<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPS Kepri | Barometerrakyat.com</title>
	<atom:link href="https://barometerrakyat.com/tag/bps-kepri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<description>Tepat Cepat dan Terpecaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 12:52:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.0.25</generator>

<image>
	<url>https://barometerrakyat.com/wp-content/uploads/2018/07/download-2-60x60.jpg</url>
	<title>BPS Kepri | Barometerrakyat.com</title>
	<link>https://barometerrakyat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Miskin di Kepri Bertambah Jadi 144.462 Jiwa</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/warga-miskin-di-kepri-bertambah-jadi-144-462-jiwa/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/warga-miskin-di-kepri-bertambah-jadi-144-462-jiwa/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2021 14:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Miskin di Kepri Bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Miskin di Kepri Jadi 144.462 Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Miskin Kepri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=44419</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat jumlah penduduk miskin di Kepri pada <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/warga-miskin-di-kepri-bertambah-jadi-144-462-jiwa/" title="Warga Miskin di Kepri Bertambah Jadi 144.462 Jiwa" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/warga-miskin-di-kepri-bertambah-jadi-144-462-jiwa/">Warga Miskin di Kepri Bertambah Jadi 144.462 Jiwa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat jumlah penduduk miskin di Kepri pada Maret 2021 sebanyak 144.462 orang. Jumlah tersebut meningkat 6,12 persen dibandingkan September tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Atau bertambah sebanyak 1.850 orang dibandingkan dengan kondisi September 2020 yang sebesar 142.611 orang (6,13 persen),&#8221; ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri Barudin dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri, Selasa (20/7).</p>
<p>Menurutnya, Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2020 sebesar 5,69 persen, naik menjadi 5,72 persen pada Maret 2021.</p>
<p>&#8220;Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 sebesar 11,25 persen mengalami penurunan menjadi 11,10 persen pada Maret 2021,&#8221; jelas Barudin.</p>
<p>Barudin menjelaskan peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh<br />
lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Dengan sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada<br />
September 2020 tercatat sebesar 66,52 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2021 yaitu sebesar 66,82 persen,&#8221; tuturnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/warga-miskin-di-kepri-bertambah-jadi-144-462-jiwa/">Warga Miskin di Kepri Bertambah Jadi 144.462 Jiwa</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/warga-miskin-di-kepri-bertambah-jadi-144-462-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisman Meningkat Pada November 2018</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-meningkat-pada-november-2018/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-meningkat-pada-november-2018/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2019 10:46:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Wisman Meningkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://barometerrakyat.com/?p=24169</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-meningkat-pada-november-2018/" title="Kunjungan Wisman Meningkat Pada November 2018" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-meningkat-pada-november-2018/">Kunjungan Wisman Meningkat Pada November 2018</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG</strong>. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kepri mengalami peningkatan pada November 2018.</p>



<p style="text-align: justify;">Pada November 2018 wisaman ke Kepri mencapai 220.868 kunjungan, angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,31 persen dibandingkan pada Oktober 2018.</p>



<p style="text-align: justify;">“Dimana jumlah wisman pada Oktober 2018 sebanyak 205.819 kunjungan,” ungkap Kepala BPS Kepri Zulkipli melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi Barometerrakyat, Rabu (2/1).</p>



<p style="text-align: justify;">Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan November 2017 angka kunjungan wisman ke Kepri juga mengalami peningkatan sebesar 27,55 persen.</p>



<p style="text-align: justify;">Sedangkan secara komulatif, Januari &#8211; November 2018 jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 2.316.143 kunjungan.</p>



<p style="text-align: justify;">Mengalami peningkatan dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada priode yang sama pada tahun sebelumnya.</p>



<p style="text-align: justify;">Dilihat dari negara asal, lanjut mantan Kepala BPS Jawa Timur ini, jumlah wisman masih didominasi wisman berkebangsaan Singapura.</p>



<p style="text-align: justify;">Dengan persentase sebesar 48,44 persen dari total jumlah wisaman pada Januari &#8211; November 2018.</p>



<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;">Redaksi</span></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-meningkat-pada-november-2018/">Kunjungan Wisman Meningkat Pada November 2018</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-meningkat-pada-november-2018/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisman ke Kepri Turun</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun-2/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun-2/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2018 10:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Wisman ke Kepri Turun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=18822</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun-2/" title="Kunjungan Wisman ke Kepri Turun" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun-2/">Kunjungan Wisman ke Kepri Turun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, TANJUNGPINANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Kepri mengalami tren penurunan pada Mei 2018.</p>
<p>Pada Mei 2018 wisaman ke Kepri mencapai 153.312 kunjungan, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 21,02 persen dibandingkan pada April 2018.</p>
<p>&#8220;Dimana jumlah wisman pada April 2018 sebanyak 194.118 kunjungan,&#8221; ungkap Kepala BPS Kepri Zulkipli saat pres rilis di kantornya, Senin (2/7).</p>
<p>Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan Mei 2017 angka kunjungan wisman ke Kepri juga mengalami penurunan sebesar 2,21 persen.</p>
<p>Sedangkan secara komulatif, Januari-Mei 2018 jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 944.536 kunjungan.</p>
<p>Mengalami peningkatan dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada priode yang sama pada tahun sebelumnya.</p>
<p>Dilihat dari negara asal, lanjut mantan Kepala BPS Jawa Timur ini, jumlah wisman masih didominasi wisman berkebangsaan Singapura.</p>
<p>Dengan persentase sebesar 44,86 persen dari total jumlah wisaman pada Januari-Mei 2018.</p>
<p>Dia menambahkan, penurunan wisman juga berpengaruh terhadap tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri mencapai rata-rata 46,98 persen.</p>
<p>Turun 6,65 poin dibandingkan TPK April 2018 sebesar 53,30 persen.</p>
<p>&#8220;Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri pada Mei 2018 adalah 1,64 hari, atau turun 0,44 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada April 2018,&#8221; ujarnya.*</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun-2/">Kunjungan Wisman ke Kepri Turun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maret 2018 Ekspor Kepri Turun, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/maret-2018-ekspor-kepri-turun-ini-sebabnya/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/maret-2018-ekspor-kepri-turun-ini-sebabnya/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2018 08:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Ini Sebabnya]]></category>
		<category><![CDATA[Maret 2018 Ekspor Kepri Turun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=17330</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tajungpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau mencatat ekspor Kepri pada Maret 2018 sebesar <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/maret-2018-ekspor-kepri-turun-ini-sebabnya/" title="Maret 2018 Ekspor Kepri Turun, Ini Sebabnya" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/maret-2018-ekspor-kepri-turun-ini-sebabnya/">Maret 2018 Ekspor Kepri Turun, Ini Sebabnya</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tajungpinang</strong>. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau mencatat ekspor Kepri pada Maret 2018 sebesar US$ 909,36 juta.</p>
<p>Ekspor mengalami penurunan sebesar 17,3 persen jika dibandingkan Februari 2018, pada Februari ekspor Kepri tercatat sebesar US$ 1.059,05 Juta.</p>
<p>Turunnya nilai ekspor Maret 2018 disebabkan oleh turunnya ekspor sektor migas sebesar 49,30 persen.</p>
<p>Secara komulatif Januari-Maret 2018 ekspor Kepri tercatat sebesar US$ 3.027,93 Juta. Dibandingkan ekspor komulatif Januari-Maret tahun sebelumnya juga mengalami penurunan sebesar 1,62 persen.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi Rahmad Iswanto mengatakan, penurunan ekspor Maret 2018 juga disebabkan penurunan ekspor ke Singapura.</p>
<p>Menurutnya, penurunan ekspor ke Singapura pada golongan barang bahan bakar mineral, dengan penurunan sebesar 83,06 persen.</p>
<p>Pada Maret ekspor bahan bakar mineral ke Singapura sebesar US$ 70.664,25 Ribu, sedangkan pada Februari 2018 ekspor sebesar US$ 417.242,24 Ribu.</p>
<p>Penurunan juga terjadi pada golongan barang minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian dan golongan barang produk kimia.</p>
<p>Pada Maret ekspor barang minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian sebesar US$ 11.819,33 Ribu, sedangkan Februari sebesar US$ 12.817,33 Ribu atau turun sebesar 7,79 persen.</p>
<p>Sedangkan ekspor golongan barang kimia pada Maret 2018 sebesar US$ 5.744,69 Ribu, sedangkan Februaari ekspor sebesar US$ 5.899,17 Ribu atau turun sebesar 2,62 persen.</p>
<p>&#8220;Sedangkan golongan barang lain mengalami peningkatan,&#8221; ucapnya.</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/maret-2018-ekspor-kepri-turun-ini-sebabnya/">Maret 2018 Ekspor Kepri Turun, Ini Sebabnya</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/maret-2018-ekspor-kepri-turun-ini-sebabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengangguran di Kepri Meningkat, Ini Angkanya!</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/pengangguran-di-kepri-meningkat-ini-angkanya/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/pengangguran-di-kepri-meningkat-ini-angkanya/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2017 04:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13590</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angkatan kerja Provinsi Kepri <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/pengangguran-di-kepri-meningkat-ini-angkanya/" title="Pengangguran di Kepri Meningkat, Ini Angkanya!" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengangguran-di-kepri-meningkat-ini-angkanya/">Pengangguran di Kepri Meningkat, Ini Angkanya!</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angkatan kerja Provinsi Kepri Agustus 2017 sebanyak 966.091 orang. Sedangkan penduduk yang bekerja di Kepri sebanyak 896.931 orang.</p>
<p>Sementara itu, sebanyak 69.160 warga Kepri menjadi pengangguran. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2017. Jumlah penganguran pada Februari 2017 sebanyak 67.796 orang, sedangkan Agustus 2017 naik menjadi 69.160 orang.</p>
<p>“TPT (Tingkat Penganguran Terbuka, Red) Kepri Agustus 2017 menapai 7,16 persen,” ungkap Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar, Senin (6/11).</p>
<p>Menurutnya, jika dibandingkan dengan Agustus 2016 angka pengangguran mengalami penurunan. Agustus 2016 pihaknya mencatat sebanyak 71.622 warga Kepri menjadi penganggur, sedangkan Agustus 2017 sebanyak 69.160 orang Kepri menjadi penganggur. “Turun sebanyak 2.462 orang,” kata Regar.</p>
<p>Ia mengatakan jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada beberapa sektor, terutama pada sektor listrik, gas dan air minum yaitu 3.006 orang, sektor konstruksi sebanyak 35.345 orang serta sektor keuangan sebanyak 14.925 orang.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2017 yaitu yang bekerja di atas 35 jam per minggu ada sebanyak 762.407 orang atau 85 persen, sedangkan kurang dari 15 jam per minggu ada sebanyak 40.862 orang atau 4,56 persen,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan, pada Agustus 2017 penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMA Umum mendominasi sebanyak 259.131orang atau 28,89 persen.</p>
<p>Sementara, lanjutnya, untuk penduduk yang bekerja dengan pendidikan SMA Kejuruan sebanyak 153.146 orang atau 17,07 persen dan penduduk yang bekerja dengan pendidikan SD ke bawah sebanyak 205.942orang atau 22,96 persen.</p>
<p>SAHRUL</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/pengangguran-di-kepri-meningkat-ini-angkanya/">Pengangguran di Kepri Meningkat, Ini Angkanya!</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/pengangguran-di-kepri-meningkat-ini-angkanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Kepri Kembali &#8216;Bergairah&#8217;</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/ekonomi-kepri-kembali-bergairah/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/ekonomi-kepri-kembali-bergairah/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2017 00:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=13585</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali &#8216;bergairah&#8221;, pada triwulan III 2017 ekonomi <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/ekonomi-kepri-kembali-bergairah/" title="Ekonomi Kepri Kembali &#8216;Bergairah&#8217;" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/ekonomi-kepri-kembali-bergairah/">Ekonomi Kepri Kembali ‘Bergairah’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang</strong>. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali &#8216;bergairah&#8221;, pada triwulan III 2017 ekonomi Kepri mengalami peningkatan.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan ke III tumbuh sebesar 2,41 persen.</p>
<p>Pertumbuhan pada triwulan ini didorong oleh pertumbuhan kategori Industri Pengolahan yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,09 persen.</p>
<p>Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh komponen PMTB  yang mempunyai andil pertumbuhan sebesar  3,26 persen.</p>
<p>Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar mengatakan, dibandingkan triwulan sebelumnya pertumbuhan ekonomi Kepri tumbuh sebesar 2,83 persen.  Menurutnya, dari sisi produksi, sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan.</p>
<p>“Tiga kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar antara lain  kategori Industri Pengolahan 1,76 persen,  kategori Kontruksi  0,83 persen,  serta kategori perdagangan sebesar 0,16 persen. Dari sisi pengeluaran, yang mempunyai andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah Konsumsi Pemerintah sebesar 1,11 persen dan PMTB sebesar 1,08 persen,” ungkapnya.</p>
<p>Dia menambahkan, sampai dengan triwulan III-2017 secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau tumbuh sebesar 1,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“Dalam lingkup regional, PDRB (Pendapatann Domestik Regional Bruto) Kepulauan Riau triwulan III-2017 memberikan kontribusi sebesar 7,58 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera,” ucapnya.</p>
<p>SAHRUL</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/ekonomi-kepri-kembali-bergairah/">Ekonomi Kepri Kembali ‘Bergairah’</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/ekonomi-kepri-kembali-bergairah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPS : Harus Bisa Bedakan Ya !</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2017 07:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Wisaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=12936</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Panusunan Siregar mengingatkan, Dinas Pariwisata bisa membedakan <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/" title="BPS : Harus Bisa Bedakan Ya !" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/">BPS : Harus Bisa Bedakan Ya !</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Panusunan Siregar mengingatkan, Dinas Pariwisata bisa membedakan antara Wisatawan Asing Wisatawan Manca Negara.</p>
<p>Dia mengungkapkan perbedaan Wisatawan Asing dengan Wisman yakni, Wisman adalah orang asing yang datang ke suatu daerah dan telah melakukan cek di imigrasi setempat namun tidak mengunjungi lebih dari satu daerah.</p>
<p>&#8220;Sedangkan wisatawan asing adalah orang yang juga telah melakukan cek di imigrasi setempat, namun melakukan mengunjungi berbagai daerah di negara tersebut,&#8221; kata Panusunan dalam keterangannya menyikapi perbedaan data tingkat kunjungan wisman di Kepri antara BPS dengan Dinas Pariwisata Kepri. Selasa (27/9).</p>
<p>Menurut Panusunan, data yang dicatat oleh BPS Kepri adalah orang asing yang datang ke Kepri dan telah melakukan cek imigrasi setempat.</p>
<p>Sedangkan data kunjungan wisman yang dicatat dinas pariwisata Kepri adalah orang yang datang ke Kepri dan berada di berbagai daerah di Kepri.</p>
<p>&#8220;Jangan diterjemahkan setiap orang yang berkeliaran di Bintan itu Wisman Bintan. Karena ketika kita bicara Wisman, mereka adalah yang melalui cek imigrasi bukan yang berkeliaran dari satu daerah ke daerah lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, pihak BPS Kepri mencatat kunjungan Wisatawan asing ke Kepri mengalami penurunan.</p>
<p>Sedangkan Dinas Pariwisata Kepri mencatat kunjungan Wisman ke Kepri naik.</p>
<p>&#8220;Wisman itu adalah orang yang telah melakukan cek di imigrasi. Misal ada 100 orang asing yang telah cek di imigrasi Tanjungpinang tapi tertangkap oleh Disspar Bintan, tentu itu adalah Wisman Tanjungpinang bukan Bintan walau mereka mengunjungi Bintan. Disinilah perbedaannya, BPS Mencatat itu 100 wisman sedangkan Dispar mencatat itu wisman Tanjungpinang dan Bintan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Panusunan juga pesimis target yang ditetapkan pemerintah pusat ke Kepri 2017 yakni 2,6 juta Wisman.</p>
<p>Pasalnya, hingga bulan September ini kunjungan Wisman yang dicatat BPS Kepri baru 1,7 juta lebih.</p>
<p>&#8220;Sulit tercapai, karena ini sudah bulan September, tinggal berapa bulan lagi kunjungan wisman masih sejuta lebih,&#8221; ungkapnya.*</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/">BPS : Harus Bisa Bedakan Ya !</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPS Kepri Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bps-kepri-pesimis-target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bps-kepri-pesimis-target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2017 04:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=12939</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pesismis target pertumpuhan ekonomi di <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bps-kepri-pesimis-target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/" title="BPS Kepri Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-kepri-pesimis-target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/">BPS Kepri Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pesismis target pertumpuhan ekonomi di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri tercapai.</p>
<p>Dalam RPJMD tersebut Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebebsar 5,85 persen.</p>
<p>“Mision imposible mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD,” ungkap Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar saat pemaparaan dalam Sosialisasi Indikator Makro Ekonomi dan Statistik Sektoral, Selasa (26/9).</p>
<p>Semester pertama tahun 2017, pihaknya mencatat angka pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 1,52 persen.<br />
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2017 ini terendah selama 6 tahun terakhir.</p>
<p>“Bahkan terendah sepanjang sejarah Kepri menjadi Provinsi,” kata Regar.</p>
<p><strong>Baca : <span style="color: #0000ff;"><a href="http://barometerrakyat.com/bps-harus-bisa-bedakan-ya/">Harus Bisa Bedakan Ya !</a></span></strong></p>
<p><strong>Baca : <span style="color: #0000ff;"><a href="http://barometerrakyat.com/dprd-minta-gubernur-kepri-evaluasi-opd-lamban/">DPRD Minta Gubernur Kepri Evaluasi OPD Lamban</a></span></strong></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong><span style="color: #000000;">Baca</span> : <a href="http://barometerrakyat.com/sektor-strategis-kepri-harus-dikelola-maksimal-dan-profesional/">Sektor Strategis Kepri Harus Dikelola Maksimal dan Profesional</a></strong></span></p>
<p>Melambatnya ekonomi Kepri, lanjut Regar, disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan 3 sektor utama, yaitu sektor Industri Pengolahan yang turun 0,44 persen, sektor konstruksi turun 0,06 persen dan sektor pertambangan atau pengalian turun 4,32 persen.</p>
<p>“Ketiga sektor utama memiliki peran yang besar untuk pertumbuhan ekonomi Kepri, industri pengolahan perannya 36,62 persen, konstruksi 17,70 persen serta pertambangan dan pengalian perannya 14,36 persen. Kebanyakan 3 sektor ini berada di Kota Batam,” ucapnya</p>
<p>Fakta empiris, lanjut Regar, menunjukan perekonomian Kepri sangat di pengaruhi perekonomian Batam.</p>
<p>“Tampak bahwa 71 persen geliat ekonomi Kepri ditentukan geliat ekonomi Batam. Bila ekonomi Batam meningkat 1 persen, maka perekonomian Kepri akan meningkatkan 0,76 persen dan terjadi sebaliknya,” ucapnya.</p>
<p>Dia menyarankan Pemprov Kepri tidak memfokuskan masuknya investasi hanya di Batam. Karena, jika ekonomi Batam terpuruk maka akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi Kepri.</p>
<p>“Masuknya investasi bisa disebarkan ke daerah lain seperti Kabupaten Lingga, Natuna. Tapi harus perbaiki infrastruktur dulu,” kata Regar.</p>
<p><strong>SAHRUL</strong></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-kepri-pesimis-target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/">BPS Kepri Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bps-kepri-pesimis-target-pertumbuhan-ekonomi-tercapai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPS : Target Pemprov Kepri Sulit Terealisasi</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/bps-target-pemprov-kepri-sulit-terealisasi/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/bps-target-pemprov-kepri-sulit-terealisasi/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2017 00:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan kepri]]></category>
		<category><![CDATA[realisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=12588</guid>
		<description><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Batam. Pertumbuhan ekonomi Kepri yang hanya 1.52 persen pada triwulan II ini, sebenarnya dapat <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/bps-target-pemprov-kepri-sulit-terealisasi/" title="BPS : Target Pemprov Kepri Sulit Terealisasi" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-target-pemprov-kepri-sulit-terealisasi/">BPS : Target Pemprov Kepri Sulit Terealisasi</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BAROMETERRAKYAT.COM, Batam. Pertumbuhan ekonomi Kepri yang hanya 1.52 persen pada triwulan II ini, sebenarnya dapat diantisipasi oleh Gubernur.&nbsp;</p>
<p>Pemerintah provinsi Kepri seharusnya menggenjot secepat-cepatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri sejak tahun anggaran diketok.</p>
<p>Sayangnya, APBD yang diharapkan sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi, justru belum terlihat perannya.&nbsp;</p>
<p>Hal ini ditandai dengan menurunnya konsumsi pemerintah yang cukup signifikan pada triwulan II 2017.</p>
<p>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebutkan bahwa untuk triwulan kedua ini, konsumsi pemerintah justru kontraksi diangka minus 6.66 persen.&nbsp;</p>
<p>“APBD Kepri memang hanya menyumbang 5.23 persen dari total angka pertumbuhan ekonomi. Tapi yang mungkin kita lupa bahwa meski kecil, APBD Kepri ini stimulan. Dia yang menarik pertumbuhan ekonomi Kepri,” kata Kepala BPS Panusunan Siregar, saat rapat koordinasi antara Bank Indonesia dan Komisi II DPRD Kepri di Kantor Bank Indonesia, Jumat (8/9).</p>
<p>Seharusnya, Pemprov Kepri dan jajaran OPD Kepri harus lincah membelanjakan anggaran itu untuk membangun infrastruktur.&nbsp;</p>
<p>Dengan begitu, ekonomi Kepri kembali bergairah. Dengan bergairahnya pembangunan, diharapkan dapat mengangkat laju pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>“Saya harus jujur mengatakan bahwa secara fakta empiris analistik statistik, OPD Pemprov Kepri belum memainkan perannya. Bagaimanapun juga pengelolaan APBD, dan APBN ada ditangan mereka,” katanya.</p>
<p>Panusunan menambahkan, bahwa akibat dari lambatnya OPD-OPD ini bergerak, ia memprediksi seluruh sasaran yang ditargetkan tahun sulit terealisasi.&nbsp;</p>
<p>“Dengan capain pertumbuhan ekonomi yang hanya 1,52 persen, maka target RPJMD untuk tahun 2017 yang ditetapkan pemprov Kepri sebesar 5,85 persen tampaknya tidak mungkin lagi bisa dicapai,” katanya lagi.</p>
<p>Selain APBD, BPS dan Bank Indonesia menyebut tiga sektor andalan Kepri saat ini sedang mengalami “sakit” parah.&nbsp;</p>
<p>“Industri pengolahan, Konstruksi dan pertambangan-penggalian turun sangat signifikan. Bahkan industri pengolahan dan pertambangan bahkan mengalami kontraksi (pertumbuhan minus), terburuk dalam tujuh tahun terakhir,” bebernya.</p>
<p>Kepala Kantor Bank Indonesia Gusti Raizal Eka Putra mengatakan bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura pekan lalu dapat dijadikan momentum kebangkitan ekonomi Kepri.&nbsp;</p>
<p>Maka dari itu, Ia merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menjaga iklim bisnis tetap kondusif. “Untuk jangka pendek, sisi keamanan, regulasi perizinan investasi dan komunikasi dan koordinasi antar instansi dan pelaku usaha harus terus dijaga,” kata Gusti.</p>
<p>Ia juga merekomendasikan agar pariwisata di kelola baik dengan melibatkan ekonomi kemasyarakatan.&nbsp;</p>
<p>Harapannya, ekonomi kemasyarakatan dapat ikut berkembang dan menyumbang pertumbuhan ekonomi di Kepri.&nbsp;</p>
<p>“Misalnya di Lagoi. Saya mengusulkan agar setiap hotel disana diwajibkan menggandeng masyarakat menjual souvenir. Jadi masyarakat juga ikut diberdayakan,” usulnya.</p>
<p>Untuk jangka panjang, Kantor Bank Indonesia Kepri merekomendasikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.&nbsp;</p>
<p>Kabupaten Natuna dan Anambas bisa difokuskan kepada perikanan. Sebab, hingga saat ini, sektor perikanan belum maksimal dikelola.</p>
<p>Industri pengolahan juga harus dikembangkan untuk jangka panjang dengan mewujudkan industri pendukung bagi bahan bakunya. Sehingga, harga produksi barang tidak mahal.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berterimakasih atas masukan yang diberikan pihak Bank Indonesia dan BPS.&nbsp;</p>
<p>Kedepan, Ia pun mendelegasikan tugas kepada Komisi II untun menggagas pertemuan dengan OPD-OPD Kepri yang difasilitasi DPRD.&nbsp;</p>
<p>“Jadi masukan yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada OPD tinggal kita awasi. Karena kami gelisah juga melihat pelambatan ekonomi ini,” kata Jumaga.</p>
<p>Provinsi Kepri, harus bisa mengembalikan kejayaannya seperti tahun tahun sebelumnya.&nbsp;</p>
<p>Maka dari itu, Ia berharap seluruh elemen khususnya Pemprov Kepri untuk serius bekerja membangkitkan ekonomi Kepri.&nbsp;</p>
<p>“Kalau memang ada kepala OPD yang tidak sanggup, ya diganti saja,” tegas Jumaga.</p>
<p>Ditempat yang sama, ketua Komisi II DPRD Kepri Hotman Hutapea mengamini permintaan Ketua DPRD Kepri. Atas dasar itu, Ia meminta kepada Bank Indonesia dan BPS terus memberikan masukan tiap triwulannya kepada DPRD dan Pemprov Kepri untuk dapat mengambil tindakan.</p>
<p>Komentar lainnya datang dari anggota Komisi II Onward Siahaan. Politisi Gerindra ini meminta agar semua pemangku kebijakan untuk tidak mengeluarkan komentar yang membuat bingung masyarakat. Dalam pertemuan itu, hadir juga anggota komisi II lainnya Rudi Chua dan Asmin Patros. (*)</p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/bps-target-pemprov-kepri-sulit-terealisasi/">BPS : Target Pemprov Kepri Sulit Terealisasi</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/bps-target-pemprov-kepri-sulit-terealisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisman ke Kepri Turun</title>
		<link>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun/</link>
		<comments>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2017 04:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Barometer Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Wisman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://barometerrakyat.com/?p=12487</guid>
		<description><![CDATA[<p>​BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) <a class="read-more" href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun/" title="Kunjungan Wisman ke Kepri Turun" itemprop="url">Baca selengkapnya</a></p>
The post <a href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun/">Kunjungan Wisman ke Kepri Turun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13.6px;"><b>​BAROMETERRAKYAT.COM, Tanjungpinang. </b>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang masuk Kepri pada Juli 2017 mengalami penurunan 5,16 persen.</span></p>
<p style="font-size: 13.6px;">Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar menjelaskan, penurunan jumlah Wisman ini di sebabkan menurunya kunjungan wisman dari tiga pintu masuk yang ada di Provinsi Kepri, yaitu Kabupaten Bintan, Kota Batam, dan Kabupaten Karimun.</p>
<p style="font-size: 13.6px;">&#8220;Jumlah wisman yang masuk melalui&nbsp;<span style="font-size: 13.6px;">Kabupaten Batam turun 5,86 persen, Kabupaten Bintan turun 7,2 persen dan Kabupaten Karimun turun 4,14 persen,&#8221; ucapnya</span></p>
<p style="font-size: 13.6px;">Ia menuturkan, wisman berkebangsaan Singapura masih merupakan yang terbanyak berkunjung ke Provinsi Kepri pada Januari sampai Juli 2017, atau hampir setengah (49,78 persen) wisman yang masuk berkebangsaan Singapura.&nbsp;</p>
<p style="font-size: 13.6px;">&#8220;Selama Januari-Juli 2017 wisman&nbsp;<span style="font-size: 13.6px;">berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 569.186 kunjungan,&#8221; tutupnya</span></p>
<p style="font-size: 13.6px;"><b>Muhammad Danu</b></p>The post <a href="https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun/">Kunjungan Wisman ke Kepri Turun</a> first appeared on <a href="https://barometerrakyat.com">Barometerrakyat.com</a>.]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://barometerrakyat.com/kunjungan-wisman-ke-kepri-turun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
