<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabupaten Karimun | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/kabupaten-karimun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 00:03:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Kabupaten Karimun | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Kepri Percepat Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/gubernur-kepri-percepat-rencana-pengembangan-bandara-raja-haji-abdullah-karimun/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/gubernur-kepri-percepat-rencana-pengembangan-bandara-raja-haji-abdullah-karimun/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2022 08:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Ansar Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Karimun]]></category>
		<category><![CDATA[Percepat Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=49125</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun, Gubernur Kepri Ansar Ahmad langsung menggelar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/gubernur-kepri-percepat-rencana-pengembangan-bandara-raja-haji-abdullah-karimun/" title="Gubernur Kepri Percepat Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/gubernur-kepri-percepat-rencana-pengembangan-bandara-raja-haji-abdullah-karimun/">Gubernur Kepri Percepat Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun, Gubernur Kepri Ansar Ahmad langsung menggelar rapat teknis pengembangan bandara Raja Haji Abdullah Tanjung Balai Karimun di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (15/2).</p>
<p>Rapat kali ini digelar Ansar sebagai tindak lanjut rencana pengembangan bandara Raja Haji Abdullah untuk mendukung percepatan investasi di Karimun.</p>
<p>Ansar menilai percepatan investasi hanya dapat dilakukan apabila dukungan infrastruktur transportasi di Kabupaten Karimun sudah memadai.</p>
<p>Sebelumnya saat berkunjung ke Karimun, Ansar juga mengungkapkan bila peningkatan kapasitas bandara Raja Haji Abdullah akan sangat mendukung pengembangan kawasan FTZ di kabupaten Karimun.</p>
<p>Saat ini Pemerintah Provinsi Kepri bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun tengah menggesa penyelesaian kewajiban masing-masing pemerintah terkait rencana pengembangan bandara Raja Haji Abdullah.</p>
<p>Adapun yang menjadi kewajiban Pemprov Kepri adalah penerbitan izin lingkungan dan izin pelaksanaan reklamasi serta proses alih fungsi kawasan hutan lindung di area perpanjangan runway 09.</p>
<p>Selain itu dibutuhkan juga rekomendasi Gubernur Kepri terkait penetapan master plan dan penyusunan dokumen persiapan dan penetapan lokasi.</p>
<p>Pemprov Kepri juga berkewajiban melakukan pergeseran jalan provinsi di sebelah selatan runway.</p>
<p>Diperkirakan kebutuhan luas lahan pengetahuan bandara Raja Haji Abdullah untuk ultimated runway 2000 m x 45 m adalah seluas 51,2 Ha secara keseluruhan.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/gubernur-kepri-percepat-rencana-pengembangan-bandara-raja-haji-abdullah-karimun/">Gubernur Kepri Percepat Rencana Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah Karimun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/gubernur-kepri-percepat-rencana-pengembangan-bandara-raja-haji-abdullah-karimun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang Protes Lapak di Pasar Maimun Karimun Tidak Sesuai Standar</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pedagang-protes-lapak-di-pasar-maimun-karimun-tidak-sesuai-standar/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pedagang-protes-lapak-di-pasar-maimun-karimun-tidak-sesuai-standar/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 11:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Karimun]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Karimun]]></category>
		<category><![CDATA[Lapak di Pasar Maimun Karimun Tidak Sesuai Standar]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Maimun Karimun]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Pasar Maimun Protes]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=46698</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, KARIMUN. Relokasi pedagang di Pasar Maimun Karimun dari lantai 2 ke lantai bawah mendapat <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pedagang-protes-lapak-di-pasar-maimun-karimun-tidak-sesuai-standar/" title="Pedagang Protes Lapak di Pasar Maimun Karimun Tidak Sesuai Standar" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pedagang-protes-lapak-di-pasar-maimun-karimun-tidak-sesuai-standar/">Pedagang Protes Lapak di Pasar Maimun Karimun Tidak Sesuai Standar</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, KARIMUN. Relokasi pedagang di Pasar Maimun Karimun dari lantai 2 ke lantai bawah mendapat protes dari para pedagang. Pasalnya, lapak yang disediakan tidak memenuhi standar dan harapan para pedagang.</p>
<p>Salah satu pedagang Elvi menyampaikan, pedang telah mengajukan keberatan kepada perusahaan daerah (Prusda) dan Bupati Karimun Aunur Rafiq, namun sampai saat ini belum mendapat tanggapan.</p>
<p>&#8220;Kami berharap agar Bupati Karimun meninjau kembali proses pembangunan lapak baru di Pasar Maimun saat ini, sebelum proses pembangunan nya selesai 100 persen,&#8221; ucapnya, Kamis (11/11).</p>
<p>Ia menilai, pembangunan lapak pedagang tidak sesuai dengan standar, seharusnya ukuran meja penjualan 150&#215;3 Meter. Sedangkan lapak yang dibangun hanya berukuran 120&#215;90 cm.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mau nyaman, jika ukuran begitu,&#8221; ujarnya yang mewakili para pedagang.</p>
<p>&#8220;Pada intinya kami minta pemerintah daerah baik itu Prusda ataupun Bupati perduli terhadap kebutuhan kami saat ini, berikan kami fasilitas yang standar sehingga kami juga nyaman dalam berjualan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak Prusda selaku pengelola pasar Maimun Karimun belum dapat dikonfirmasi terkait protes pedagang ini.</p>
<p><span style="color: #999999;">Redaksi</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pedagang-protes-lapak-di-pasar-maimun-karimun-tidak-sesuai-standar/">Pedagang Protes Lapak di Pasar Maimun Karimun Tidak Sesuai Standar</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pedagang-protes-lapak-di-pasar-maimun-karimun-tidak-sesuai-standar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
