<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hari Prabangsa Nasional | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/hari-prabangsa-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Hari Prabangsa Nasional | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>HPN Versi AJI &#8216;Hari Prabangsa Nasional&#8217;</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/hpn-versi-aji-hari-prabangsa-nasional/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/hpn-versi-aji-hari-prabangsa-nasional/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2019 00:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Aji tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Prabangsa Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak HPN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=24871</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang menolak Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap Februari. Ketua AJI <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/hpn-versi-aji-hari-prabangsa-nasional/" title="HPN Versi AJI &#8216;Hari Prabangsa Nasional&#8217;" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/hpn-versi-aji-hari-prabangsa-nasional/">HPN Versi AJI ‘Hari Prabangsa Nasional’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang menolak Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap Februari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua AJI Tanjungpinang Jailani mengatakan, AJI bukan bagian dari organisasi yang terjebak dalam euforia HPN.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bagi kami HPN ada makna lain, yakni Hari Prabangsa Nasional (HPN). Ia jurnalis Radar Bali yang dibunuh pada 2009 lalu, karena mengungkap kasus korupsi,&#8221; ujar Jailani usai Dialog di Kantor RRI Tanjungpinang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut, pemberian remisi oleh Presiden dari hukuman seumur hidup menjadi hukum pidana sementara pada Susrama adalah langkah mundur bagi kemardekaan pers di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara, barisan lain yang juga bernama wartawan justeru merayakan HPN dengan berpesta pora bersama dengan pemberi remisi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tanpa pernah berpikir, bagaimana kasus-kasus terhadap sejumlah jurnalis yang dibunuh karena berita. Padahal kasus-kasus tersebut belum tuntas sampai detik ini,&#8221; tegas Jailani.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditegaskannya juga, AJI bukanlah organisasi profesi yang menjadi penikmat APBD dan APBN. Atas dasar itu, AJI selalu konsisten menolak yang namanya HPN.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menilai, HPN adalah upaya Pemerintah untuk melemahkan pers sebagai pilar demokrasi yang keempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakni, ketika daya kritis jurnalis sudah dilumpuhkan, maka kebebasan pers akan semakin terkekang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pers sudah seharusnya berdiri secara independen. Kegiatan HPN sudah pasti selalu menyedot anggaran APBD dan APBN. Sementara output dari HPN tersebut tidak pernah jelas, yang ada hanya sebatas ceremonial saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menjelaskan, sebagian masyarakat pers Indonesia memperingati tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, meski sejatinya itu adalah hari kelahiran organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).</p>
<p style="text-align: justify;">Peringatan tahunan ini mulai dilakukan setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pers Nasional (HPN).</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Seoharto jatuh menyusul gerakan reformasi tahun 1998, ada sejumlah perubahan penting yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bidang media, itu ditandai dengan lahirnya Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah regulasi Orde Baru dibidang pers, juga dikoreksi. Termasuk di antaranya adalah pencabutan SK Menpen Nomor 47 tahun 1975 tentang pengakuan pemerintah terhadap PWI sebagai satu-satunya organisasi wartawan di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lahirnya Undang Undang Pers juga mendorong bermunculannya organisasi wartawan, selain perusahaan media-media baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya regulasi media cetak diatur ketat melalui Permenpen No.01/Per/Menpen/1984 Tentang Ketentuan-Ketentuan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketentuan soal SIUPP ini juga akhirnya dicabut oleh Pemerintah pada tahun 1999.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, salah satu tradisi peninggalan Orde Baru di bidang pers yang masih dipertahankan hingga kini adalah peringatan HPN, meski rujukannya sudah tak ada lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">HPN menggunakan rujukan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers.</p>
<p style="text-align: justify;">Regulasi itu sudah direvisi tahun 1982 dengan keluarnya Undang-undang Nomor 21 Tahun 1982. Undang-undang tersebut tak berlaku lagi setelah lahirnya Undang Undang Nonor 40 tahun 1999.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangan itulah yang memicu lahirnya ide untuk merevisi Hari Pers Nasional. Selain karena memakai hari kelahiran satu organisasi wartawan, pelaksanaannya juga tak banyak berubah dari pelaksanaan semasa Orde Baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Antara lain, pelaksanaannya memakan dana APBN dan APBD cukup besar. Tema dan kegiatan yang dipilih juga seringkali tidak menjawab masalah pers kontemporer.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pemikiran-pemikiran inilah yang membuat AJI menolak adanya HPN,&#8221; tutup Jailani.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Redaksi | Rls</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/hpn-versi-aji-hari-prabangsa-nasional/">HPN Versi AJI ‘Hari Prabangsa Nasional’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/hpn-versi-aji-hari-prabangsa-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
