Dua siswa SMP 12 Batam, Kepulauan Riau dikembalikan kepada kedua orang tua karena menolak hormat bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada saat upacara.</p>
<p>Keputusan tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan pembinaan dan pendekatan kepada siswa bersama orang tuanya tidak membuahkan hasil.</p>
<p>Keputusan tersebut telah disepakati bersama pihak sekolah, Danramil, Dinas Pendidikan Batam, perwakilan dewan pendidikan.</p>
<p>Berikut empat fakta dua siswa ogah hormat dan menyanyikan lagu Indonesia raya yang dirangkum Barometerrakyat.com dari berbagai sumber :</p>
<figure id="attachment_31534" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1574787132044.jpg"><img class="size-full wp-image-31534" src="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1574787132044.jpg" alt="" width="780" height="585" srcset="https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1574787132044.jpg 780w, https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1574787132044-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 780px) 100vw, 780px" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan (F-facebook)</figcaption></figure>
<p>1. Sudah Setahun Tolak Hormat-Nyanyi Lagu Indonesia raya</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Batam Hendri Arulan mengatakan, peristiwa penolakan hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara sekolah sudah terjadi sejak satu tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Mereka menganut aliran kepercayaan tertentu. Ini bagian daripada melawan tidak ikut aturan berbangsa dan bernegara dan ini merupakan makar. Ini bahasa Danramil,&#8221; kata Hendri kepada wartawan dilansir detikcom.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/4-fakta-siswa-smp-ogah-hormat-bendera-dan-nyanyi-indonesia-raya/">4 Fakta Siswa SMP Ogah Hormat Bendera dan Nyanyi Indonesia Raya</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/4-fakta-siswa-smp-ogah-hormat-bendera-dan-nyanyi-indonesia-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengantian Tahun, KPPAD Kepri Imbau Masyarakat Awasi Anak</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pengantian-tahun-kppad-kepri-imbau-masyarakat-awasi-anak/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pengantian-tahun-kppad-kepri-imbau-masyarakat-awasi-anak/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2017 04:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Imbau Masyarakat Awasi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengantian Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=14703</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat Kepri <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pengantian-tahun-kppad-kepri-imbau-masyarakat-awasi-anak/" title="Pengantian Tahun, KPPAD Kepri Imbau Masyarakat Awasi Anak" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengantian-tahun-kppad-kepri-imbau-masyarakat-awasi-anak/">Pengantian Tahun, KPPAD Kepri Imbau Masyarakat Awasi Anak</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG</strong>. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat Kepri untuk memantau atau mengawasi anak-anak dalam merayakan malam pengantian tahun.</p>
<p>&#8220;Termasuk melakukan pengawasan dimana, dengan siapa dan apa saja yang mereka (Anak-anak, red) lakukan,&#8221; ‎ungkap Ketua KPPAD Kepri Muhammad Faisal melalui surat Himbauan Nomor : 002/KPPAD-Kepri/XII/2017 yang diterima Redaksi Barometerrakyat.com, Minggu (31/12).</p>
<p>Orang tua, kata Faisal, hendaknya memberi pemahaman esensi malam pengantian tahun kepada anak-anak sesuai tuntutan agama, dengan berkumpul bersama keluarga tanpa perayaan yang ‎berlebihan.</p>
<p>Selain itu, masyarakat luas yang ikut merayakan malam pengantian tahun dapat bersama memberi perhatian, perlindungan, dan peduli kepada hal-hal membahayakan anak-anak.</p>
<p>&#8220;Pemerintah daerah dan aparat Kepolisian ‎untuk terus dapat melakukan pengamanan secara maksimal dengan mewaspadai aksi kehajatan terhadap anak, termasuk pengawasan ditempat-tempat hiburan malam dan penginapan-penginapan yang memberikan fasilitas bagi anak-anak,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Bagi masyarakat dapa‎t langsung menghubungi KPPAD Kepri di nomor telepn (0771) 4502694 atau SMS 081268028283 jika mengetahui atau melihat setiap kejadian terhadap anak.</p>
<p>Redaksi</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengantian-tahun-kppad-kepri-imbau-masyarakat-awasi-anak/">Pengantian Tahun, KPPAD Kepri Imbau Masyarakat Awasi Anak</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pengantian-tahun-kppad-kepri-imbau-masyarakat-awasi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faisal : Pemko Tanjungpinang Belum Respon Pembentukan KPPAD</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/faisal-pemko-tanjungpinang-belum-respon-pembentukan-kppad/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/faisal-pemko-tanjungpinang-belum-respon-pembentukan-kppad/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2017 07:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Tanjungpinang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13971</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/faisal-pemko-tanjungpinang-belum-respon-pembentukan-kppad/" title="Faisal : Pemko Tanjungpinang Belum Respon Pembentukan KPPAD" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/faisal-pemko-tanjungpinang-belum-respon-pembentukan-kppad/">Faisal : Pemko Tanjungpinang Belum Respon Pembentukan KPPAD</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Faisal mengatakan, Pemerintah kota Tanjungpinang belum begitu respon terhadap Pembentukan KPPAD kota Tanjungpinang.</p>
<p>Pihaknya, kata Faisak telah berulang kali mengadvokasi dan berkordinasi dengan Pemko masalah pembetukan KPPAD kota Tanjungpinang.</p>
<p>&#8220;Kami terus mendorong Pemko untuk segera merealisasikan pembentukan kelembagaan KPPAD di kota Tanjungpinang, karena penting untuk fokus mengawasi masalah anak-anak di kota Tanjungpinang,&#8221; ungkapnya  Senin (27/11).</p>
<p>Ia menyebutkan, alasan dari pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang lambat merealisasikan KPPAD di kota Tanjungpinang karena, Pemko merasa sudah cukup ada KPPAD Provinsi Kepri. Padahal, lanjut Faisal, pihaknya tidak bisa memantau keseluruhan masalah anak di kota Tanjungpinang. Karena masih harus memantau juga kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepri.</p>
<p>&#8220;Informasi yang saya dapatkan,pihak pemko merasa sudah cukup ada kami, tapi kami kan juga membagi waktu untuk Kabupaten kota lain dan juga kalau mengharapkan kami, kurang efektif nantinya pengawasan di kota ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia pun berharap agar pemerintah kota Tanjungpinang cepat merealisasikan KPPAD kota Tanjungpinang, karena melihat kondisi Masalah anak yang ada Tanjungpinang masih cukup Rawan. Selain itu, ia juga meminta agar DPRD  Tanjungpinang mendukung realisasi KPPAD Tanjungpinang.</p>
<p>&#8220;Saya harapkan pihak pemko segera membentuk dan juga Dewan kota agar juga dapat membantu perealisasian KKPAD kota Tanjungpinang. Kami siap mendukung pembentukan segera,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Muhammad Danu</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/faisal-pemko-tanjungpinang-belum-respon-pembentukan-kppad/">Faisal : Pemko Tanjungpinang Belum Respon Pembentukan KPPAD</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/faisal-pemko-tanjungpinang-belum-respon-pembentukan-kppad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi I Desak KPPAD Tanjungpinang Segera Dibentuk</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/komisi-i-desak-kppad-tanjungpinang-segera-dibentuk/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/komisi-i-desak-kppad-tanjungpinang-segera-dibentuk/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2017 05:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[komisi I]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13877</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tanjungpinang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/komisi-i-desak-kppad-tanjungpinang-segera-dibentuk/" title="Komisi I Desak KPPAD Tanjungpinang Segera Dibentuk" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/komisi-i-desak-kppad-tanjungpinang-segera-dibentuk/">Komisi I Desak KPPAD Tanjungpinang Segera Dibentuk</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tanjungpinang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang segera membentuk Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) kota Tanjungpinang.</p>
<p>Pasalnya, kasus anak di Kota Tanjungpinang masih tinggi, baik anak jadi pelaku maupun sebagai korban. KPPAD Kepri mencatat sebanyak 52 kasus melibatkan anak di Tanjungpunang.</p>
<p>&#8220;Kami minta segera di bentuk, untuk khusus kota Tanjungpinang,&#8221; ungkap Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu, Selasa (21/11).</p>
<p>Menurutnya, dengan dibentuk KPPAD Tanjungpinang dapat mengawasi anak-anak di kota Tanjungpinang serta dapat menekan lagi angka kasus kriminal yang melibatkan anak-anak usia dini. &#8220;Selain harus ada KPPAD khusus untuk kota Tanjungpinang, kami minta juga agar masyarakat terutama orang tua dapat berperan aktif memantau anaknya sendiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang agar menegakkan Perda jam malam. Dimana anak-anak usia dini wajib belajar di rumah pada jam yang telah di tentukan. &#8220;Kita minta seluruh pihak terkait,agar lebih tegas lagi, terutama Satpol PP, untuk menegakan Perda, salah satunya Perda Jam malam,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Muhammad Danu</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/komisi-i-desak-kppad-tanjungpinang-segera-dibentuk/">Komisi I Desak KPPAD Tanjungpinang Segera Dibentuk</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/komisi-i-desak-kppad-tanjungpinang-segera-dibentuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanjungpinang Nomor Dua Kasus Anak di Kepri</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/tanjungpinang-nomor-dua-kasus-anak-di-kepri/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/tanjungpinang-nomor-dua-kasus-anak-di-kepri/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2017 04:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Anak]]></category>
		<category><![CDATA[KPPAD Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinanv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13874</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang &#8211; Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/tanjungpinang-nomor-dua-kasus-anak-di-kepri/" title="Tanjungpinang Nomor Dua Kasus Anak di Kepri" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/tanjungpinang-nomor-dua-kasus-anak-di-kepri/">Tanjungpinang Nomor Dua Kasus Anak di Kepri</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong> &#8211; Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kota Tanjungpinang menduduki peringkat kedua kasus anak tertinggi di Kepri.</p>
<p>Ketua KPPAD Kepri Muhammad Faisal mengatakan, pihaknya mencatat 52 kasus berbeda yang melibatkan anak-anak di kota Gurindam. &#8220;Ada 52 kasus dan yang terlibat sebanyak 76 anak yang terdiri dari 44 laki-laki dan 32 anak perempuan,&#8221; ungkap Faisal, Selasa (21/11).</p>
<p>Ia menjelaskan dari kasus tersebut, yang dominan adalah kasus anak yang menjadi korban kejahatan seksual. &#8220;Korban dari kejahatan seksual, dengan korban anak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9 orang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jumlah kasus 2017 mengalami penurunan dibandingkan 2016. Pada 2016 pihaknya mencatat kasus anak di Kota Tanjungpinang 87 kasus. &#8220;Tahun ini Alhamdullilah menurun hingga Oktober baru tercatat sebanyak 52 kasus dan 76 orang anak, di banding tahun lalu yang cukup tinggi yang mana ada sebanyak 87 kasus dengan jumlah anak yang terlibat sebanyak 126 orang anak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia pun mengharapkan orang tua dapat mengawasi setiap tingkah laku anak nya yang masih di usia dini, agar terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan atau masuk dalam pergaulan bebas.</p>
<p>Muhammad Danu</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/tanjungpinang-nomor-dua-kasus-anak-di-kepri/">Tanjungpinang Nomor Dua Kasus Anak di Kepri</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/tanjungpinang-nomor-dua-kasus-anak-di-kepri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
