<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dua Pelajar Didiagnosa | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/dua-pelajar-didiagnosa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:49:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>Dua Pelajar Didiagnosa | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Awas! Kecanduan Smartpone, Dua Pelajar Didiagnosa Alami Guncangan Jiwa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/awas-kecanduan-smartpone-dua-pelajar-didiagnosa-alami-guncangan-jiwa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/awas-kecanduan-smartpone-dua-pelajar-didiagnosa-alami-guncangan-jiwa/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2018 05:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alami Gangguan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Awas! Kecanduan Smartpone]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Pelajar Didiagnosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=15262</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, BONDOWOSO. Dua pelajar di Bondowoso yang masih duduk dibangku SMP dan SMA di diagnosa <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/awas-kecanduan-smartpone-dua-pelajar-didiagnosa-alami-guncangan-jiwa/" title="Awas! Kecanduan Smartpone, Dua Pelajar Didiagnosa Alami Guncangan Jiwa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/awas-kecanduan-smartpone-dua-pelajar-didiagnosa-alami-guncangan-jiwa/">Awas! Kecanduan Smartpone, Dua Pelajar Didiagnosa Alami Guncangan Jiwa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, BONDOWOSO.</strong> Dua pelajar di Bondowoso yang masih duduk dibangku SMP dan SMA di diagnosa mengalami guncangan jiwa akibat kecanduan smartphone.</p>
<p>Kini dua pelajar tersebut sudah mendapat penanganan khusus di Poli Jiwa RSU dr Koesnadi.</p>
<p>&#8220;Keduanya diantar langsung oleh orang tuanya masing-masing,&#8221; ujar psikiater RSU Dr Koesnadi Bondowoso dr Dewi Prisca Sembiring, Sp KJ, seperti dilansir detikcom, Sabtu (19/1/2018).</p>
<p>Alasan keduanya dibawa ke poli jiwa, lanjut Dewi, karena orang tuanya merasa khawatir atas perubahan perilaku anaknya belakangan ini.</p>
<p>Yakni, mulai tak mau bersekolah dalam beberapa bulan terakhir karena dilarang menggunakan smartphone.</p>
<p>&#8220;Bahkan si anak sampai membentur-benturkan kepalanya sendiri ke tembok kalau tak diberi gawai. Dan ini bentuk kecanduan yang cukup mengkhawatirkan,&#8221; ungkap Dewi.</p>
<p>Menurutnya, kasus dua siswa yang kecanduan smartphone itu hanya yang tampak di permukaan.</p>
<p>Bisa jadi, masih banyak anak yang mengalami hal serupa. Namun orang tua mereka enggan membawa anaknya ke rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Mereka para orang tua mungkin merasa malu membawa ke poli jiwa, atau tak menyadari persoalan yang dihadapi si anak,&#8221; tandas Dewi.</p>
<p>Berdasarkan hasil psikotest pada salah seorang pasien tersebut, dituturkan Dewi, menunjukkan bahwa pasien itu telah mengidentifikasi dirinya sebagai pembunuh.</p>
<p>&#8220;Parahnya lagi, dari hasil tes itu orang yang paling dibenci si anak adalah orang tuanya sendiri. Karena dianggap sebagai penghalang dirinya untuk menggunakan smartphone,&#8221; pungkasnya. (Detik)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/awas-kecanduan-smartpone-dua-pelajar-didiagnosa-alami-guncangan-jiwa/">Awas! Kecanduan Smartpone, Dua Pelajar Didiagnosa Alami Guncangan Jiwa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/awas-kecanduan-smartpone-dua-pelajar-didiagnosa-alami-guncangan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
