<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koarmada 1 | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/koarmada-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 03:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Koarmada 1 | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kapal Perang Cina Wara-wiri Bikin Nelayan Natuna Ketakutan</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kapal-perang-cina-wara-wiri-bikin-nelayan-natuna-ketakutan/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kapal-perang-cina-wara-wiri-bikin-nelayan-natuna-ketakutan/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2021 22:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Perang Cina di Perairan Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Perang Cina Wara-wiri]]></category>
		<category><![CDATA[Koarmada 1]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Natuna Ketakutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=45450</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, NATUNA. Komando Armada (Koarmada) I TNI AL meminta nelayan di sekitar perairan Natuna tak <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kapal-perang-cina-wara-wiri-bikin-nelayan-natuna-ketakutan/" title="Kapal Perang Cina Wara-wiri Bikin Nelayan Natuna Ketakutan" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kapal-perang-cina-wara-wiri-bikin-nelayan-natuna-ketakutan/">Kapal Perang Cina Wara-wiri Bikin Nelayan Natuna Ketakutan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, NATUNA. Komando Armada (Koarmada) I TNI AL meminta nelayan di sekitar perairan Natuna tak perlu khawatir atau takut dengan keberadaan kapal perang asing yang berada di perairan Natuna.</p>
<p>Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letnan Kolonel Laode Muhammad mengatakan perairan Natuna merupakan daerah sengketa, sehingga tak heran jika banyak kapal perang asing di lokasi itu.</p>
<p>&#8220;LCS memang karena daerah klaim. Khususnya Cina akibatnya intensitas kapal-kapal asing juga meningkat,&#8221; kata Laode dilansir barometerrakyat.com dari CNN Indonesia, Jumat (17/9).</p>
<p>Kendati demikian, kata Laode, TNI AL rutin melakukan patroli di perairan Natuna, untuk memberikan keamanan bagi para nelayan.</p>
<p>&#8220;Untuk memastikan, unsur TNI AL ada di laut untuk memberi rasa aman bagi nelayan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kamis (16/9), Panglima Koarmada I Laksamana Muda Arsyad Abdullah juga melakukan kunjungan di perairan Natuna. Tujuannya, untuk memastikan kehadiran unsur TNI AL di daerah operasi</p>
<p>Merujuk pada UU Nomor 34 Tahub 2004, kata Arsyad, salah satu tugas TNI AL adalah menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.</p>
<p>&#8220;Mengacu pada undang-undang tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dalam mengamankan laut Natuna utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam di wilayah tersebut,&#8221; ucap Arsyad dalam keterangan tertulis.</p>
<p>Disampaikan Arsyad, dalam pengamanan di perairan Natuna, TNI AL mengerahkan lima KRI yang beroperasi secara bergantian untuk memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Bahwa sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas melindungi kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi sehingga tidak ada toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di Laut Natuna Utara,&#8221; tuturnya.</p>
<p><span style="color: #808080;">Sumber: CNN Indonesia</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kapal-perang-cina-wara-wiri-bikin-nelayan-natuna-ketakutan/">Kapal Perang Cina Wara-wiri Bikin Nelayan Natuna Ketakutan</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kapal-perang-cina-wara-wiri-bikin-nelayan-natuna-ketakutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halangi Penangkapan, Kapal Pemerintah Vietnam Diusir Paksa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/halangi-penangkapan-kapal-pemerintah-vietnam-diusir-paksa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/halangi-penangkapan-kapal-pemerintah-vietnam-diusir-paksa/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2019 11:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Koarmada 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=25846</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Komando Armada (Koarmada) I menangkap tiga kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/halangi-penangkapan-kapal-pemerintah-vietnam-diusir-paksa/" title="Halangi Penangkapan, Kapal Pemerintah Vietnam Diusir Paksa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/halangi-penangkapan-kapal-pemerintah-vietnam-diusir-paksa/">Halangi Penangkapan, Kapal Pemerintah Vietnam Diusir Paksa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr" style="text-align: justify;">BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Komando Armada (Koarmada) I menangkap tiga kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Ketiga kapal tersebut diduga melakukan ilegal fishing.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kapal yang diamankan yakni  KIA BV 90735 TS yang dinahkodai Le Van Bung dan KIA BV 4724 TS yang dinahkodai Le Tan That. Kedua kapal tersebut ditangkap  KRI Tarakan-905 pada Rabu (20/3) sekira pukul 05.00 Wib.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Beberapa jam berikutnya KRI Teuku Umar-385 juga mengamankan KIA BV 4356 TS yang dinahkodai Nguyen Dong sekira pukul 07.00 Wib.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, selama proses Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid) situasi aman. Namun, kata dia, ada satu kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) KN 214215 berusaha menghalangi proses Jarkaplid.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">&#8220;Kapal Vietnam VFRS dapat diusir secara paksa. Selanjutnya tiga KIA Vietnam ditunda dan dikawal menuju ke Lanal Batam guna proses hukum selanjutnya,&#8221; ujarnya kepada awak media di dermaga Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (23/3).</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ketiga kapal Vietnam tersebut, lanjut dia, diduga telah melakukan tindak pidana perikanan berupa melakukan kegiatan perikanan tanpa dilengkapi adanya Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kapal tersebut diduga melanggar Pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 93 ayat (2) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 2o Miliar.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Rul</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/halangi-penangkapan-kapal-pemerintah-vietnam-diusir-paksa/">Halangi Penangkapan, Kapal Pemerintah Vietnam Diusir Paksa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/halangi-penangkapan-kapal-pemerintah-vietnam-diusir-paksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
