<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemendikbudristek | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/kemendikbudristek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 18:02:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Kemendikbudristek | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kritik Keras Pemendikbud Nomor 30: MOI Sebut Merusak Moral</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kritik-keras-pemendikbud-nomor-30-moi-sebut-merusak-moral/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kritik-keras-pemendikbud-nomor-30-moi-sebut-merusak-moral/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 13:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi Permendikbud 30]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Keras Pemendikbud Nomor 30]]></category>
		<category><![CDATA[MOI Sebut Merusak Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=46626</guid>
		<description><![CDATA[<p>BARETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Kemendikbudristek menerbitkan Permendikbudritek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kritik-keras-pemendikbud-nomor-30-moi-sebut-merusak-moral/" title="Kritik Keras Pemendikbud Nomor 30: MOI Sebut Merusak Moral" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kritik-keras-pemendikbud-nomor-30-moi-sebut-merusak-moral/">Kritik Keras Pemendikbud Nomor 30: MOI Sebut Merusak Moral</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BARETERRAKYAT.COM, JAKARTA.<br />
Kemendikbudristek menerbitkan Permendikbudritek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi yang menuai kritik dari sejumlah pihak.</p>
<p>Bahkan Permendikbud tersebut mendapat penolakan salah satunya datang dari elemen umat Islam yang mengatasnamakan Majelis Ormas Islam.</p>
<p>Dalam keterangannya, Ketua MOI Nazar Haris meminta agar Permendikbud tersebut dicabut karena secara tidak langsung telah melegalisasikan perzinaan.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian akan mengubah dan merusak standar nilai moral mahasiswa di kampus, yang semestinya perzinaan itu kejahatan malah kemudian dibiarkan,&#8221; kata Nazar melansir dari CNNIndonesia, Senin (8/11).</p>
<p>Nazar memandang aturan itu mengadopsi draf lama RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Ia menyoroti paradigma sexual-consent.</p>
<p>Paradigma itu, kata dia, memandang bahwa standar benar dan salah dari sebuah aktivitas seksual bukan lagi agama, namun berganti kepada persetujuan dari para pihak.</p>
<p>&#8220;Selama tidak ada pemaksaan, selama telah berusia dewasa, dan selama ada persetujuan, maka aktivitas seksual menjadi halal, meskipun dilakukan di luar pernikahan yang sah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Selain itu, Permendikbud tersebut juga mendapat sorotan dari Anggota DPR RI Sakinah Aljufri, yang menyoroti frase &#8216;tanpa persetujuan korban&#8217; dalam Permendikbud tersebut. Menurutnya, frase tersebut justru dapat melegalkan seks bebas di lingkungan kampus.</p>
<p>“Fatalnya Permendikbud ini memuat frasa tanpa persetujuan korban. Ini artinya Mendikbudristek sama saja melegalkan secara diam-diam seks bebas dan perbuatan menyimpang LGBT di kampus asal dilakukan dengan persetujuan pelakunya. Ini merusak generasi bangsa,” kata Sakinah dalam keterangannya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kritik-keras-pemendikbud-nomor-30-moi-sebut-merusak-moral/">Kritik Keras Pemendikbud Nomor 30: MOI Sebut Merusak Moral</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kritik-keras-pemendikbud-nomor-30-moi-sebut-merusak-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nadiem: Kecintaan Produk Dalam Negeri Rendah</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/nadiem-kecintaan-produk-dalam-negeri-rendah/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/nadiem-kecintaan-produk-dalam-negeri-rendah/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 13:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Produk Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Kecintaan Produk Dalam Negeri Rendah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Produk Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=44827</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkapkan kecintaan dan kebanggaan atas <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/nadiem-kecintaan-produk-dalam-negeri-rendah/" title="Nadiem: Kecintaan Produk Dalam Negeri Rendah" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/nadiem-kecintaan-produk-dalam-negeri-rendah/">Nadiem: Kecintaan Produk Dalam Negeri Rendah</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, JAKARTA. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkapkan kecintaan dan kebanggaan atas produk-produk dalam negeri cukup rendah.</p>
<p>Karena itu, Kemendikbudristek punya prioritas membangkitkan kembali optimisme masyarakat Indonesia pada inovasi dari dalam negeri.</p>
<p>Nadiem menuturkan 26 tahun lalu insinyur-insinyur Indonesia di bawah komando BJ Habibie berhasil menerbangkan pesawat buatan anak negeri yang pertama, yakni N-250 Gatotkaca di Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Hanya saja dalam perjalanannya, menurut Nadiem kecintaan dan kebanggaan atas produk dalam negeri memudar.</p>
<p>&#8220;Pada satu sisi masyarakat merasa kualitas produk dalam negeri masih kurang bersaing. Di sisi lain, cukup banyak inovasi pelajar dan mahasiswa yang kurang diberi tempat,&#8221; kata Nadiem pada acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-26 di kanal Youtube Kemdikbud RI, Selasa (10/8).</p>
<p>&#8220;Tantangan tersebut menjadi salah satu prioritas Kemdikbudristek dengan mengedepankan semangat Merdeka Belajar yakni inovasi yang lahir dari kolaborasi. Dalam konsep Merdeka Belajar, peserta didik adalah prioritas utama. Oleh karena itu, sebagai pendidik, harus memberi kemerdekaan kepada pelajar untuk mencoba hal-hal baru dan menciptakan inovasi,&#8221; imbuh Nadiem.</p>
<p>Nadiem Makarim mengatakan, inovasi ke depan butuh kolaborasi yang menghilangkan sekat-sekat pemisah antara bidang ilmu, sektor, dan lembaga sebagai tuntutan globalisasi.</p>
<p>&#8220;Melalui program-program Merdeka Belajar antara lain SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi, dan Kampus Merdeka, Kemdikbudristek membuka pintu-pintu kolaborasi lintas sektor, menghilangkan sekat-sekat dan membuka kolaborasi lintas lembaga sebagai bagian upaya peningkatan mutu produk inovasi kita termasuk hilirisasinya&#8221; kata Nadiem.</p>
<p>Nadiem mengatakan, sektor pendidikan dapat berfokus menggunakan produk-produk anak bangsa.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam pengembangannya, perlu penguatan sinergi yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan seperti rektor, pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI).</p>
<p>Ia menuturkan, salah satu bentuk kolaborasi di sektor pendidikan yaitu penggunaan laptop Merah Putih hasil kolaborasi perguruan tinggi dan industri di sekolah-sekolah di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Sinergi ini akan memungkinkan pemanfaatan inovasi yang lebih luas dan lebih berkesinambungan. Saya yakin Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang tangguh dengan inovasi anak bangsa dan gerakan bersama mewujudkan Merdeka Belajar,&#8221; katanya.</p>
<p><span style="color: #999999;">Sumber: Detikcom</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/nadiem-kecintaan-produk-dalam-negeri-rendah/">Nadiem: Kecintaan Produk Dalam Negeri Rendah</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/nadiem-kecintaan-produk-dalam-negeri-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
