<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KNTA Tolak Rencana Impor | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/knta-tolak-rencana-impor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 04:37:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>KNTA Tolak Rencana Impor | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KTNA Tolak Rencana Impor 500.000 Ton Beras</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/ktna-tolak-rencana-impor-500-000-ton-beras/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/ktna-tolak-rencana-impor-500-000-ton-beras/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2018 03:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[500.000 Ton Beras]]></category>
		<category><![CDATA[KNTA Tolak Rencana Impor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=15069</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) menilai harga Gabah Kering Panen (GKP) yang saat <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/ktna-tolak-rencana-impor-500-000-ton-beras/" title="KTNA Tolak Rencana Impor 500.000 Ton Beras" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/ktna-tolak-rencana-impor-500-000-ton-beras/">KTNA Tolak Rencana Impor 500.000 Ton Beras</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG</strong>. Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) menilai harga Gabah Kering Panen (GKP) yang saat ini dinilai tinggi akan kembali normal dan cenderung turun pada Februari mendatang saat dimulai masa panen raya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sudah kebiasaan, Januari itu harga gabah naik. Karena bukan masa panen raya. Panen raya mulai Februari,&#8221; ujar Ketua KNTA Winarno Tohir seperti dilansir <i><b>Republika.co.id,</b></i> Jumat (12/11).</p>
<p dir="ltr">Winarno menjelaskan, umumnya petani mulai menanam pada bulan Oktober, dan diperkirakan akan panen mulai Februari.</p>
<p dir="ltr">Maka, ia memperkirakan sekitar 18 hari mendatang harga sudah mulai normal.</p>
<p dir="ltr">Saat ini di beberapa daerah seperti Serang, Karawang, dan daerah- daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur harga Gabah Kering Panen (GKP) rata- rata telah mencapai Rp 5.500 per kilogram.</p>
<p dir="ltr">Pada Februari diperkirakan harga akan turun menjadi sekitar Rp 3.700 &#8211; Rp 4.000 per kilogram.</p>
<p dir="ltr">Melihat musim panen raya yang sudah dekat, ia berharap pemerintah tidak melakukan impor beras.</p>
<p dir="ltr">Karena apabila impor baru akan dilakukan sekarang, maka beras baru bisa distribusikan pada Februari ketika panen raya sudah dimulai.</p>
<p dir="ltr">Apabila impor, hal ini tentunya akan mengecewakan para petani. Apalagi menurut Winarno saat ini di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai panen, sedangkan di Sulawesi Selatan sepanjang tahun.</p>
<p dir="ltr">Namun keduanya hanya untuk kebutuhan daerah Indonesia Timur.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jangan impor, karena sebentar lagi sudah panen. Kasian petani kalau harga beras jatuh. <i>Kan</i> ini bisa distabilisasi oleh Bulog. Kalaupun pesan sekarang sudah telat,&#8221; tuturnya.</p>
<p dir="ltr">Apabila harga beras jatuh, kata Winarno, dikhawatirkan petani akan beralih menanam komoditas yang lebih menguntungkan, seperti jagung.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Misalnya padi jatuh, nanti petani pilih yamg untung, milih jagung. Makanya sekarang meluas dimana-mana. Kalimantan saja sudah milih nanam jagung,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;">Sumber : Republika.co.id</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/ktna-tolak-rencana-impor-500-000-ton-beras/">KTNA Tolak Rencana Impor 500.000 Ton Beras</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/ktna-tolak-rencana-impor-500-000-ton-beras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
